----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

From: Yayasan Anak Bangsa

<center><bigger><bigger><bigger><bigger>Bila PPRM Tak Ditarik, Organda
Akan Stop Operasi Angkutan

</bigger></bigger></bigger></bigger></center>   Organisasi Gabungan
Angkutan Darat (ORGANDA) Aceh akan menghentikan secara total seluruh
operasional angkutan umum di bila PPRM dan pasukan non-organik lainnya
tidak segera ditarik dari. Kecaman  tersebut merupakan keputusan rapat
pengurus,instansi terkait serta pengusaha angkutan seiring makin
seringnya. peristiwa pembakaran dan pengrusakan terhadap kenderaan
angkutan umum di Aceh.   "Kami memberikan waktu selama satu bulan,
terhitung sejak 3 Juli 1999, kepada pemerintah pusat untuk menarik PPRM
(Pasukan Pengendali Rusuh Massa) dan pasukan non organik lainnya dari
Aceh," Ancam Ketua DPD-I Organda Aceh, Drs. Kamaruddin THB seperti
dikutip Waspada Minggu (4/7/99).

        Apabila sampai batas waktu yang diberikan PPRM dan pasukan non organik
lainnya masih bercokol di Aceh, maka Organda Aceh akan menginstruksikan
semua anggotannya untuk menghentikan seluruh kegiatan yang berkaitan
dengan pengangkutan, baik penumpang maupun barang. Bagi anggota yang
melanggar instruksi ini, maka secara organda akan memberikan sanksi tegas
kepada mereka.

        Menurut Kamarudin,selama PPRM berada di Aceh telah muncul berbagai
peristiwa-peristiwa yang sangat diluar dugaan. Bahkan, adanya ratusan
ribu pengungsi tidak terlepas dari keberadaan PPRM. "Saya mendengar
sendiri dari para pengungsi, bahwa mereka mengungsi dari desanya karena
takut dengan aparat keamanan," ungkapnya. Tapi apabila PPRM dan pasukan
non-organik lainnya sudah ditarik dari bumi Aceh, maka Organda siap
bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat di daerah ini untuk
memulihkan kondisi keamanan Aceh.

        Sejak terjadinya pembakaran terhadap empat unit bus, 4 Juni lalu,
bus-bus angkutan umum praktis hanya beroperasi siang hari, karena tidak
berani jalan malam. Peristiwa kebakaran tersebut diisukan sebagai
perbuatan Gerakan Aceh Merdeka, tetapi ternyata menurut beberapa saksi
mata, yang membakar itu sendiri tak bisa bahasa Aceh. "Tak mungkin GAM,
bahasai Aceh saja tak bisa, ini pasti kelompok yang jkhusus diorganisir
untuk itu." Jelas seorang penumpang, sesaat setelah kejadian.

        Tidak beroperasinya truk-truk angkutan barang ini, menurut Kamaruddin,
disebabkan adanya pengutipan liar yang dilakukan oknum aparat keamanan di
kawasan Aceh Timur. "Dalam operasinya, oknum tersebut menahan truk
pengangkut kelapa sawit yang lewat berkisar Rp. 1,5- 2 juta sebagai
tebusannya," jelasnya berdasarkan laporan dari Organda Aceh Timur.

Selain itu, pengusaha angkutan barang enggan mengoperasikan kenderaanya
karena merajalelanya kawanan bajing loncat di kawasan Aceh Barat, Aceh
Timur dan Aceh Utara. "Malah, kawanan bajing loncat ini tak segan-segan
menguras habis isi truk yang mereka jarah," katanya.


<bigger><bigger><bigger><bigger>Bus Dikejar Mobil Taft Lalu Bakar...

</bigger></bigger></bigger></bigger>Bus penumpang umum CV.Anugerah BL
7691 A, milik perusahaan Kurnia Grup, yang dibakar orang tak dikenal
bermobil Taft Rocky di kawasan Blang Tamu Cot Batee Geuleungku, Kecamatan
Samalanga, Aceh Utara, Jumat (2/7). Menurut saksi mata sebagaimana
dikutip Minggu Waspada,  jauh sebelum terjadi pembakaran, bus berbadan
lebar yang sarat dengan penumpang sudah dikejar oleh mobil Taft Rocky,
bahkan terjadi selip menyelip di jalan raya, yang berbukit-bukitan dengan
belokan tajam. Sekitar 200 meter dengan lokasi pembakaran, supir bus CV.
Anugerah itu sempat menyenggol Rocky itu yang nyaris jungkir balik ke
jurang Cot Batee Geuleungku, namun sopir Taft itu berhasil menguasai
mobilnya, walaupun samping kanan mobilnya peot. Adegan kejar-kejaran itu
membuat penum-pang bus Anugerah jadi jantungan, seraya mengingatkan sopir
itu supaya berhati-hati. Dalam aksi kejar-mengejar itu terdegar suara
letusan senjata api, membuat Ruslan supir Anugerah itu mendadak berhenti.
Salah seorang penumpang Taft itu segera turun seraya memerintahkan supir
untuk memajukan kendaraannya ke semak belukar sekitar lima meter dengan
badan Jalan Negara Banda Aceh-Medan sebelah utara jalan (arah kanan dari
Medan). Setibanya di lokasi itu, penumpang taft memerintahkan kernet bus
untuk membukakan bagasi, seraya menyuruh penumpang untuk mengambil
barangnya masing-masing dan menjauh, kata saksi mata itu. Sedangkan
masyarakat di sekitar begitu mendengar letusan senjata api dan mobil
penumpang itu sudah menjauh dari jalan, juga ikut lari bersama-sama
dengan penumpang bus itu, kata warga di TKP. Orang dalam mobil taft itu
segera menyirami bensin dan menyalut api pada bus tersebut, sedangkan
sopir dibawa ke arah barat, sedangkan masyarakat dan penumpang sudah lari
ke Simpang Tambu sekitar 500 meter dari lokasi itu untuk menyelamatkan
diri. Masih menurut saksi mata, penumpang mobil taft itu ada mengenakan
baju loreng dan baju preman lengkap dengan senjata api di tangannya,
sehingga tidak ada warga masyarakat yang berani membantunya, ujar warga
masyarakat di lokasi kejadian itu. Bahkan ada warga yang tidak sempat
menutup pintu kedainya.

(Waspada 4 Juli/Sumber lain)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 5 Jul 1999 jam 06:02:58 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke