----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Gus Dur: Saya Tetap Ingin Cabut Tap PKI

Minggu, 02/07/2000
detikcom - Medan,

Meski sudah dikemukakan beberapa kali dalam berbagai kesempatan, kini Gus
Dur mengungkapkan keinginannya kembali untuk mencabut Tap XXV/MPRS/1966
tentang komunisme. Kengototan Gus Dur itu, karena dia mengaku sudah
memikirkannya sejak lama.

Hal tersebut dikemukakan Presiden Gus Dur dalam Acara Pembukaan Mukernas
PPMI (Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia) yang berlangsung di Asrama Haji
Pangkalan Masyhur, Jl Karya Jasa, Medan, Minggu (2/7/2000).

Kedatangan Gus Dur di Mukernas PPMI itu atas undangan khusus Ketua Umum
PPMI, Eggy Sudjana. "Saya datang ke acara PPMI khusus untuk menjelaskan
mengapa saya ingin mencabut Tap itu,"kata Gus Dur sehari sebelumnya di acara
Forum Rembug Nasional di Kuta, Bali.

"Saya tetap berkeinginan mencabut Tap MPRS XXV/1966. Itu sudah saya pikirkan
sejak lama. Kenapa kita takut kepada komunisme? Kita tak perlu takut, karena
kita berpegang kepada kebenaran," jelas Gus Dur.

Gus Dur juga menyatakan, larangan faham komunisme yang terdapat dalam Tap
tersebut sama halnya dengan pelarangan faham Islam. "Soal faham komunisme,
biarkan saja masyarakat yang melarang. Bukan negara yang memeranginya," kata
dia.

Bagi Gus Dur, alasan untuk mencabut Tap MPRS ini sudah sangat kuat. "Soal
PKI mau dilarang, terserah MPR. Silakan saja, lembaganya dilarang. MPR kan
bisa melarang institusi," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Gus Dur juga menyinggung PTPN (PT Perkebunan
Nusantara), yang baru-baru ini bermasalah di Medan. Sebagaimana diketahui
PTPN Medan, mempunyai masalah dengan masyarakat dalam pembebasan tanah milik
warga. Sampai saat ini, antara PTPN dan masyarakat masih berseteru.

Menurut Gus Dur, selama ini PTPN tidak mempunyai kontribusi apa-apa buat
daerah. Oleh karena itu, dia berharap, mudah-mudahan masalah PTPN bisa cepat
selesai. "Buat apa negara mengurusi masalah-masalah kecil seperti PTPN.
Negara itu mengurusi masalah yang gede-gede," tegas Gus Dur.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 3 Jul 2000 jam 06:55:45 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke