----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Tiga 'Lobang' Untuk Gus Dur
SU MPR Mungkin Siapkan Lima Skenario
koridor.com [2 Jul, 6:08]

Lima skenario diperkirakan akan terjadi pada Sidang Tahunan MPR, 5-18
Agustus 2000. Paling buruk, kemungkinan Sidang Istimewa (SI) MPR untuk
menjatuhkan Presiden Abdurrahman Wahid dari kursi kepresidenannya yang baru
didudukinya selama 10 bulan.

"Yang terburuk dan sangat mahal harganya, adanya desakan rakyat, seperti
terjadi pada akhir pemerintahan Orde Baru," tegas Sekretaris Fraksi PDI
Perjuangan Heri Akhmadi dalam diskusi Skenario Sidang Tahunan MPR:
Kepentingan Elite atau Kepentingan Rakyat di Jakarta, Sabtu.

Skenario pertama, rujuk nasional. Ini bisa terjadi bila Gus Dur berinisiatif
mengundang pendukung-pendukungnya untuk menyatakan tetap berpegang pada
komitmen Oktober 1999 (SU-MPR 1999). Ini disertai janji untuk tidak
meninggalkan kelompok partai yang mengantarkannya ke RI 1.

Yang kedua, skenario kocok ulang. Di sini Gus Dur dapat menjalankan
pemerintahannya bila dilakukan kembali pembagian kekuasaan dalam Kabinet
Persatuan Nasional. Yang terlihat sekarang 'kabinet sahabat Gus Dur'.

Dalam skenario kedua ini, PDIP akan mengusulkan dipisahkannya jabatan kepala
negara dan kepala pemerintahan. Selanjutnya, Gus Dur akan ditempatkan
sebagai kepala negara, sedangkan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri akan
menjadi kepala pemerintahan.

Skenario ketiga, Gus Dur dilengserkan dengan alasan sakit. Kata Heri
Akhmadi, Sidang Tahunan MPR itu bisa saja mendesak Gus Dur dengan alasan
kesehatan. "Cara ini lebih halus daripada mengadakan SI untuk menjatuhkan
Gus Dur dari kursi kepresidenan," katanya.

Keempat, skenario Sidang Istimewa. Di sini Gus Dur diasumsikan tak mampu
melaksanakan GBHN yang diamanatkan MPR. Tapi, soal SI ini diakui sangat
pahit dan tak ideal ditempuh karena krisis besar yang terus melanda
Indonesia. Meski bagi Heri Akhmadi, bukan tak mustahil terjadi, karena
anggota DPR juga anggota MPR. Dari hasil interpelasi saja, terdapat 332
anggota DPR yang menandatanganinya.

Skenario terakhir, tekanan massa melalui demo atau pendudukan parlemen
seperti yang terjadi di akhir-akhir pemerintahan mantan Presiden Soeharto.
Skenario ini bisa terjadi karena selama berkuasa, Gus Dur telah menciptakan
lawan-lawan politik baru. Militer yang sakit hati, kata Heri Akhmadi, akan
menjadi bagian dari kekuatan massa ini.

"Bila ekonomi terus terpuruk dan dolar mencapai harga di atas Rp 10.000,
kemungkinan terjadinya tekanan massa bisa terjadi. Dalam skenario ini,
partai-partai takkan banyak berperan," tegas Heri.

Tentang sikap PDIP terhadap lima kemungkinan yang terjadi pada Sidang
Tahunan MPR Agustus 2000 itu, menurut Heri, partainya akan mengusulkan
skenario kedua, yaitu kocok ulang atau skenario ketiga, Gus Dur dilengserkan
dengan alasan kesehatan. "Skenario kedua dan ketiga inilah yang paling
rendah costnya," urai Heri.

Tetapi, dalam pandangan Ketua Fraksi Partai Golkar Syamsul Muarif, dalam
Sidang Tahunan MPR itu, akan mencuat upaya meminta pertanggungjawaban Gus
Dur atas kepemimpinannya (Media, 02/07). MPR, kata aktivis partai beringin
ini, akan menuntut transparansi dan akuntabilitas publik kebijakan yang
dibuat Gus Dur. "Bila Gus Dur tak dapat menjelaskan secara transparan dan
tak ada akuntabilitas publiknya, besar kemungkinan perjalanan Gus Dur tidak
akan mulus," tegasnya.

Tokoh Golkar ini mengungkapkan sejumlah partai akan tetap menyoalkan
berbagai persoalan. Bruneigate, Bulogate, dan pemecatan Laksamana Sukardi,
Yusuf Kalla, Hamzah Haz, dan Wiranto akan menjadi agenda masing-masing
fraksi terkait.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 3 Jul 2000 jam 06:55:59 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke