----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Dibanding Elite, Rakyat Lebih Siap Pemilihan Langsung

Dibanding para elite politik, rakyat jauh lebih siap untuk menyelenggarakan
pemilihan langsung presiden dan wakil presiden tahun 2004. "Rakyat sudah
siap," kata Nurcholis Madjid dalam sebuah seminar di Bandung, Selasa (18/7).
Pendapat senada dikemukakan pengamat politik Andi Mallarangeng, pakar
perbandingan hukum tatanegara Bagir Manan, Peneliti Pusat Studi Hukum dan
Kebijakan Indonesia Bivitri Susanti serta anggota Panitia Adhoc DPR dari PKB
Ali Masykur.

Andi Mallarangeng menambahkan, kekhawatiran sistem pemilihan langsung
berisiko mengundang konflik sosial tidak benar. Sebab bila pelaksanaannya
fair', maka pendukung yang menang maupun yang kalah akan menerima dengan
lapang dada. "Kita belum mencoba. Kalau tahun 2004 sistem baru diterapkan,
rasakanlah bedanya dibandingkan dengan sistem yang berlaku sampai sekarang
yang telah terbukti diwarnai banyak konflik sosial," kata Andi.

Ia mengharapkan sistem pemilihan langsung sudah dapat diberlakukan pada
Pemilu 2004. "Pemilu 2004 adalah saat memulai, tidak harus menunggu-nunggu
kesiapan rakyat sampai Pemilu berikutnya," tandasnya. Sistem pemilihan
presiden dan wapres dalam satu paket secara langsung, menurut dia, lebih
bagus bagi rakyat, karena aspirasi dan pilihannya tidak terdistorsi di MPR.

"Saya ini doktor ilmu politik. Banyak tahu tentang orang politik. Masa untuk
memilih presiden dan wapres masih harus terus-terusan melalui perantaraan
orang lain, MPR," kata Andi. Ia mengatakan masyarakat merasa diri lebih
mengetahui yang pantas dipilih menjadi presiden dan wakil presiden ketimbang
MPR. Maka, harus mendukung wacana pentingnya pemilihan presiden dan wapres
dilakukan secara langsung.

Senada dengan Andi, Bivitri berujar bahwa argumen rakyat belum siap untuk
memilih presiden secara langsung, tidak relevan dalam proses demokratisasi
dan proses pendewasaan politik yang telah berjalan baik saat ini. Mereka
yang menolak sistem baru dengan menganggap rakyat belum siap adalah
orang-orang yang tidak jernih dan bahkan merendahkan kapasitas politik
rakyat yang telah berpengalaman mengikutiPemilu sejak 1955.

Selain itu, katanya, rakyat di desa-desa (80 persen wilayah Indonesia adalah
desa) telah banyak pengalaman dalam pemilihan langsung, ketika secara
berkala mereka memilih kepala desa masing-masing. Ali Masykur mengemukakan
sistem pemilihan presiden dan wapres secara langsung akan mencerminkan
budaya politik Indonesia naik kelas ke tingkat keenam yaitu in-and-out
mechanism yang merupakan peringkat tertinggi dari enam urutan kedewasaan
budaya politik suatu bangsa.

Itu memungkinkan rakyat berpartisipasi langsung sebagai pengawas kinerja
orang-orang yang dipilih. Sebaliknya, bila pada Pemilu mendatang sistemnya
masih sama dengan tujuh Pemilu lalu, maka budaya politik di Indonesia masih
di tahap ketiga yaitu budaya politik yang berorientasi pada rezim
penguasa.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 19 Jul 2000 jam 08:52:37 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke