---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://mymail.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- KOLOM SUPANGKAT: GUS DUR HAMPIR LUMPUH, HAMPIR BUTA: BAGAIMANA BACA BERITA? Saya senang ada orang yang menanggapi tulisan saya, saya kira tidak ada orang yang membaca selama ini, walaupun negatif. Dalam demokrasi orang harus berani mengecam secara bertanggung jawab dan menerima kecaman kembali yang ber- tanggung jawab pula dan tidak bersemubunyi di balik nama samaran bak pengecut. Saya menulis berdasarkan fakta fakta melalui media seluruh dunia, termasuk me- dia Indonesia dan berupaya mengecam sambil memberikan jalan keluarnya. Ada orang yang menamakan dirinya "Carangmas" - kalau anda jantan, saya tan- tang di cybverspace internasional ini untuk menulis dengan nama benar jangan pengecut bersembunyi dibalik nama samaran. Ia menulis, a.l.: 1. Saya tidak tahu apa apa tentang Indonesia, apalagi di Istana. 2. Saya memuja muda Amien Rais tanpa mempelajari sepak terjangnya. 3. Gus Dur punya think "thank" (sic! seharusnya tank). 4. One man show Gus Dur terpaksa karena lawan tentara. 5. Ulah TNI mengacau balau daerah. 6. Saya dangkal dan sok tahu. 7. Saya menganalisa tanpa data hanya mengandalkan intuisi. 8. Poros dunia bullshit. 9. Pola seimbang menghadapi negara maju yang mengeduk sumber alam kita. Maka di bawah ini adalah jawaban saya satu persatu: 1.Karena berada di New York, saya tidak tahu apa apa? Anda inilah yang bak katak di bawah tempurung, bukan saya. Dewasa ini cyberspace sudah menga- tasi jarak jauh dengan revolusi komunikasi. Saya membaca media seluruh dunia khususnya tentang Indonesia, inilah sumber saya. Istana kita adalah ibarat buku terbuka bagi dunia komunikasi yang tidak jarang dijalin dengan sumber Intel. 2. Saya tidak pernah memuja muja manusia, ini namanya kultus! Amien Rais sering saya telanjangi, baca tulisan saya tentang dia. Lagi pula kalau anda membela Gus Dur sehebat itu saya menduga bahwa anda adalah dari kelompol Poros Islam yang diblitzkrieg oleh Amien Rais untuk menggolkan Gus Dur sebagai Pre- siden walaupun dia hanya mewakili parpol ketiga dalam pemilu dan kursinya di MPR adalah minoritas katimbang PDI Mega. Gus Dur adalah produk sepak terjang Amien Rais yang tidak pernah saya puji apalagi puja memuja karena sepakterjang tidak terpuji sehingga pemenang atau setidaknya peraih suara mayoritas pemilu bisa disisihkan! Jadi anda ini orang yang tidak tahu diri, membalas air susu Amien dengan air tuba. Saya tidak memuja manusia, tidak memuja Dewa-dewi, Nabi Nabi pun tidak saya puja, mereka hanya saya hormati sebagai penemu agama agama, apalagi manusia jangankan baru sekaliber Amien Rais sebagai "a new politician", kali- ber Churchill, dll sekalipun tidak pernah saya puja, puji pun tidak pernah. Jadi anda yang bersembunyi seperti pengecut dibalik nama Carangmas ini terbuk- ti seorang jahil (ignorant) dan munafikun. 3. Gus Dur punya "think "thank" (sic! bahasa Inggeris kampungan, seharusnya think tank. Saya tahu Gus Dur punya jaringan feedback yang luas, dia tahu siapa-siapa yang terima uang CIA via Unilever, dll infonya tidak kalah dengan BAKIN. Tapi lagi lagi Carangmas tidak bisa membedakan think tank dengan jaringan info feedback. Think tank yang saya sarankan sama dengan think tank a la Rand Corporation Amerika yang juga pernah disarankan oleh Prof Australia Arief Budiman, terdiri atas professional scientists yang menjulang reputasinya di segala bidang. 