----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

Stockholm, 17 Juni 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

KITA LIHAT MAMPUKAH MEGAWATI DENGAN PDIP-NYA YANG SEKULER MENGELUARKAN
DAULAH PANCASILA DENGAN UUD'45-NYA YANG SEKULER DARI KEBANGKRUTAN.
Ahmad Sudirman
Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA.


Jawaban untuk saudara Budhiman Soedharmanto (Indonesia).

Tulisan hari ini, sengaja saya menjawab pertanyaan saudara Budhiman
Soedharmanto yang disampaikan langsung kepada saya pada tanggal 14 Juni
1999 dengan isi curahan hatinya yang penuh kekesalan dan emosional
melihat tampilnya orang-orang sekuler sebagai pemenang pemilu yang
diwakili oleh PDI-P-nya Megawati Soekarnoputri, GOLKAR-nya orang-orang
yang masih memegang kekuasaan di Daulah Pancasila sampai detik ini dan
PKB partai sekuler walaupun dipegang oleh sebagian besar orang-orang
muslim. Dimana kekesalan hati saudara Budhiman Soedharmanto adalah,

"Saya selalu mengikuti pemikiran dan konsep anda tentang negara Islam di
Indonesia.
Tapi apalah artinya idea anda itu, kalau kini di depan mata anda
negerimu, Indonesia, sedang berada dalam tahapan peralihan kepada
kelompk non-muslim (secara nyata) lewat pemilu sekuler kemarin. Anda
dengan idea-idea anda, sebaiknya mengupayakan untuk mempersatukan umat
Islam, paling tidak sebagai sebuah pandangan yang sama, visi Islam yang
sama. Rumah kita yang besar, Islam, meskipun berkamar-kamar dengan
berbagai firqah dan aliran, toh namanya Islam juga. Sekarang rumah Islam
itu terancam oleh seekor anjing-najis yang akan masuk ke dalamnya,
menjulurkan moncongnya yang najis...dan bukankah liurnya putih?"

Baiklah, saudara Budhiman Soedharmanto.

Saya memahami dan mengerti kekesalan dan emosi saudara. Tetapi, perlu
diingat, bahwa apa yang telah terjadi dari hasil pemilu pada tanggal 7
Juni yang lalu itu adalah, hasil kesepakatan bersama rakyat Indonesia
untuk menerapkan demokrasi barat dengan sistem trias politikanya dengan
didasarkan kepada Pancasila dan ditunjang oleh UUD'45-nya yang sekuler
untuk memilih wakil-wakil rakyat yang akan duduk di lembaga ciptaan
trias politika yang nantinya akan memutar roda Pemerintahan Daulah
Pancasila dengan UUD'45-nya yang sekuler.

Rakyat Indonesia, baik yang muslim atau non muslim, melalui
partai-partai politik dari mulai partai-partai politik yang berasas
Islam sampai partai-partai politik yang bersas pancasila yang sekuler
telah melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai warga Daulah Pancasila
untuk memilih wakil-wakilnya yang akan duduk diparlemen yang selanjutnya
akan memilih Presiden sebagai Penguasa Eksekutif untuk menjalankan roda
pemerintahan Daulah Pancasila.

Ternyata dari hasil pemungutan suara rakyat ini (walaupun belum lengkap
semuanya masuk) sebagian besar rakyat Daulah Pancasila yang katanya
muslim telah memberikan pilihan suaranya kepada partai-partai sekuler
yang dipelopori oleh PDI-P-nya Megawati, GOLKAR-nya yang sekuler partai
Penguasa yang sekarang dan PKB-nya yang sekuler hasil bentukan sebagian
orang-orang Muslim, sehingga keluarlah partai-partai sekuler tersebut
sebagai pemenang dari pesta pemilihan umum yang telah diawasi oleh para
pengawas utusan Penguasa Negara-negara luar yang dipelopori oleh Negara
Amerika pelopor Negara sekuler di dunia.

Karena pemilihan umum inilah yang diinginkan oleh sebagian besar rakyat
Indonesia untuk memilih wakil-wakilnya yang akan duduk di lembaga trias
politika yang akan menjalankan kekuasaan Daulah Pancasila dengan
UUD'45-nya yang sekuler sebagai penjelmaan dari ketetapan-ketetapan
MPR-nya yang didasarkan kepada GBHN dan UUD'45-nya, maka siapapun yang
keluar sebagai pemenang dari pesta pemilihan umum di Daulah Pancasila
yang sekuler dengan sebagian besar rakyatnya yang muslim ini, haruslah
diterima. Karena keputusan inilah yang telah disepakati oleh sebagian
besar rakyat Daulah Pancasila.

Nah sekarang, Megawati Soekarnoputri dengan PDI-P-nya yang sekuler telah
memperoleh kepercayaan dari sebagian besar rakyat Indonesia (terlepas
dari siapa yang memilih) yang tentu saja akan dibantu oleh partai
sekuler lainnya yang berhasil masuk ke dalam lembaga trias politika ini,
maka dalam waktu dekat kita akan melihat dan merasakan kemampuan dari
Megawati dengan stafnya dari PDI-P yang sekuler dalam mengelola dan
menjalankan roda pemerintahan Daulah Pancasila dengan UUD'45-nya yang
sekuler.

Sedangkan, usaha untuk menegakkan dan mengembalikan Daulah Islam
Rasulullah dengan Undang Undang Madinah-nya akan terus berjalan, tidak
tergantung kepada siapa yang menang dan menguasai serta menjadi penguasa
di Daulah Pancasila dengan UUD'45-nya yang sekuler.

Terakhir, menurut saya, tidak perlu takut dan khawatir terhadap Megawati
dengan PDI-P-nya yang sekuler, karena kalau mereka melakukan tindakan
dan kebijaksanaan yang ternyata bertentangan dengan kehendak dan kemauan
sebagian besar rakyat Indonesia, maka usia dari penguasa PDI-P ini tidak
akan lama dan tentu saja nasib Daulah Pancasila dengan UUD'45-nya yang
sekuler akan makin tersungkur kesudut kemiskinan dan kehancuran.

Inilah sedikit jawaban dari saya untuk saudara Budhiman Soedharmanto.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 17 Jun 1999 jam 19:15:02 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke