---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- Rakyat Merdeka, 19 Juni 1999 Heran Mengapa Buruh Unjuk Rasa DUA bulan belakangan ini hampir setiap hari saya membaca berita di surat kabar yang memuat unjuk rasa buruh PT Mayora. Seperti halnya pembaca lain, saya pun ikut sedih dan prihatin. Sebagai pengangguran yang sudah lama mencari pekerjaan, saya heran mengapa orang-orang yang sudah bekerja masih melakukan unjuk rasa? Apakah mereka tidak takut di-PHK. Bagaimana nanti menghadapi keluarga, kalau mereka jadi pengangguran? Tuntutan buruh PT Mayora untuk dinaikkan gajinya kelihatannya sangat masuk akal, namun dalam situasi krisis moneter yang masih terasa sangat berat sampai saat ini, mestinya juga disadari oleh buruh maupun pengusaha yang sama-sama mengalami kesulitan. Menurut saya tidak semua pengusaha bisa memenuhi tuntutan buruhnya, karena barang produksinya kurang laku sehubungan dengan turunnya daya beli konsumen. Melalui 'Surat Pembaca' ini, saya ingin mengajak buruh dan karyawan untuk merenungkan kemungkinan adanya orang (provokator) yang memanfaatkan situasi sulit untuk keuntungan pribadinya, yang secara tidak disadari berakibat sangat merugikan buruh. Berdasarkan cerita dari rekan yang tinggal di dekat perusahaan terkenal di Tangerang, saat ini berkeliaran provokator yang menggunakan modus operandi menggerakkan buruh untuk melakukan unjuk rasa dengan tujuan agar mereka di-PHK dan mendapat pesangon. Setelah buruh mendapatkan pesangon, provokator tersebut meminta komisi. Drs. Karis P Cakung, Jakarta. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 22 Jun 1999 jam 11:59:08 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