4. Gus Dur melalukan one man show karena terpaksa melawan tentara. Saya tidak pernah mengecam one man shownya Gus Dur, yang saya kecam adalah: move movenya yang ill-timed, berdasarkan bandwagon policy dan poros porosan, justru pada saat Indonesia dilanda multiple crises. Yang paling berbahaya ada- lah politik mendekati Beijing yang melibatkan Indonesia secara tidak langsung dalam potensi perang nuklir untuk memperebutkan Taiwan. Prioritasasi dan timing Gus Dur dalam kiprahnya salah total! Ini saya berani katakan sekarang ini karena mendahulukan politik luar negeri daripada politik dan ekonomi dalam negeri (busung lapar, kelaparan, pengangguran, kejahatan kejam yang meningkat, separatisme, pelanggaran HAM tentara dan sipil). 5. Kekacauan daerah ulah TNI: mungkin 75% benar, tapi bibit bibitnya sudah ditanam selama 45 tahun belakangan ini selama kita merdeka, daerah selalu diperas dan ditindas, kalau bersuara langsung dicap pemberontak mau merusak negara kesatuan. 6. Saya dituduh dangkal dan sok tahu. Tuduhan ini ngawur tidak berdasarkan fakta: tulisan saya yang mana yang dangkal dan sok tahu? Ini merupakan gene- ralisasi yang menunjukkan kejahilan dan kebodohan penulils. Saya tantang anda dan siapa saja untuk memperinci tuduhan dangkal dan sok tahu ini, akan saya layani secara jantan, jangan secara pengecut bersembunyi di balik nama sama- ran. 7. Saya dituduh menganalisa tanpa data, hanya mengandalkan intuisi. Tulisan ilmiah dan tulisan umum seperti di Apakabar ini berlainan. Demikian pula tuli- san jurnalistik yang saya praktekkan selama 49 tahun belakangan ini, di mana sebagai bekas penulis tajuk memang seringkali opinion atau tafsiran saya pa- ling menonjol, tapi itu pun berdasarkan fakta bukan isapan jempol. Intuisi? Oh, poor Carangmas! Intuisi ini dalam cara berpikir muta'akhir justru yang dikejar kejar semua ahli pikir mulai dari Eisntein. Einstein menemukan teori Relativitas tidak berdasarkan teori melainkan berdasarkan intuisi. Tentunya intuisi Einstein dengan intuisi kita jauh berbeda karena tingkat jeniusnya, kita ini tingkat otak udang. 8. Poros dunia bullshit. Saya sudah tulis bahwa poros porosan sudah bukan jamannya lagi, revolusi komunikasi memaksakan satu poros, poros global yang sudah menciut sekali, bukan poros dunia cuma satu. 9. Pola Gus Dur untuk mengimbangi negara negara maju yang telah mengeduk kekayaan sumber alam kita. Ini kan kuno sekali! Inilah pola Marxisme-Leninis- me (komunisme). Kalau benar Gus Dur pernah mendapat tutoring seorang Mar- xis, mudah mudahan tidak dipraktekkan lagi karena akan menjadi kontrakdiksi dahsyat dengan politik pembangunan kembali berdasarkan ekonomi pasar bukan berdasarkan sosialisme a la Kuba dan Korea Utara. 10. Sekali lagi saya tantang Carangmas untuk tampil sebagai jantan jangan seperti perempuan bersembunyi di balik nama samaran, pakailah nama benar karena anda telah melancarkan tuduhan secara pribadi (personal). 11. Baca tulisan tulisan Gus Dur? Bacaan saya adalah buku buku internasional terbitan tahubn 1999, mengapa saya harus baca tulisan lama Gus Dur? Dalam jaman revolusi komunikasi ini tiap hari, tiap jam teori ilmiah berubah karena penemuan penemuan baru. Yang penting dinilai adalah sepakterjang Gus Dur sekarang ini sebagai Presiden Indonesia yang masih berkuasa mutlak. Dan ia sudah tidak bisa membaca, tidak pula menggunakan teknik komunikasi modern seperti mendengarkan rangkuman rekaman rekaman berita dan komentar media seluruh dunia, apalagi a la Stephen Hawking yang ultramodern. Saya sarankan agar para pembantu pribadinya merekam semua berita dan komentar media seluruh dunia dan me- nyuguhkannya kepada Presiden, kalau tidak begitu bagaimana caranya dia akan mengetahui perkembangan Indonesia dan dunia? New York, 29 Nopember 1999. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 30 Nov 1999 jam 02:20:26 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
