---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Terlepas dari segi buruk atau baik salah atau benar,Suharto adalah seorang "strategist" yang ulung.Selama 32 tahun memimpin rezim militer orba,Suharto sudah mempersiapkan semacam strategy untuk menyelamatkan diri dengan anak cucunya beserta seluruh harta curiannya.Dia sudah meng-antisipasi kemungkinan jatuhnya dari singsana jauh sebelumnya.Selama memimpin rezim orba itu Suharto berhasil membina ABRI hususnya dari AD untuk bersikap dan bermental :,,KAMI BERSEDIA MATI DEMI PAK HARTO"dan"HIDUP DAN MATIKU DEMI PAK HARTA".Jadi banyaknya oknum oknum dari AD yang masih tetap setia pada Suharto memang masih kuat,dan mereka itu akan tetap berusaha untuk melindungi dan menyelamatkan Suharto.Disamping itu,Suharto sebagai seorang tamatan sekolah pendidikan kopral fasis militer Jepang,tentunya dia masih ingat akan "taktik bumi hangus" yang dipelajarinya dari sekolah pendidikan kopral itu.Dia berhasil mempraktekan taktik bumi hangus itu dengan menciptakan kerusuhan,conflict dan bentrokan berdarah antar agama dan suku dimana mana,untuk mengalihkan perhatian rakyat dan pemerintah dari kasus KKN nya,pelanggaran HAM yang dilakukannya serta "ABUSE OF POWER.Sekarang ini Suharto menggunakan taktik yang paling terahir,yaitu "BELAGA PIKUN,pura pura sakit otak,menggunakan kondisi fisik akibat stroke untuk dijadikan tameng untuk menyelamatkan diri.Diperiksanya otak Suharto hanya untuk menguatkan taktiknya bahwa otak Suharto sudah tidak berfungsi dengan baik,dus unfit to stand trial....this is bullshit!.Adanya issue bahwa Suharto bersedia untuk menyerahkan harta hasil curiannya yang ada diluar negeri,asal diberi jaminan tertulis bahwa dia dan seluruh keluarganya akan dijamin keselamatannya,ini salah besar.Penyerahan harta hasil curian tidak semestinya disangkut pautkan dengan proses hukum.Demi tegaknya supremasi hukum dan rule of law,Suharto harus tetap dibawa ke pengadilan untuk diminta pertanggungan jawabnya atas segala kriminalitas yang dilakukannya selama 32 tahun.Masalah diberinya grasi dan pengampunan setelah proses pengadilan is different matter.Tapi proses pengadilan Suharto itu sangat penting sekali demi tegaknya rule of law dan supremasi hukum di Indonesia.Ini bukan masalah balas dendam,ini adalah masalah "DETERRENCE" dan masalah mengahiri "THE CYCLE OF IMPUNITY",kondisi yang sangat mutlak penting demi tegaknya supremasi hukum. Hidajat Sjarif Canada. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 19 Jun 2000 jam 06:23:17 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
