----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 02 Februari 2000 16:00 UTC

** GUS DUR TIBA DI BELANDA RABU MALAM INI

** CGI MEMBERIKAN BANTUAN 4,7 MILYAR DOLAR

** JOHN MCCAIN MENGALAHKAN BUSH JUNIOR DI NEW HAMPSHIRE

** EKSTRIM KANAN IKUT DALAM PEMERINTAHAN KOALISI AUSTRIA

** TOPIK GEMA WARTA: SIAPA YANG AKAN GANTIKAN WIRANTO SEBAGAI MENKO
POLKAM?

** TOPIK GEMA WARTA: PRESIDEN WAHID KEPALA NEGARA RI PERTAMA YANG
DISAMBUT HANGAT DI BELANDA

** TOPIK GEMA WARTA: BENARKAH TNI DESAK WAPRES MEGAWATI SOEKARNOPUTRI
GANTIKAN GUS DUR?

* GUS DUR TIBA DI BELANDA RABU MALAM INI

Presiden Abdurrahman Wahid Rabu malam ini memulai kunjungan resmi dua
hari di Belanda. Presiden sedang melakukan kunjungan keliling di
negara-negara Eropa, Asia dan Timur Tengah, dengan tujuan membuka
kembali bantuan dan investasi asing untuk Indonesia. Setelah
kedatangannya Gus Dur pertama-tama akan berbicara dengan mantan
Perdana Menteri Ruud Lubbers mengenai masalah Maluku. Menurut seorang
penasihat presiden, Gus Dur hanya ingin meminta nasihat, dan tidak
menginginkan Lubbers untuk berunding langsung dengan pihak-pihak yang
bertikai di Maluku. Setelah itu presiden akan bertemu dengan warga
Indonesia di Belanda di kediaman duta besar Indonesia di Wassenaar.
Kamis besok presiden akan bertemu dengan Perdana Menteri Belanda Wim
Kok, dan mengadakan jamuan makan siang resmi dengan Ratu Beatrix
serta Pangeran Claus. Sesudahnya Gus Dur akan berbicara di depan para
anggota Staten General atau majelis rendah dan tinggi Belanda.

Sementara ini timbul ketegangan di Jakarta setelah Menko Polkam
Wiranto menolak mengundurkan diri dari jabatan sehubungan rekomendasi
KPP HAM Timor Timur. Saat ini beredar isyu bahwa TNI sedang
mempersiapkan kudeta menjatuhkan Wahid. Berita tersebut ditentang
mantan Mendagri Syarwan Hamid, yang menyatakan TNI setia sepenuhnya
kepada presiden.

* CGI MEMBERIKAN BANTUAN 4,7 MILYAR DOLAR

Kelompok Donor Indonesia yang tergabung dalam Consultative Group on
Indonesia (CGI) bersedia memberikan pinjaman kepada pemerintah
sebesar 4,7 milyar dolar. Demikian diumumkan Rabu ini, setelah
perundingan 33 negara donor dan berbagai organisasi keuangan dunia
termasuk Bank Dunia. Dengan pinjaman ini Indonesia ingin mengurangi
defisit negara. Jumlah tersebut lebih rendah dari 5,9 milyar dolar
yang diterima Jakarta tahun lalu, karena Indonesia ingin sebanyak
mungkin membatasi utang yang harus dibayar.

* JOHN MCCAIN MENGALAHKAN BUSH JUNIOR DI NEW HAMPSHIRE

Dalam pemilihan pendahuluan partai di negara bagian New Hampshire,
Amerika Serikat, Senator dari Partai Republik John McCain secara
mengejutkan menang besar dari saingannya Gubernur George Bush Jr.
McCain mendapat 49% suara, sementara Bush hanya 31%, yang sementara
ini telah mengakui kekalahannya. Hingga sekarang Bush dianggap
sebagai calon terbesar Partai Republik untuk pemilihan presiden bulan
November mendatang. Sementara di pihak Partai Demokrat Wakil Presiden
Al Gore menang tipis dari lawannya Senator Bill Bradley. Gore
mendapat 52% suara, sementara Bradley 48%. Hasil pemilihan
pendahuluan di New Hampshire, dianggap sebagai barometer terpenting
menjelang kampanye pemilihan umum presiden di Amerika Serikat.

* EKSTRIM KANAN IKUT DALAM PEMERINTAHAN KOALISI AUSTRIA

Para pemimpin Partai Konservatif OVP dan Partai Ekstrim Kanan FPO,
Rabu ini mencapai kesepakatan mengenai pembentukan pemerintah
koalisi. Demikian diumumkan Wolfgang Schussel dari OVP dan Jorg
Haider dari FPO, sewaktu konperensi pers bersama di ibukota Wina.
Kedua politikus juga menentang kritik yang dilontarkan Amerika
Serikat. 14 negara anggota Uni Eropa menyatakan akan membekukan
hubungan bilateral dengan Austria, apabila Haider ikut berperan dalam
pemerintah baru. Kedua pemimpin partai belum memberikan keterangan
khusus mengenai program pemerintah dan pembagian kursi menteri.
Schussel dan Haider pertama-tama ingin berbicara dengan Presiden
Thomas Klestil, yang masih harus memberikan persetujuannya. Sementara
Israel menyatakan akan memanggil pulang duta besarnya di Wina untuk
jangka waktu yang belum ditentukan, apabila Haider ikut memerintah.

* RUSIA MENGIRIM TENTARA TAMBAHAN KE CHECHNYA

Pemerintah Rusia mengirim bantuan tentara ke Chechnya. Rabu ini
Moskow menugaskan 3500 anggota pasukan para. Hingga sekarang lebih
dari 8000 orang anggota pasukan para yang dilatih khusus ditugaskan
di Chechnya. Kemungkinan mereka harus memulai serangan dengan pihak
pemberontak yang bersembunyi di pegunungan Chechnya Selatan.
Sementara itu pasukan Rusia mulai mempersiapkan diri untuk mengambil
alih ibukota Grozny. Selasa kemarin pihak pemberontak menyatakan
mulai meninggalkan ibukota dan melarikan diri ke pegunungan. Tetapi
panglima pasukan Rusia ragu apakah semua pemberontak telah
meninggalkan Grozny. Diperkirakan masih ada 1000 pejuang yang
bersembunyi di Grozny. Masalah Chechnya juga disinggung sewaktu
pembicaraan antara Presiden ad-interim Rusia Vladimir Putin dengan
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Madeleine Albright.

* INGGRIS DAN IRLANDIA UTARA BERTEMU DI BELFAST

Pejabat pemerintah Inggris dan Irlandia Utara berunding di ibukota,
Belfast, untuk mencari jalan keluar bagi krisis politik terakhir.
Selasa kemarin Perdana Menteri Irlandia Utara, David Trimble
mengancam akan membubarkan pemerintah regional yang baru berusia
delapan minggu, karena Tentara Pembebasan Irlandia Utara IRA belum
memulai proses peletakan senjata. Sebagai balasannya IRA langsung
mengeluarkan pernyataan, bahwa organisasi mereka selalu membela
perdamaian, tetapi tidak menyinggung tentang peletakan senjata.
Menteri Inggris bidang Irlandia Utara Peter Mandelson, Rabu ini akan
datang di Belfast untuk menghadiri pembicaraan tersebut.

* AKSI MOGOK MASSAL DI BANGLADESH

Kehidupan Umum di Bangladesh praktis lumpuh setelah aksi mogok massal
dan demonstrasi anti-pemerintah Rabu ini. Satu orang tewas akibat
sejumlah ledakan bom di ibukota Dhaka. 13 orang lainnya cedera. Pada
malam menjelang aksi mogok massal, pecah konfrontasi antara para
demonstran dan polisi di berbagai kota. Aksi tersebut dilakukan
memprotes pelaksanaan UU anti kriminalitas baru. Dalam UU baru ini
ditetapkan, seseorang dapat dijatuhi hukuman penjara lebih lama, jika
terbukti melakukan tindak kriminalitas kecil seperti pelanggaran lalu
lintas. Para demonstran menuntut pengunduran diri Perdana Menteri
Sheik Hasina. Menurut pihak oposisi di Bangladesh, UU baru ini
digunakan untuk menjatuhkan lawan pemerintah.

* 45 ANGGOTA PBB KEHILANGAN HAK PILIH

45 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa kehilangan hak pilih
mereka, karena mempunyai tunggakan pembayaran yang terlalu besar.
Jumlah negara yang tidak bisa membayar iuran kepada PBB belum pernah
mencapai jumlah sebanyak ini. Sebagian besar dari mereka adalah
negara-negara kecil di Afrika, beberapa negara di Amerika Tengah,
Korea Utara, Irak dan Yugoslavia. Amerika Serikat yang mempunyai
tunggakan pembayaran sebesar 1,2 milyar dolar, akhirnya membayar
tunggakan tersebut pada saat terakhir dan menyelamatkan hak pilih
mereka.

* KERUSUHAN DI UNIVERSITAS MEKSIKO

Lebih dari 250 mahasiswa ditahan di ibukota Meksiko, setelah pecah
pertikaian keras antara mahasiswa dengan para pegawai universitas,
Selasa kemarin. Dalam kerusuhan yang juga melibatkan polisi, 40 orang
dinyatakan cedera. Kerusuhan ini pecah di kampus universitas
terpenting di Meksiko, yang mempunyai 270.000 orang mahasiswa. Sejak
akhir April tahun lalu universitas ini tidak bisa berfungsi normal,
karena rangkaian aksi mogok sehubungan rencana kenaikan uang kuliah.
Walaupun usulan ini akhirnya dicabut, ratusan mahasiswa menolak untuk
menghentikan aksi mereka. Pemerintah Meksiko telah berulang kali
menyatakan tidak akan ikut campur dalam masalah tersebut. Belum lama
ini mayoritas besar mahasiswa menetapkan lewat referendum untuk
mengakhiri aksi mogok mereka.

* SIAPA YANG AKAN GANTIKAN WIRANTO SEBAGAI MENKO POLKAM?

Intro: Gus Dur sudah mendesak Wiranto agar mundur. Tetapi Wiranto
tetap menolak. Untuk mempertahankan prestigenya sebagai Kepala Negara
tentu Gus Dur harus bersikap konsekuen. Sebaliknya Wiranto
mempertahankan prestige pribadinya. Maka para pengusaha di Indonesia
pun mulai kuatir. Siapa sesungguhnya yang mendukung Gus Dur? Laporan
rekan Syahrir dari Jakarta:

CGI, kelompok donor Indonesia Rabu kemarin berkomitmen pinjaman
kepada pemerintahan Gus Dur sebesar 4,7 milyar dolar. Menurut Menko
Ekuin Kwik Kian Gie pinjaman ini lebih sedikit bila dibandingkan
dengan pinjaman tahun anggaran 1999-2000 yang berjumlah sekitar 5,9
milyar dolar. Pada pokoknya Kwik ingin memberikan kesan, pemerintah
tidak mau menambah utang negara. Selama dua hari, di depan Bank
Indonesia dilangsungkan aksi-aksi protes yang menentang penambahan
utang. Pertemuan pejabat-pejabat pemerintah dengan CGI memang
diadakan di Bank Indonesia yang sudah bangkrut itu.

Ribuan buruh dan LSM yang tergabung dalam Koalisi Anti Utang mendesak
agar negara-negara donor menghapus 30% utang yang telah dicuri para
pejabat. Bahkan kemarin ada LSM yang meminta CGI tidak membantu kalau
pemerintah tidak serius memberantas KKN dan membersihkan birokrasi.
Maka kemarin diumumkan komitmen 4,7 milyar dolar komitmen itu,
dimasukkan 250 juta dollar dalam bentuk hibah. Ini dapat dikatakan
merupakan tanggungjawab CGI atas kebocoran utang luar negeri akibat
praktek KKN aparat pemerintah Soeharto dan Habibie. CGI pun  ikut
membiayai kebutuhan biaya penegakan hukum yang antara lain akan
dijalankan oleh Jaksa Agung Marzuki Darusman.

Tetapi kini pun orang sudah banyak meragukan kemampuan Marzuki
Darusman di bidang itu. Selama tiga bulan ini kecuali mengejar
lawan-lawan lamanya dalam kasus Bank Bali, Marzuki sama halnya dengan
Andi Ghalib tidak berkutik menghadapi kasus KKN Soeharto dan
kroni-kroninya. Bahkan ada yang mendengar Marzuki Darusman yang dekat
dengan Wiranto itu sudah siap-siap mengeluarkan surat SP3 untuk
Wiranto, tiga bulan setelah Wiranto mengundurkan diri. Marzuki
Darusman dalam suatu diskusi yang  disiarkan melalui televisi, sempat
mengatakan:"I was made by Soeharto", atau "Saya dibentuk oleh
Soeharto. Tetapi siapa sih yang tidak?", tanya Marzuki seminggu
setelah dia ditunjuk sebagai Jaksa Agung. Maka kini dari kalangan
kelompok-kelompok reformis anti Soeharto ada usul agar Marzuki
Darusman diganti oleh Marsillam Simanjuntak yang kini menjabat
Sekretaris Kabinet.

Marsillam memang menentang Soeharto selama 30 tahun, pernah
dipenjarakan selama dua tahun serta tidak pernah masuk Golkar dan
CSIS-Opsus yang merupakan basis Marzuki Darusman, Erna Witoelar,
Sarwono Kusumaatmadja dan Sofyan Wanandi. Marzuki  bersama Khofifah
saat ini merupakan calon-calon kuat untuk menjabat Mensesneg yang
ditinggalkan Ali Rahman. Sedangkan jabatan Menko Polkam yang akan
ditinggalkan Wiranto kabarnya akan diserahkan Gus Dur kepada Agum
Gumelar, Menteri Perhubungan saat ini. Laksamana Widodo akan
menggantikan Juwono Sudarsono selaku Menteri Pertahanan, karena
putera Cirebon itu sudah sakit-sakitan. Dan yang akan menjabat
sebagai Panglima TNI adalah Agus Wijaya, yang tidak condong ke
mana-mana. Tidak ke kelompok Tyasno/Prabowo maupun ke Wiranto/Fajrul.

Akibat "perang dingin" Gus Dur-Wiranto akhir-akhir ini, pasar valuta
asing di Jakarta selama dua hari sepi. Rupiah di pasar spot antar
bank Jakarta pun melemah kemarin, pada level 7.435 dan 7.485. Menurut
seorang dealer pasar valuta asing, sebagian besar peserta menarik
diri dan menahan dolar. Mereka menunggu perkembangan politik yang ada
setelah muncul polemik antara Gus Dur dan Wiranto yang menyatakan
tidak akan mengundurkan diri. Mereka pun mendengar isyu, 51 jenderal
akan mendukung Wapres Megawati sebagai alternatif orang kuat.
Indikasi sepinya pasar uang bisa dilihat dari angka fluktuasi yang
rendah. Rentang fluktuasi selama dua hari hanya berkisar 50 poin saja
sedangkan pekan lalu sampai 200 poin. Jaminan para kepala satf bahwa
TNI tidak akan akan melakukan kudeta ternyata belum mampu meyakinkan
pasar.

Tetapi benarkah Wiranto tidak akan mundur? Hal ini tidak diyakini
seorang yang kenal dekat dengan Wiranto. Tetapi beberapa pentolan
mantan pendukung B.J. Habibie dan Soeharto, kini berharap dapat
menjadikan Wiranto sebagai panji utama yang bisa mempersatukan semua
kekuatan anti Gus Dur. Harian Rakyat Merdeka misalnya menulis
Jenderal Wiranto tidak akan menyerah begitu saja. Wiranto memang
masih bisa melawan. Wiranto menurut Rakyat Merdeka berjasa besar
karena berhasil mengamankan dua kali suksesi. Hartono Mardjono
anggota DPR dari Partai Bulan Bintang mengatakan, Wiranto tidak perlu
mundur. Rekomendasi Komnas HAM sangat terburu-buru, katanya. Bahkan
pengamat lain, Rustandi mengatkan tidak ada aturan seorang menteri
harus mengundurkan diri karena masalah hukum yang belum jelas.
Wiranto bukan tersangka, ujarnya.

Sebaliknya kalangan pendukung Gus Dur meski mengakui bahwa Wiranto
terjebak masalah Timor Timur karena Habibie, yang melihat Wiranto
sebagai saingannya ketika itu, mengatakan ini merupakan hukum karma.
Wiranto dulu menginstruksikan menembaki para mahasiswa pada peristiwa
Semanggi Satu atas permintaan orang-orang seputar Habibie. Namun
Tuhan itu maha-adil yang mendengarkan jeritan darah  para mahasiswa
yang berseru-seru kepada  khalik mereka, katanya. Maka Wiranto kini
harus turun tahta dan diadili.

* PRESIDEN WAHID KEPALA NEGARA RI PERTAMA YANG DISAMBUT HANGAT DI
BELANDA

Beberapa jam lagi, tepatnya pukul enam sore waktu Eropa Tengah atau
tengah malam Waktu Indonesia Barat, Presiden Abdurrahman Wahid dan
rombongan, akan tiba di Negeri Belanda untuk kunjungan resmi selama
satu setengah hari. Meski ini adalah kunjungan kedua seorang Kepala
Negara RI, namun Abdurrahman Wahid alias Gus Dur adalah presiden RI
pertama yang disambut hangat oleh Sri Ratu, pemerintah dan khalayak
umum di Belanda. Beberapa catatan redaksi di Hilversum:

Belanda bukanlah negeri yang asing bagi Gus Dur. Ketika Orde Baru
dihujat di Eropa tahun 70an, Gus Dur belajar di Irak, tapi sering
pergi ke Eropa, yaitu ke Jerman dan Belanda. Ketika Presiden Soeharto
disambut demonstrasi di Belanda hingga terpaksa menyingkat kunjungan
empat harinya menjadi hanya dua hari, di awal September tahun 70, Gus
Dur masih menimba ilmu di Baghdad. Di kala musim panas, Gus Dur dan
teman-temannya pergi ke Belanda, dan tinggal lama secara ilegal di
Den Haag, bekerja menyeterika baju di pelabuhan Rotterdam atau
memungut umbi di kebun-kebun dekat Waalwijk.

Jadi, lain Soeharto, lain Gus Dur. Soeharto, dan pengejaran massa
tahun 65-66 di Indonesia, waktu ke Belanda dihujat publik, karena
mengingatkan Eropa akan pengalaman Eropa di bawah Nazi-Jerman. Gus
Dur menyadari hal itu, dan sekarang, dia sebagai Kepala Negara RI,
akan disambut hangat oleh Ratu dan pemerintah Belanda, sebab dialah
Presiden pertama RI yang terpilih secara demokratis.

Semula, Gus Dur akan datang sebagai kunjungan-kerja, jadi bisa lebih
lama. Tetapi simbolik menyambut demokrasi baru Indonesia rupanya
mendorong kunjungan ini bersifat resmi. Kunjungan ini pun bukan
bersifat kenegaraan, karena Gus Dur tidak sempat singgah di
Amsterdam, ibukota Belanda.

Pendahulu Gus Dur, Presiden BJ Habibie kenal Belanda, tapi tak sempat
berkunjung selaku Kepala Negara. Presiden pertama RI Soekarno konon
pingin banget melihat Belanda tapi impian itu tidak terwujud.

Mirip Soekarno dan Habibie, Gus Dur mengenal geografi dan bahasa
Belanda. Tetapi berbeda dengan ketiga pendahulunya, Gus Dur mengenal
Belanda dari kehidupan di tingkat akar rumput, sampai mengembangkan
jaringan koneksinya di kalangan aktivis hak asasi manusia, politisi
dan ilmuwan. Setiba di Den Haag, Presiden Wahid akan disambut Ratu
Beatrix dan suaminya Pangeran Claus dengan upacara selamat datang di
Istana Noordeinde, di pusat kota Den Haag. Nanti malam sebelum
bertemu masyarakat Indonesia di Belanda, Gus Dur akan bertemu dengan
pimpinan Universitas Twente yang bermaksud menganugerahkan gelar
Doctor Honoris Causa kepada Presiden RI.

Hari Kamis besok acaranya maraton, dimulai dengan pembicaraan dengan
PM Wim Kok, lalu Gus Dur dan delegasinya yang sarat dengan usahawan
itu harus meyakinkan dunia usaha Belanda tentang perlunya menanam
modal kembali di Indonesia. Ibu Negara Sinta Nuriyah, selain menonton
pameran Senirupa Islam di Amsterdam, juga akan berdiskusi dengan
sejumlah LSM Belanda, tentang masalah perempuan.

Acara jamuan makan siang dengan Ratu Beatrix dan Pangeran Claus,
berlangsung dengan dihadiri oleh para anggota kabinet, wakil dunia
usaha dan dunia akademi. Ini memperlihatkan kepentingan timbal balik
Indonesia dan Belanda untuk bekerjasama di berbagai bidang.

Gus Dur sendiri, jauh sebelumnya, tampaknya, sudah berancang-ancang.
Awal September lalu, sebelum terpilih jadi presiden, Gus Dur melawat
ke Belanda dan diterima dengan hormat oleh Wakil Perdana Menteri
Annemarie Jorritsma, dan sempat berbincang berjam-jam dengan teman
lamanya, yaitu mantan Perdana Menteri Ruud Lubbers. Tapi Gus Dur
gagal menemui Menteri Luar Negeri Jozias van Aartsen dan Menteri
Kerjasama Pembangunan Eveliene Herfkens. Media massa Belanda lalu
mengkritik staf kedua kementerian itu karena tidak tahu siapa Gus
Dur. Gus Dur sendiri ketika itu berbisik kepada temannya, biarinlah,
nanti saya akan datang lagi, tapi, sebagai Presiden RI.

Ramalan itu benar. Dan, ironisnya, setelah diprovokasi media, Menteri
Kerjasama Pembangunan Herfkens mendadak berangkat ke Jakarta November
lalu, dan dengan antusias ia mengumumkan akan memulihkan bantuan
Belanda kepada Indonesia.

Satu isu mencolok akan menyambut Gus Dur di Belanda. Itulah soal
kekerasan di Maluku. Baik pemerintah Belanda maupun masyarakat Maluku
di Belanda sangat menantikan penjelasan Gus Dur tentang gagasannya
mengajak mantan Perdana Menteri Ruud Lubbers untuk mengambil peran.
Menurut sumber-sumber kami, maksudnya bukan meminta Lubbers menjadi
penengah kelompok-kelompok yang bertikai di Maluku, melainkan
mengajaknya sebagai penasehat masalah Maluku dan menyiapkan
pembangunan kembali Maluku kelak.

Maklum, Gus Dur adalah seorang yang berpikir strategis. Dia tahu
Lubbers seorang pemimpin dengan koneksi Eropa yang luas, dan adalah
Lubbers yang pernah mencapai sepakat dengan masyarakat Maluku di
Belanda tentang repatriasi. Lebih jauh, dengan upayanya membantu
orang Maluku di Belanda, termasuk beberapa tokoh RMS, supaya membantu
masyarakat Maluku di Indonesia, Gus Dur berhasil mengalihkan mereka
dari gagasan separatis membentuk negara merdeka RMS, menjadi
kemanusiaan, membantu Maluku yang dilanda bencana. Dengan begitu
mereka paling tidak untuk sementara, memparkir gagasan RMS di kantong
- kecuali si presidennya RMS, Tutuhatunewa, yang tetap berobsesi RMS.

Jadi, tidak mengherankan, jika Gus Dur dalam kunjungan ini akan
disambut dengan demonstrasi Maluku yang disebut "demonstrasi
simpati", meski ada juga yang akan memprotes kekerasan yang berlanjut
di Maluku. Pendek kata, kunjungan Presiden Gus Dur ini, meski pendek,
diduga bakal hangat dan simbolik karena membuka halaman baru bagi
hubungan Indonesia dan Belanda yang di masa lalu sering pasang surut.

* BENARKAH TNI DESAK WAPRES MEGAWATI SOEKARNOPUTRI GANTIKAN GUS DUR?

INTRO: Desakan agar Jenderal Wiranto mundur akhirnya datang dari
kalangan TNI, meskipun sebagai institusi, TNI masih menunggu tindak
lanjut Jaksa Agung terhadap rekomendasi KPP HAM. Mantan Mendagri
Letnan Jenderal Purnawirawan Syarwan Hamid mengatakan, sebaiknya
Wiranto mundur, apalagi Presiden Abdurrahman Wahid menganjurkannya.

SYARWAN HAMID [SH]: Yang penting itu sebetulnya apa yang disampaikan
oleh Gus Dur sendiri, sebagai orang yang mengangkat Pak Wiranto.
Bahwa dia meminta Pak Wiranto mundur. Saya kira kalau presiden yang
mengangkat menteri-menterinya meminta menterinya mundur, yah
sebaiknya itu ditanggapi saya kira oleh Pak Wiranto. Ya, kalau saya,
lebih baik mundur. Itu bukan berarti dia salah, tetapi sulit Pak
Wiranto bisa bekerja dalam situasi orang yang menggunakannya sendiri
beranggapan bahwa dia sebaiknya tidak menempati pos itu lagi.

RADIO NEDERLAND [RN]: Jadi yang intinya di sini pada Gus Dur, Pak
Syarwan?

SH: Betul, terutama Gus Dur yang mengangkat kan. Mungkin Gus Dur
nggak perlu minta, itu kan basa-basi saja tentunya. Beliau bisa
mengatakan bahwa Pak Wiranto mundur saja. Kan begitu? Istilahnya
bahasa halusnya meminta mundur.

RN: Kelihatannya sampai saat ini Pak Wiranto masih bertahan dan tidak
mau mundur. Pak Syarwan melihat ini punya dampak yang lebih jauh?

SH: Saya kira tidak. Itu tidak akan mengurangi proses-proses
penyelidikan itu. Saya kira tidak akan mempengaruhi itu. Sebab nanti
kalau seandainya pemerintahan itu berjalan, akan ada mekanisme
prosedur yang dilalui. epada seorang pejabat bagaimana, kepada
anggota DPR/MPR bagaimana. Ada ketentuannya itu. Ini barangkali soal
pertanggung jawab moral saja. Atau barangkali Pak Wiranto perlu
berkonsentrasi lebih penuh, ada upaya untuk menangani proses
penyelidikan itu.

RN: Dengan adanya KPP HAM dan rekomendasinya ini, TNI secara
keseluruhan atau sebagai institusi memang benar-benar ditantang
begitu, Pak Syarwan?

SH: Saya bisa menduga bahwa kekecewaan itu akan berkembang di
berbagai pihak di TNI. Saya kira itu wajar saja yah. Karena di TNI
itu ada semacam solidaritas, kebersamaan. Itu tentunya ada pengaruh.

RN: Tetapi barangkali tidak samapi kepada isyu yang selama ini
mengatakan, bahwa akan terjadi kudeta?

SH: Tidak akan sejauh itu. Tapi ini bagi pengambil keputusan suasana
psikologis seperti itu perlu mendapatkan perhatian yang sewajarnya.
Kita tidak bisa mengabaikan begitu saja suasana aman yang selama ini
sudah terbangun.

Kekecewaan di kalangan TNI semakin luas karena KPP HAM menyebut
nama-nama jenderal yang yang terlibat pelanggaran hak asasi di Timor
Timur. Kekecewaan ini akan menuju kepada apa yang disebut skenario
Ekuador, yaitu militer mendesak Wakil Presiden untuk menggantikan
presiden. Kemungkinan ini tetap ada, meskipun kecil, demikian
pengamat politik dari UI, Nur Iman Subono:

NUR IMAN SUBONO [NIS]: Saya kira itu mungkin-mungkin saja terjadi.
Tapi dengan mengatakan Ekuador skenario saya kira terlalu jauh.
Karena dua negara ini tidak bisa dibandingkan. Di Ekuador situasinya,
masyarakat Indian di sana memang begitu dimarginalkan secara sosial,
politik dan ekonomi. Saya kira upaya dari militer untuk memberi
kesempatan mereka kemarin mengadakan demonstrasi besar-besaran dan
kemudian memaksa presiden yang terpilih untuk mundur, itu tidak
berarti bahwa mereka punya kepentingan yang sama. Saya kira militer
punya agendanya sendiri. Jadi semacam mereka "menggunakan masyarakat
Indian untuk memaksa presiden pertama mundur". Jadi saya tidak
melihat skenario itu agak sama.

Karena untuk kasus Indonesia, biar gimana seperti saya katakan tadi.
Dua pemimpin ini, presiden dan wakil presiden, secara riil, legitim,
mereka terpilih dan mereka punya basis massa yang jelas di dalam
masyarakat. Karena kalau mereka menerima skenario seperti ini berarti
mengadu-domba di antara basis dukungannya mereka sendiri di tingkat
masyarakat.

RN: Memang dua negara ini tidak bisa dibandingkan. Tetapi apakah
dalam kondisi yang sekarang ini anda melihat itu sebagai suatu
kemungkinan? Misalnya beberapa kalangan TNI yang merasa kecewa,
kembali merangkul Wakil Presiden Megawati. Dan kemungkinan itu tetap
ada meskipun kecil.

NIS: Ya kemungkinan itu saya kira tetap ada. Apalagi kalau dikaitkan
misalnya dengan kesehatan presiden. Tapi saya kira perhitungan dari
Mega, juga dia sadar sekali bahwa ada dukungan massa yang besar di
belakang dia. Dan kedua juga dia harus perhitungkan Poros Tengah juga
pasti akan bereaksi.

RN: Apakah anda melihat kecenderungan dari para TNI yang juga
dikecewakan oleh laporan KPP HAM ini, untuk mencari pihak-pihak
tertentu atau kelompok tertentu dalam kalangan sipil, untuk
memperkuat posisi mereka kemudian? Mungkin dalam hal ini figusrnya
Megawati?

NIS: Ya, memang negosiasi, tawar menawar pasti terjadi. Apakah itu
secara public atau di belakang layar. Militer sekarang khususnya
Agkatan Darat adalah dalam posisi yang "defense" (bertahan, Red.)
dalam beberapa tahun terakhir ini. Mereka merasa sudah banyak
melakukan untuk merespons desakan reformasi, desakan dari berbagai
pihak. Jadi saya kira "bargaining" (tawar menawar, Red.) itu ada.
Mencoba mempengaruhi kalangan sipil. Tapi buat kalangan sipil sendiri
kan, mereka juga harus berpikir bahwa memang posisinya adalah
sekarang atau tidak pernah sama sekali.

Yang saya maksud adalah mereka juga cukup merasakan ketika kekuasaan
militer begitu dominan pada masa lalu. Seharusnya mereka berpikir
bahwa ini momentum untuk perubahan. Kalau mereka memberi konsesi
bermain-main lagi seperti dulu, bisa jadi situasinya akan berbalik
lagi. Dan itu secara sosial politik sebetulnya di dalam jangka
panjang tidak menguntungkan. Upaya itu saya kira ada. Itu wajar dalam
posisi bertahan, tentu mereka mencoba mencari pengaruh, mencoba
mencari akses untuk mendukung mereka. Saya kira ada.

Demikian wawancara dengan mantan Mendagri Letnan Jenderal Syarwan
Hamid dan Nur Iman Subono, pengamat politik dari UI.

---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 4 Feb 2000 jam 08:37:11 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke