----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

Rakyat Merdeka, 16 Juni 1999

Amien Rais dan Kemungkinan Koalisi PAN-Golkar
Ah, Yang Bener Aja

Apa kata sebagian warga, tentang Amien Rais yang santer
diprediksi akan dijadikan Capres Golkar?

TEKA-teki tentang Amien Rais mencuat akhir-akhir ini. Setelah
menyaksikan penghitungan suara, banyak orang yang menduga-duga
akan ke mana lokomotif gerakan reformasi itu. Mungkin, karena
Partai Amanat Nasional (PAN) yang dipimpinnya hanya berada di
urutan ke lima - untuk sementara. Posisi ini, berada di bawah
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Golkar dan PPP. Sementara
pucuk pimpinan, masih dipegang PDI Perjuangan.

Banyak yang pesimis PKB, PAN dan PDI Perjuangan akan bergabung.
Karena memang, kepentingan untuk mengalahkan Golkar tidak
menonjol lagi, setelah partai berlambang pohon beringin itu
ketahuan tidak akan bisa mengejar PDI Perjuangan. Pilihannya
seperti sebelumnya sering dikatakan Amien, adalah menjadi
oposisi dan berada di luar kekuasaan.

Tapi belum lagi penghitungan usai, sudah ada sinyal PAN akan
berkoalisi dengan Golkar. Karena timbang punya timbang, kedua
partai itu berdekatan 'platform'nya. Apalagi kalau Golkar
melepas Habibie, maka jalan itu akan makin mulus, kata orang.
Tapi jelas, ini hanya teka-teki. Bagaimana bila terjadi?

"Yang bener aja" demikian dikatakan Bunyamin (40), seorang
pegawai negeri di kawasan Cimanggis menanggapi pemberitaan
tentang bakal bergabungnya Amien Rais dengan Partai Golkar yang
sedang bergulir akhir-akhir ini.

Sore itu, kami sedang asyik ngobrol tentang bekas pimpinan
tertinggi Muhammadiyah tersebut di kawasan terminal Depok I,
Jawa Barat. Derasnya hujan yang turun membuat orang-orang betah
duduk sambil berbincang. Tentu saja, sebelum berangkat lagi ke
tujuan masing-masing.

"Tapi masa iya sih? Setahu saya Amien itu kan orangnya paling
keras dan paling depan dalam gerakan reformasi?" katanya sambil
sesekali menghisap dalam-dalam rokok kretek.

Matanya terus memandangi deretan bus yang dengan lambat
memasuki terminal. Dia kemudian menyatakan, sangat menyayangkan
bila kabar santer tentang 'gabungnya'nya Amien dengan Golkar
menjadi kenyataan.

"Waktu mahasiswa demo dulu, Amien itu pernah mengatakan kalau
dia ada di belakang mereka. Kalau tidak salah. Nah, mahasiswa
itu kan benci sekali sama Golkar? Bagaimana coba, kalau Amien
dan Parpolnya sampai koalisi dengan Partai Golkar?" ujarnya.

Sementara Sunardi (30), warga Sawangan, Bogor yang juga sedang
berteduh di sebelahnya menyatakan sepakat bila reaksi mahasiswa
akan muncul kalau Amien menggantikan Habibie sebagai Capres
Golkar. Dengan kata lain, mahasiswa akan mendemo tokoh
kelahiran Solo tersebut.

"Pokoknya, kalau jadi gabung, gawat buat Amien. Aksi mahasiswa
bisa terjadi lagi. Kalau tidak di kantor PAN atau Golkar, ya
mungkin saja rumahnya Amien Rais ikut didemo," kata akuntan
sebuah perusahaan obat-obatan di Jalan Raya Bogor tersebut.

Namun demikian, Sunardi tetap merasa sangsi dengan kebenaran
berita Amien Rais bakal digaet Golkar itu. Menurutnya, Amien
selama ini dikenal sering mengkritik Habibie yang lambat
mengusut bahkan mengadili bekas presiden Soeharto.

"Tapi apa betul ya? Amien itu kan selama ini tidak bisa akur
sama Habibie yang kader Golkar? Apa dia langsung berubah
pikiran?" tandas Sunardi.

Seorang laki-laki lainnya yang juga berteduh persis di sebelah
Sunardi, juga berkomentar demikian. Ali Imran (37), yang
berprofesi karyawan PLN juga menilai Amien selama ini merupakan
figur yang sangat reformis.

Kata Imran, ia selalu yakin sikap reformis tokoh tersebut
setelah melihatnya beberapa kali acara atau dialog dengan
tokoh-tokoh politik lainnya. Bahkan, katanya, dalam sejumlah
kesepakatan yang melegakan hati umat, seperti Deklarasi
Ciganjur, Komunike Paso dan lainnya tampak jelas peran Amien.

"Dulu setelah Ciganjur, kalau tidak salah ada pertemuan lagi
dengan Wiranto. Amien kan ada terus? Dia juga berkali-kali
mengatakan anti sama Golkar. Jadi sepertinya memang tidak
mungkin, dia akan gabung sama Golkar," katanya.

Imran tentu merasa menyesal jika itu terjadi. Sebab, dengan
tegas ia menyatakan Parpol andalannya adalah PAN. Meskipun,
tambahnya, ia suka dengan beberapa Parpol lainnya dalam barisan
reformis. Di sekitar tempat tinggalnya di Ciputat, demikian,
kata Imran, fanatisme kepada partai berlambang matahari itu
sangat luar biasa.

"Kalau urusan mencoblos itu rahasia ya, Mas. Tapi tetangga
saya, hampir semuanya fanatik PAN. Sekarang, kalau Amien masih
begitu, pasti mereka gondok sekali. Lima tahun lagi, saya yakin
mereka juga tidak mau lagi mencoblos PAN," katanya.

Seorang pedagang asongan yang juga ikut berteduh hanya tertawa.
Menurut Agil, demikian nama pemuda tanggung tersebut, Amien
dapat saja berubah pikiran.

"Bisa saja Amien masuk Golkar. Apalagi, sekarang PAN sedang KO
di Pemilu kan? Memangnya siapa sih yang tidak mau jadi
presiden?" katanya sambil mengambil sebatang rokok yang baru
saja dipesan seorang kondektur bus.

Bunyamin hanya menggelengkan kepalanya. Menurutnya, sebagai
rakyat kecil dia sering merasa heran dengan dunia politik yang
seringkali berubah-ubah.

"Ya namanya juga politik. Tak ada kawan abadi, dan lawan
sejati. Apapun bisa terjadi, kata orang begitu. Hari ini bilang
begini, besok begitu. Kemarinnya musuh-musuhan, sekarang malah
berteman," katanya. (BRT)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 18 Jun 1999 jam 10:50:23 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke