----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Rakyat Merdeka, 14 Juni 2000

Merdeka, Mungkinkah

Jakarta, Rakyat Merdeka

Sejak awal, Kongres Papua I sudah diwarnai oleh kepentingan-
kepentingan tertentu. Jadi, tak mengherankan jika kemudian
keluarlah rekomendasi kongres, yaitu keinginan untuk merdeka atau
lepas dari wilayah RI.

Keinginan sebagian masyarakat Papua untuk merdeka tentu tidak
serta merta prosesnya. Artinya Papua tidak secara instan
memperoleh kemerdekaan sesuai kongres tersebut. Bahkan bisa saja
keinginan untuk merdeka itu senantiasa hanya menjadi impian
sebagaian kalangan elite Papua. Pasalnya kemerdekaan Papua pertama
kali harus memperoleh legitimasi dari dunia internasional. Apabila
masyarakat internasional tidak mendukung gerakan Papua merdeka,
mungkinkah bumi Papua akan merdeka dan lepas dari wilayah RI?.

Suara masyarakat internasional pun mulai bermunculan merespon
keinginan merdeka sebagian masyarakat Papua yang terkesan 'nggege
mongso'. Begitu kongres bertekad memisahkan diri dari wilayah
Indonesia, Menlu Australia Alexander Downer menentang keputusan
kongres tersebut. Pemerintah Australia mendukung dan mengakui
integrasi Papua di dalam Negara Kesatuan RI. Sikap negara super
power Amerika pun bisa mengkandaskan obsesi kemerdekaan Papua yang
diimpikan oleh kelompok-kelompok separatis di Papua. Pemerintah AS
melalui Kedubes AS di Jakarta menyatakan tidak mendukung
kemerdekaan Papua maupun daerah lain di Indonesia yang ingin lepas
dari integrasi teritorial Indonesia.

Sikap penolakan AS dan Australia akan menjadi barometer bagi
masyarakat internasional untuk menyatakan sikapnya. Bagaimanapun,
masyarakat internasional akan membaca gerakan Papua merdeka adalah
konspirasi sepihak dari pemerintah Belanda, Amerika, Indonesia dan
PBB, sangat melecehkan kredibilitas negara-negara tersebut,
sekaligus mengecilkan peran PBB.

Bagaimana mungkin kelompok separatis Papua hendak merengkuh
dukungan internasional, bila mereka sejak awal sudah
mengapresiasi secara negatif keterlibatan negara-negara besar yang
berpengaruh, dalam proses politik di Papua paska pendudukan
Belanda?

Sartomo
Jagakarsa
Jakarta Selatan

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Jun 2000 jam 04:34:34 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke