----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Trimedya: Sudwikatmono & Ciputra Danai Penyerbuan 27 Juli

Kamis, 22 Juni 2000
detikcom - Jakarta,

Trimedya Panjaitan, dari Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) menyebut
konglomerat Sudwikatmono dan Ciputra telah mendanai penyerbuan terhadap
kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang dikenal sebagai tragedi 27
Juli.

Pernyataan Trimedya tersebut disampaikan saat mendatangi Polda Metro Jaya,
Jl. Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (22/6/2000).

Trimedya membeberkan, Gubernur DKI, Sutiyoso yang waktu itu menjadi Pangdam
Jaya pernah meminta TNI Rp 1,5 miliar untuk biaya pengambilalihan kantor DPP
PDI. Namun TNI hanya mampu memberikan Rp 500 juta. Lalu sisa biaya Rp 1
miliar tersebut dimintakan pada konglomerat Sudwikatmono dan Ciputra.

�Dua pengusaha itu juga harus diproses di Polri. Tapi mengapa Polri tak
pernah memeriksa mereka?� Sesal Trimedya.

Trimedya juga menyesalkan militer yang diperiksa di Mabes Polri, seperti
Sutiyoso, Syarwan Hamid dan matan Kapolda Metro Jaya Hamami Nata belum
dijadikan tersangka. Padahal dari hasil investigasi TPDI sebenarnya komponen
yang terlibat kasus 27 Juli yakni Soerjadi cs, Pengusaha dan militer.

�Pihak Soerjadi cs sudah jadi tersangka. Seharusnya TNI tidak hanya
diperiksa tapi juga jadi tersangka,� tegas Trimedya.

Namun Trimedya masih akan menunggu apa agenda Puspom di hadapan komisi II
DPR soal kasus 27 Juli Senin (26/6/2000) mendatang. Menurut dia, penyidik
Mabes Polri cuma memberi rekomendasi kepada Panglima TNI, Laksamana Widodo
AS hanya nama Syarwan Hamid, Sutiyoso dan Hamami Nata.

�Yang saya tahu Puspom telah minta Panglima TNI untuk memeriksa para
jenderal tapi belum dibalas,� kata Trimedya.

Trimedya sendiri menilai Puspom mendapat tekanan dari panglima TNI.
Dikatakan Trimedya juga Puspom kurang aktif dan cenderung menunggu sikap
Panglima TNI.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Jun 2000 jam 13:18:40 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke