---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Rakyat Merdeka, 19 Januari 2000 MUNCUL KELOMPOK KEBLINGER Masih segar ingatan kita akan beberapa ucapan Bung Karno antara lain : "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya" dan "jangan sekali-kali meninggalkan sejarah". Petuah Bung Karno tersebut dimaksudkan agar bangsa Indonesia tidak keblinger. Artinya arah bangsa ini tidak jelas karena meninggalkan asas-asas Pancasila sebagai way of life. Pada saat ini kita berada pada era reformasi ternyata benar-benar muncul kelompok atau pribadi yang keblinger dan menjadi berjiwa kintel. Mereka itulah yang selalu mengobok-obok Tentara Nasional (TNI) dengan dalih penegakkan HAM, anti DOM, anti darurat militer (SOB) dan anti operasi militer. Mereka lupa bahwa Republik Indonesia ini dimerdekakan oleh gugurnya ribuan anggota TNI (saat TNI masih BKR/TKR bersama-sama rakyat Indonesia). Sejarah membuktikan operasi TNI lebih ditekankan kepada demi tercapainya persatuan dan kesatuan bangsa. (TNI sebagai stabilisator dan dinamisator bangsa). Coba kita ingat bersama tentang GOM (Gerakan Operasi Madiun/menumpas komunis), penumpasan DI/TII Kartosuwiryo, penumpasan PRRI/Permesta dan lain-lain, termasuk misi Garuda I dan II. Mengapa ada sekelompok bangsa yang alergi terhadap TNI sebagai penjaga keutuhan dan keamanan bangsa. Jelas karena adanya pola fikir mikro dan mereka benar-benar meninggalkan sejarah masa lampau dimana TNI menjadi jaya dan disegani oleh negara-negara Asia Tenggara, bahkan TNI karena kekuatannya pernah ditakuti oleh Australia. Nusantara kita ini luas dan rawan separatis lokal dan impor yang bertujuan memecah belah bangsa. Untuk itulah fungsi TNI sebagai tangan kanan rakyat dan bangsa Indonesia selalu menjadi sangat fital dimanapun. Di pojok-pojok nusantara ini selalu sangat diperlukan kesiapsiagaan militer yang tangguh (combat ready armed) dalam kurun waktu panjang ratusan tahun mendatang. Kelompok atau pribadi orang Indonesia yang memojokkan TNI sebagai mitra rakyat dengan dalih apapun, tidak ubahnya dengan upaya bunuh diri di hamparan nusantara yang indah ini. Perasaan kemauan sekelompok saudara-saudara kita untuk terjadinya disintegrasi bangsa cenderung adanya perasaan emosional ketidakpuasan, adanya intervensi luar, chauvinisme atau rasa kebangsaan yang sempit dan masih ciri adanya bahaya laten Snouck Hurgronye (etimolog bangsa Belanda/pemecah belah bangsa Indonesia devide et impera) Kita sebagai bangsa Indonesia harus berjiwa besar dan tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tanpa mencabik-cabik TNI sebagai mitra seperjuangan dalam mengisi kemerdekaan yang telah kita raih bersama-sama dengan barisan Keamanan Rakyat/Tentara Keamanan Rakyat/TNI dalam era revolusi terdahulu. Seyogianya bukalah pintu hati saudara bila mengalami rasa tidak sreg atas tindakan beberapa anggota TNI yang indisipliner atau "salah prosedur" dengan melayangkan surat protes tertutup. Dengan cara ini kita tidak diangap sebagai provokator yang mengobok-obok keutuhan TNI yang justeru sebenarnya milik rakyat Indonesia. Biarkan TNI bertindak mempersatukan sebagian daerah yang bertikai dan daerah yang ingin disintegrasi, tapi ingat buka pikiran-mata dan telinga, ingat tutup mulut - laporkan kesalahan TNI tanpa mengobral di depan umum. Tentara Nasional Indonesia pasti tidak ingin melakukan seperti yang dilakukan Hitler di Eropa, Amerika di Vietnam Selatan, Jepang di Asia Tenggara, Inggris di Malvinas, Westerling di Sulawesi atau Soviet di Chehnya. Kita sebagai Bangsa Indonesia wajib terpanggil untuk ikut mendukung tugas-tugas operasional TNI demi keutuhan dan kesinambungan Negara dari Sabang sampai Merauke, karena revolusi bangsa Indonesia benar-benar belum selesai (the revolution there is no journey's ends) dan revolutie ist een resende van de Indonesische gescheden (revolusi itu gegap gempitanya bangsa Indonesia). Hadi Sulistyo M Jufrie MBA Bale Kembang, Jakarta Timur ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 25 Jan 2000 jam 10:24:34 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
