---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 08/III/13-19 Maret 2000 - ------------------------------ BARISAN SAKIT HATI SILAHKAN MUNDUR (PERISTIWA): Kabar mundurnya sejumlah jendral klik Wiranto sengaja digulirkan untuk menarik perhatian masyarakat. Namun, upaya itu gagal. Jendral TNI Wiranto banyak dirubung para perwira tinggi TNI ketika hadir di hari ulang tahun Kostrad, di Markas Brigade Infanteri 1/Kostrad, Cilodong, Bogor, pekan lalu. Sementara, Mayjen TNI Agus Wirahadikusumah, dikucilkan dan tak sepatah sapaanpun muncul dari mulut Wiranto ketika ia menyalami Agus. Para perwira tinggi yang hadir di Cilodong adalah para perwira pro Wiranto yang sebentar lagi akan diganti, seperti Pangkostrad Letjen TNI Djadja Suparman, tuan rumah acara itu, Kasum TNI, Letjen TNI Suaidi Marassabessy dan lain-lain. Jadi, maklum saja jika Agus terkucil di komunitas itu, karena memang bukan habitatnya. Namun, akhir Maret nanti, peristiwa pengkucilan semacam itu tak akan terjadi lagi, karena Agus pada saat itu, sudah menjadi orang paling berkuasa di Kostrad, menggantikan Djadja. Jadi, kalau Wiranto bersikap tak menggubrisnya di acara Kostrad pekan lalu, itu akan menjadi sikap Wiranto yang terakhir kali. Pertemuan Wiranto-Umar di Markas Kostrad itu adalah yang pertama sejak konflik keduanya memuncak menjelang pencopotan Wiranto dari Menko Polkam. Semula, KSAD, Jendral TNI Tyasno Sudarto akan mendamaikan dua jendral itu, namun Wiranto menolak. Dari acara itu, kemudian muncul berita di The Straits Times, ada sejumlah (belasan) perwira tinggi TNI yang akan mundur, memprotes mutasi perwira tinggi TNI baru-baru ini. Sumber berita ini adalah seorang perwira tinggi yang kecewa yang tak mau disebutkan namanya. Dan, berita itu juga tidak menyebut nama para jendral itu. Namun, siapa saja jendral-jendral yang berencana mundur itu bisa didaftar namanya. Mereka adalah para jendral yang karena mutasi ini tak memiliki jabatan apapun. Yang pertama adalah Letjen TNI Suaidi Marassabessy (mantan Kasum), Mayjen TNI Kivlan Zein (mantan Koordinator Staf Ahli Panglima TNI), Letjen TNI Djadja Suparman, Mayjen TNI Sudrajat (mantan Kapuspen TNI, kini "terperangkap" di jabatan Staf Ahli Panglima TNI Bidang Ekonomi dan Keuangan), kemungkinan juga Jendral TNI Fachrul Razi (Wapang TNI), yang merasa tak bisa leluasa bergerak, dan tentu saja Wiranto yang kini luntang-lantung. Tapi, berita itu dibantah oleh Letjen Suaidi. Ia tak akan mundur (meminta pensiun dini dari dinas aktif). Ia hanya menolak pos baru yang diberikan kepadanya sebagai Komandan Kodiklat TNI menggantikan Letjen TNI Sumardi. Panglima TNI Laksamana Widodo AS juga membantah kabar itu. Entah benar entah tidak kabar itu, mutasi kali ini memang menyakitkan bagi sejumlah jendral. Yang paling merasa sakit adalah Djadja. Ia bilang, karirnya jatuh karena orang-orang Gus Dur membisiki bahwa ia dekat dengan kalangan Islam garis keras yang selama ini memusuhi Gus Dur. Salah satu alasan pencopotan Djadja memang karena kedekatannya dengan kelompok itu, sama seperti alasan mencopot Kapolda Metrojaya, Mayjen Pol Noegroho Djajusman. Dan, itu bukan bisikan, tapi laporan intelijen yang datangnya dari BAIS, dan itu merupakan laporan lama, jauh sebelum dilakukan mutasi. Isi laporan BAIS itu antara lain berbunyi: "Ada kekuatan-kekuatan milisi berbasis Islam garis keras yang digalang oleh Pangkostrad Letjen Djadja Suparman dan Kapolda Mayjen Nugroho Djajusman. Mereka dibantu oleh antara lain: Mayjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin dan Mayjen TNI Sudi Silalahi (Pangdam V/Brawijaya). Kelompok jendral ini didukung oleh Jendral TNI Fachrul Razi (Wapang TNI)." Orang lain yang merasa sakit hati tentu saja Kivlan Zein, lulusan Akmil 1971. Ini kedua kalinya ia diparkir sebagai Pati Mabes TNI. Pertama ketika ia dicopot dari jabatan sebagai Kepala Staf Kostrad (Kaskostrad) tanpa sempat membela diri, dan hanya menjadi Pati Mabes Angkatan Darat, menyusul pencopotan Letjen TNI Prabowo dari Pangkostrad. Selama enam bulan ia nganggur, sampai Wiranto menolongnya dan mengangkatnya sebagai Koordinator Satf Ahli Panglima TNI. Kivlan, bagaimanapun punya hutang budi pada Wiranto, kendati Wiranto adalah musuh patronnya: Prabowo. Kini, ia mengalamai nasib yang sama. Gus Dur memang tidak sreg dengan jendral ini. Gus Dur pernah menuduh Kivlan sebagai provokator kerusuhan Ambon. Sumber berita Strait Times bisa Kivlan, bisa juga Djadja. Ada sumber yang mengatakan, isu ini sengaja dilempar oleh kelompok Wiranto melihat reaksi publik dan pemerintahan Gus Dur. Namun, bagi perwira militer, pengunduran diri sama artinya dengan bunuh diri, karena kekuatan seorang perwira adalah pangkat dan dinas aktifnya. Ketika perwira bersangkutan pensiun, ia tak lagi memiliki kekuasaan apapun atas hirarki militer. Dan, kedudukannya akan segera digantikan oleh perwira lain yang deretan antriannya cukaup panjang. Tampaknya tidak ada masalah jika para jendral klik Wiranto, yang memang tak memiliki garis komando itu meminta pensiun dini. Mungkin, karena reaksi masyarakat, terutama para intelektual yang mempersilakan para jendral itu mundur, Suaidi buru-buru membantahnya. Cara ini, tampaknya tak populer. Dan, kelompok jendral ini, tampaknya juga tak didukung oleh masyarakat kebanyakan. Jadi, selamat menunggu masa pensiun tiba Pak Suaidi dan kawan-kawan. (*) - --------------------------------------------- Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] - ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 11 Mar 2000 jam 16:31:48 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
