---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 16 Maret 2000 15:50 UTC ** TIMOR LESTE GELAR PEMILU PERTENGAHAN TAHUN DEPAN ** PENGUASA SERBIA BREDEL STASION TELEVISI KELOMPOK OPOSISI ** CLINTON DAN CHIRAC INGIN RAPAT DARURAT GRUP KONTAK YUGOSLAVIA ** PASUKAN TAIWAN SIAGA MENGHADAPI ANCAMAN CINA ** TOPIK GEMA WARTA: SIAPA YANG HARUS MEMPERTANGGUNGJAWABKAN ANGGARAN TNI? ** TOPIK GEMA WARTA: LEBARAN HAJI DI ACEH TIDAK SEMERIAH BIASANYA * TIMOR LESTE GELAR PEMILU PERTENGAHAN TAHUN DEPAN Pertengahan tahun depan kemungkinan besar akan diselenggarakan pemilihan umum di Timor Leste, demikian ketua komisi PBB untuk Timor Timur UNTAET, Sergio Vieira de Mello. Pemilu parlemen baru akan dilaksanakan setelah PBB mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin Timor Timur. Mereka antara lain akan membicarakan pembentukan undang-undang dasar. De Mello akan mengawali pembicaraan Agustus mendatang bertepatan dengan kongres CNRT. Di samping itu para tokoh politik Timtim masih harus membicarakan pembentukan partai-partai politik. Pekan depan De Mello akan membentuk sebuah komisi yang mengurus kepegawaian di Timor Timur. Negara tersebut kemungkinan akan memiliki sekitar tujuh ribu pegawai negeri. * PENGUASA SERBIA BREDEL STASION TELEVISI KELOMPOK OPOSISI Pemerintah Serbia menutup stasion televisi milik kelompok oposisi. Polisi kota Pirot di Serbia Selatan mengakhiri penayangan televisi dan menyita instalasi pemancar. Pembredelan stasion televisi ini merupakan gelombang operasi Beograd terhadap pemancar-pemancar swasta yang indipenden. Bulan ini saja sudah tujuh pemacar dipaksa tutup. Di samping itu masih banyak stasion televisi lain yang diancam akan dibredel, antar lain Studio B, sebuah pemancar televisi ternama. Menurut Beograd, stasiun-stasiun tadi terpaksa ditutup karena tidak memiliki ijin penayangan dan tidak membayar pajak penggunaan frekwensi. * CLINTON DAN CHIRAC INGIN RAPAT DARURAT GRUP KONTAK YUGOSLAVIA Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan rekannya dari Prancis Jacques Chirac menghendaki agar Grup Kontak bekas Yugoslavia secepatnya mengadakan rapat. Kedua kepala negara mulai mencemaskan ketegangan di Kosovo saat ini. Kota multi-etnik Mitrovica mulai dilanda kerusuhan antara bangsa Serbia dan warga etnik-Albania. Rabu kemarin pasukan perdamaian KFOR Prancis kembali bentrok dengan massa Serbia yang mengamuk. Massa geram ketika diminta meninggalkan jembatan pemisah bagian Serbia dan etnik Albania. Pasukan KFOR terpaksa menggunakan gas air mata untuk menghalau massa. Clinton dan Chirac menghendaki agar Grup Kontak segera mengambil sikap terhadap apa yang mereka sebut 'ekstrimisme dengan segala bentuk'. Grup kontak bekas Yugoslavia yang beranggotakan Amerika, Prancis, Inggris, Jerman, Italia dan Rusia, sudah beberapa bulan tidak pernah berkumpul. * PASUKAN TAIWAN SIAGA MENGHADAPI ANCAMAN CINA Pasukan Taiwan disiagakan penuh karena ancaman Perdana Menteri Cina Zhu Rongji. Sebelumnya, perdana menteri Cina itu mengancam rakyat Taiwan agar pada pemilu Sabtu mendatang, tidak memilih calon yang memperjuangkan kemerdekaan. Seorang calon kuat partai oposisi, Chen Shui-bian adalah pendukung kemerdekaan Taiwan. Cina menganggap Taiwan sebuah propinsi yang membangkang dan Beijing mengancam perang apabila Taiwan melepaskan diri. Menteri Pertahanan Amerika William Cohen yang saat ini berkunjung di Jepang, mengimbau Cina dan Taiwan agar mencari pemecahan damai. Sementara itu Beijing memperingatkan Amerika supaya tidak mencampuri urusan ini. Amerika yang selalu mendukung Taiwan, kini juga berupaya merangkul Cina, karena kepentingan ekonomi. * JEPANG HUKUM EMPAT TAHUN PENJARA SEORANG MANTAN MENTERI Mantan Menteri Tenaga kerja Jepang, Toshio Yamaguchi dijatuhi hukuman empat tahun penjara. Mantan pejabat teras 59 tahun itu antara lain dinyatakan terbukti korup dan menggelapkan uang negara. Menurut pengadilan ibukota Tokyo, Yamaguchi menggunakan surat palsu untuk meminjamkan uang sebesar 26 juta dollar bagi perusahaan keluarganya. Pangacara Yamaguchi menyatakan naik banding atas vonis itu. Akhir tahun 1995 Yamaguchi ditangkap setelah parlemen Jepang mancabut status kekebalan hukum mantan Menteri Tenaga kerja pada tahun 1980an itu. * PAKISTAN HUKUM MATI SEORANG PEMBUNUH ANAK-ANAK Pengadilan Pakistan menvonis hukuman mati seorang pria dengan tuduhan membunuh 100 anak-anak jalanan. Menurut sang hakim, pria 38 tahun itu harus dihukum mati, dengan cara persis seperti sebagaimana ia membunuh para korbannya. Pria keji tersebut membantai para korban dengan mencekik leher mereka kemudian memotong mayat menjadi 100 bagian lalu dimasukkan ke dalam air keras untuk diawetkan. Seorang pelaku lain juga dijatuhi hukuman serupa, sementara dua terdakwa lainnya dijatuhi empatbelas tahun penjara. Pria tersebut menyatakan naik banding. Kendati ia awalnya mengakui tindak kejahatan itu, namun akhirnya menarik kesaksian dengan alasan ceritanya hanya karangan belaka dan sekedar ingin menarik perhatian media. Di rumahnya, di Lahore, polisi tidak menemukan sisa-sisa mayat, tapi hanya menemukan sejumlah pakaian anak-anak dan buku harian berisi cerita-cerita sadis. Sementara itu Menteri Dalam Negeri Pakistan, Moinudin Haider, mengecam keras vonis tersebut. Ia beranggapan cara mengakhiri nyawa dengan mencekik dan memotong-motong bertentangan dengan hak-hak asasi manusia. * MENJELANG KUNJUNGAN BILL CLINTON INDIA DIKEJUTKAN BOM Beberapa hari menjelang kunjungan Presiden Amerika Bill Clinton ke India, ibukota New Delhi dikejutkan ledakan bom. Sebuah bom meledak di tengah pasar kota lama New Delhi, sedikitnya tujuh orang luka-luka, dua di antaranya cedera parah. Menurut pihak berwajib, bom disembunyikan di dos sepatu, tidak jauh dari sebuah toko. Hingga saat ini belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas aksi tersebut. Sehubungan kunjungan Presiden Bill Clinton beberapa hari mendatang, sarana keamanan ibukota New Delhi sangat diperketat. Ahad mendatang Presiden Bill Clinton mengawali lawatan enam hari di negara-negara Asia-Selatan. * BANTUAN PEMBANGUNAN BELANDA DINILAI KURANG EFEKTIF Bantuan pembangunan Belanda di bidang bangunan air dipandang kurang efektif, demikian kesimpulan pejabat kementerian Luar Negeri Belanda. Dalam laporannya dinyatakan bahwa bantuan Belanda sekitar setengah milyar dolar untuk Bangladesh, India, Mozambik dan Mesir tidak mencapai hasil yng diharapkan. Pada tahap awal, bantuan memang tercapai dengan baik antara lain pada perluasan sarana air minum dan perbaikan instalasi pengairan. Pada tahap berikutnya negara-negara penerima bantuan dipandang kurang memperhatikan pelatihan tenaga ahli, kebijakan dan pengelolaan demikian laporan kementerian Luar Negeri Belanda. * SIAPA YANG HARUS MEMPERTANGGUNGJAWABKAN ANGGARAN TNI? Badan Pemeriksa Keuangan, BPK, dewasa ini sedang melakukan audit dana-dana yang dihabiskan Mabes TNI selama tahun 1998 dan 1999. TNI menghabiskan dana sampai Rp. 1,34 trilyun untuk menanggulangi kerusuhan sejak Mei 1998. Bagaimana TNI bisa memperoleh dana sebesar itu? Berikut kami bacakan laporan rekan Djohan Talisipat yang dikirimkan dari Mabes ABRI di Cilangkap: Jumlah sebesar ini, oleh kalangan pemimpin LSM dan mahasiswa dianggap sebagai biaya mempertahankan pemerintahan statusquo semasa Habibie. Dana ini oleh kalangan anggota DPR Panitia Anggaran dinilai terlampau besar. Meski ada yang mengakui bahwa saat ini TNI lebih transparan ketimbang di masa Soeharto. Dahulu pengeluaran dana di luar anggaran rutin yang tercantum di APBN dirahasiakan TNI. Soalnya, dana-dana yang dikeluarkan itu selain untuk menjajah Timor Timur, juga diperlukan untuk kegiatan menindas gerakan-gerakan oposisi terhadap militer dan Soeharto. Artinya, dana-dana di luar anggaran rutin umumnya dipakai untuk menopang kekuasaan Soeharto, Golkar dan ABRI. Dana Rp. 1,34 trilyun yang dihabiskan semasa Habibie, ternyata selain dipakai untuk menghadapi kerusuhan bulan Mei dan peristiwa Ambon, juga dipakai untuk memadamkan gerakan-gerakan mahasiswa, seperti pada kasus Semanggi I sampai III. Memang menarik untuk melihat bagaimana rakyat selama ini harus menyediakan dana-dana baik dari pajak maupun pinjaman luar negeri untuk membiayai TNI dan Polri. Lalu senjata dan peluru itu dipakai untuk menembaki rakyat pembayar utang dan pajak-pajak itu. Panitia Anggaran DPR-RI memang sempat terkejut membaca laporan pemakaian anggaran Markas Besar TNI dan Departemen Pertahanan. Yang menjadi pertanyaan DPR ialah: untuk apa saja dana sebesar itu di dipergunakan? Dan siapa saja yang harus mempertanggungjawabkannya? Di sinilah peran Badan Pemeriksa Keuangan, BPK. Badan yang dipimpin Satrio Budiharjo Judono alias Billy itu, harus melakukan klarifikasi dan mengumumkannya kepada khalayak. Mabes TNI, sesuai kebiasaan lamanya, telah menggunakan pos khusus untuk mengeluarkan uang tersebut yang diperoleh dari Menteri Keuangan, yang saat itu dijabat oleh Fuad Bawazier. Memang dengan alasan kerusuhan mudah saja TNI minta uang kala itu. Selain mendatangkan batalyon-batalyon dari luar ibukota pada bulan Mei 1998, TNI pun memakai dana tersebut untuk menerbangkan ribuan pasukan ke Ambon. Seluruhnya ada 17 batalyon yang kini berada di Ambon dan Maluku Utara. Kalau pada operasi-operasi di Timor Timur dahulu ada sementara perwira yang ikut menikmati dana-dana yang dikeluarkan di sana, maka dari Rp. 1,32 trilyun ini belum jelas apakah ada kebocoran-kebocoran. Untuk itu BPK masih harus bekerja keras menelitinya. Bahwa pihak-pihak yang memasok alat pentungan, menyediakan transport laut dan sebagainya harus membagi sebagian keuntungan bagi para pemberi order itu sudah merupakan suatu kebiasaan. Maka Assisten Perencanaan Umum di Mabes TNI lah yang paling mengetahui rincian dana yang dipakai saat itu. Tetapi bagi Mabes TNI tentu saja dana sebanyak Rp. 1,34 trilyun itu adalah wajar-wajar saja. Seorang letjen purnawirawan menceriterakan bagaimana untuk operasi penyerbuan kantor PDI Megawati saja Pangab saat itu, Jenderal Feisal Tanjung, membutuhkan dana Rp. 1 milyar. Padahal untuk penyerbuan itu sebenarnya hanya dibutuhkan pasukan selama dua hari. Tetapi penggunaan keuangan di angkatan jelas dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi keuangan. Bukankah ada Inspektorat Jenderal Departemen Pertahanan? Departemen-Departemen lain pun punya lembaga semacam itu. Namun sebagaimana diberitakan pers, korupsi di pemerintahan Soeharto dan Habibie dahulu mencapai 30% dari APBN. "Dan belum ada jaminan bahwa dalam pemerintahan Gus Dur korupsi dapat diberantas sepenuhnya di lembaga-lembaga pemerintahan termasuk di Mabes TNI", kata seorang pemeriksa. * LEBARAN HAJI DI ACEH TIDAK SEMERIAH BIASANYA INTRO: Presiden Abdurrahman Wahid pada acara jumpa pers di Bina Graha kemarin mengatakan keadaan di Aceh pada umumnya sangat bagus. Dan Gerakan Atjeh Merdeka GAM nampak semakin terpojok. Tetapi benarkah penilaian Gus Dur itu? Bagaimana keadaan di Aceh, terutama pada hari raya Lebaran Haji ini? Berikut penjelasan Parmizi, Sekjen SMUR, Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat di Banda Aceh: Parmizi: Di Banda Aceh itu agak sedikit sepi dibandingkan dengan lebaran-lebaran yang lalu. Kemudian di daerah-daerah militer masih berada di daerah-daerah bahkan sweeping masih tetap berlangsung. Kemudian masih juga terjadi penyisihan-penyisihan di hari lebaran, yang sering disebut dengan operasi Fajar. Kondisi ini menyebabkan lebaran kali ini tidak semeriah lebaran-lebaran yang lalu. Nah ini mengakibatkan para umat beragama islam yang hari ini merayakan lebaran Haji, itu tidak bisa menjalankan silaturachmi seperti lebaran setiap kalinya. Radio Nederland [RN]: Operasi Fajar, apa itu sebenarnya? Parmizi: Operasi Fajar itu adalah operasi gabungan yang dilakukan oleh TNI dan Polri, dan dilakukan biasanya dini hari dan sampai dengan pagi hari, gitu. Biasanya dilakukan ke kampung-kampung atau ke pedesaan yang dicurigai oleh pihak TNI ataupun Polri. RN: Jadi mereka biasanya melakukan penggrebekan begitu? Parmizi: Ya, melakukan penggrebekan dan juga melakukan sweeping-sweeping terhadap anggota masyarakat dan biasanya berujung dengan pemukulan danpenyiksaan penduduk dan juga penangkapan tanpa melalui prosedur hukum. RN: Tapi kan aparat keamanan sendiri telah mengatakan sweeping itu sudah dihentikan? Parmizi: Tetapi di lapangan, itu tetap saja berlangsung walaupun mungkin secara kebijakan mereka sudah mengatakan dihentikan. Tetapi sampai hari ini saya lihat itu masih juga terjadi sweeping-sweeping itu. Saya lihat memang dari dulu itu sepertinya ada upaya pembentukan opini yang lain dari kondisi yang sebenarnya. Bahkan hari ini yang terjadi di Aceh, para jurnalis itu tidak bisa meliput langsung atau tidak bisa melakukan investigasi lapangan sehingga berita-berita yang terjadi di Aceh adalah hasil klarifikasi saja, artinya ketika terjadi sebuah peristiwa itu seorang wartawan coba menelpon pihak militer dan pihak GAM, kemudian informasi seperti itu saja. Dan tidak ada sebuah investigasi untuk melihat bagaimana kondisi yang sebenarnya terhadap sebuah peristiwa. Ya ini saya lihat sebuah kebijakan untuk mengisolasi Aceh sehingga kondisi yang sebenarnya di Aceh tidak diketahui oleh pihak luar. RN: Nampaknya juga tidak diketahui pihak Presiden Abdurrahman Wahid sendiri yah, karena beliau mengatakan bahwa keadaan di sana sudah mulai aman-aman. Dan GAM bahkan sudah mulai kalah dalam tanda kutip. Bagaimana anda menilai ucapannya itu? Parmizi: Ya, saya melihat memang presiden tidak mengerti bagaimana kondisi Aceh sebenarnya. Kemudian sepertinya ada upaya pelaporan fakta yang salah ke presiden dari phak-pihak militer sehingga saya melihat kebijakan-kebijakan presiden saat ini yaitu mecoba memperkecil operasi-operasi militer tapi ini tidak terjadi di lapangan. Bahkan di lapangan malah terjadi lebih intensif bahkan dengan operasi Sadar Rencong III itu justru menggunakan pola represif aktif gitu, kemudian kalau persoalan GAM saya lihat upaya-upaya dari militer itu untuk memaksakan masyarakat sipil yang tidak mengerti tentang GAM untuk mengaku GAM. Ini dilakukan dengan misalnya penyebaran blanko-blanko ikrar setia yang dilemparkan ke masyarakat kemudian masyarakat dipaksa untuk kopy dan isi, mengisi formulir itu kemudian menandatangan bahwa mereka setia kepada Republik dan ini diberi waktu satu minggu untuk diserahkan kepada pimpinan-pimpinan militer setempat. RN: Nah sanksinya apa kalau mereka tidak mengisi formulir itu? Parmizi: Mereka dianggap sebagai orang yang melakukan kekacauan dan ini akan diambil tindakan-tindakan tegas misalnya ditangkap dan disiksa, gitu. Jelas sekali perlakuan itu dilakukan oleh militer. Kemudian ada satu pola lagi, itu biasanya dilakukan penjemputan malam hari kemudian pagi hari ditemukan meninggal. Ini juga sering dilakukan oleh TNI ataupun Polri. Kemudian juga sering juga dilakukan sweeping biasanya, itu orang-orang yang punya kendaraan yang baik itu kendaraannya diambil kemudian orangnya ditangkap. Kemudian ada sebuah peristiwa, dua hari yang lalu di Banda Aceh, ada dua anak muda yang bersepedamotor yaitu mahasiswa di USIAH, Universitas Syah Kuala itu ditembak sampai meninggal dunia. Ditembak pada jam sepuluh kemudian dibawa ke rumah sakit jam satu malam, dan ini sudah dalam keadaan menjadi mayat. RN:Kenapa mereka kok ditembak? Parmizi: Itu tidak jelas, tapi mungkin mereka tidak berhenti di daerah sweeping, lalu mereka dicurigai dan ditembak. RN: Nampaknya GAM juga mempersulit keadaan rakyat Aceh kalau begitu? Parmizi: Ya, GAM juga melakukan gerakan-gerakan terbuka, misalnya juga melakukan gerakan penyerangan-penyerangan terhadap kantor polisi, walaupun itu dilakukan oleh militer sendiri. GAM juga melakukan penghadangan terhadap mobil-mobil aparat keamanan, ini juga sebuah masalah, saya rasa bagi rakyat Aceh, ketika serangan-serangan ini menjadikan sebuah legitimasi operasi militer di Aceh. Kemudian ketika GAM melakukan kegiatan-kegiatan bersenjata saya pikir ini mempersulit Aceh untuk menuju sebuah iklim yang demokrasi, begitu. Demikian Parmizi, Sekjen SMUR, Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat di Banda Aceh. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. --------------------------------------------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 17 Mar 2000 jam 05:01:22 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
