----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://mymail.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 30 Nopember 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

PRES GUS DUR TERAPKAN SYARIAT ISLAM DI SELURUH INDONESIA
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

Tanggapan untuk Pres Gus Dur.

TERAPKAN SYARIAT ISLAM DISELURUH INDONESIA BUKAN HANYA DI ACEH

Kalaulah yang mengeluarkan pernyataan bukan seorang muslim, bisalah
masuk akal. Tetapi kalau yang mengeluarkan pernyataan itu adalah Gus
Dur, seorang Presiden Daulah Pancasila, yang sebelumnya adalah Pemimpin
Keluarga Besar NU. Satu organisasi Islam yang terbesar di Indonesia,
yang menurut statistisk tidak resmi anggotanya mencapai 40 juta orang
telah mengeluarkan pernyataan: "Otonomi yang luas dengan syarat
melaksanakan syariat Islam dengan pengecualian bagi mereka yang tidak
beragama Islam. Ini kalau rakyat Aceh menerima". (
http://www.suaramerdeka.com/harian/9911/29/nas1.htm )

Setelah saya membaca pernyataan Gus Dur yang dikutif diatas, timbul
dalam pikiran saya suatu pertanyaan, bagaimana seorang Presiden muslim
yang telah belajar Islam sampai ke Bagdad, masih tega dan rela
menjadikan syariat Islam hanya berlaku dan tetap berada dalam
tulisan-tulisan buku fiqh Islam saja dan paling jauh hanya boleh
diterapkan di Aceh, tetapi bukan di seluruh wilayah Indonesia yang
mayoritas penduduknya kaum muslimin.

MINTA PEMIMPIN MORO ISLAMIC LIBERATION FRONT MENGAJARI ORANG-ORANG ACEH

Seorang Presiden muslim yang masih rela dan bangga dengan tetap memegang
tali pegangan nasionalisme, kebangsaan dan demokrasi barat yang sekuler.

Seorang Presiden muslim yang ingin mengirimkan Hasyim Salamat dan Nur
Misuari, pemimpin Moro Islamic Liberation Front (MILF) dikirim ke Aceh
untuk bertemu orang-orang Aceh agar supaya mereka mengerti menjadi
muslim yang baik tidak usah menjadi negara Islam (sedangkan) Hasyim
Salamat akan (diundang ke Indonesia untuk) melihat dengan mata kepala
sendiri bagaimana kehidupan beragama di kalangan kaum muslimin
Indonesia" ( http://www.suaramerdeka.com/harian/9911/29/nas1.htm )

Seorang Presiden yang akan mengajari Hasyim Salamat, pemimpin Moro
Islamic Liberation Front (MILF) dengan cara kehidupan masyarakat Daulah
Pancasila yang sekuler. Bukan diajari bagaimana mencontoh Rasulullah saw
dalam membina aqidah Islam dengan menghormati agama lain dan ukhuwah
Islamiah dengan membangun persatuan dengan berlandaskan keadilan, amanah
dan perdamaian yang bertujuan untuk beribadah, bertaqwa dan mengharap
ridha Allah SWT, dengan misi membangun kembali satu masyarakat muslim
dan non muslim didalam satu kekuasaan pemerintahan dimana Allah yang
berdaulat, yang menerapkan musyawarah dan menjalankan hukum-hukum Allah
dengan adil, berdasarkan akidah Islam dengan menghormati agama lain,
dengan konstitusi yang bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah, yang tidak
mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras.

MULUT GUS DUR ASAL BUNYI

Apakah Gus Dur tidak tahu akibat dari diterimanya syariat Islam oleh
rakyat Aceh lewat referendum ?. Kalau Gus Dur sebagai seorang muslim
yang memahami secara mendalam Islam, maka begitu diterima syariat Islam
lewat referendum di Aceh, maka berlakulah hukum Islam di Aceh, dan
gugurlah di wilayah Aceh hukum pancasila yang berlaku di Daulah
pancasila. Hukum Islam tidak bisa diterapkan apabila masih berada
dibawah hukum pancasila. Karena itu, begitu hukum Islam berlaku di Aceh,
maka apapun yang terjadi, hukum Islam yang berlaku di Aceh.

Inilah konsekuensi dari diterimanya referendum mengenai syariat Islam
oleh rakyat Aceh. Dan inilah yang tidak disadari dan dimengerti oleh Gus
Dur.

Tetapi, kalau Gus Dur memberlakukan syariat Islam di Aceh dan hukum
pancasila masih berada di atas hukum Islam, maka itu artinya, Gus Dur
akan menipu rakyat Aceh dan tidak memahami penerapan syariat Islam di
suatu negara atau daerah. Dan kalau ini  yang terjadi, maka Gus Dur
adalah seorang munafik besar, yang kerjanya hanya menipu rakyat Aceh
khususnya dan rakyat Daulah Pancasila yang muslim pada umumnya.

GUS DUR JANGAN PERMAINKAN SYARIAT ISLAM

Saya melihat Gus Dur ini adalah hanya ingin mempermainkan hukum Islam
dan dipakai alat untuk menipu rakyat Aceh dan kaum muslimin Indonesia.
Apakah dengan janji referendum dengan menyampaikan dua alternatif ya
atau tidak kepada syariat Islam di Aceh akan membuat rakyat Aceh rela
menerimanya?

RENCANA PENIPUAN TERHADAP RAKYAT ACEH

Kelihatannya, setelah Pres Gus Dur dapat jaminan dari Clinton dan dari
beberapa Pimpinan negara-negara Asia dan Timur Tengah agar Aceh tetap
menjadi bagian dari Daulah Pancasila, maka merasa kuatlah kedudukan
Presiden Gus Dur untuk menyelesaikan krisis Aceh ini. Dengan melalui
jurus referendum syariat Islam-nya Gus Dur akan menenangkan rakyat Aceh.
Dan itulah menurut saya suatu usaha penipuan terhadap kaum muslimin yang
ada di Aceh khususnya dan kaum muslimin yang ada di wilayah Indonesia
pada umumnya.

Inilah sedikit tanggapan untuk Pres Gus Dur.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 29 Nov 1999 jam 22:55:01 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke