----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Media Indonesia, 20 Juli 2000

TNI-AL Tangkap 140 Kapal di Maluku. Armada VII AS Mendekati
Perairan Biak

SURABAYA (Media): Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana
Achmad Soetjipto mengatakan 140 kapal dan 2.200 personel,
terdiri dari unsur TNI, Polri, dan sipil, yang akan ke Maluku
diperiksa intensif.

Hal itu dikatakan KSAL seusai memimpin upacara serah terima
Komandan Komando Pendidikan TNI-AL (Kodikal) dari Laksda
Bernard Kent Sondakh kepada Laksda Stanny Fofied, di Surabaya,
kemarin.

Menurut KSAL, situasi yang makin tidak menentu di Maluku dan
sekitarnya, memaksa TNI-AL bertindak tegas, meriksa setiap kapal
yang hendak masuk wilayah Maluku.

"Saya sudah perintahkan setiap ada kapal masuk harus diperiksa
secara intensif, membawa senjata atau tidak. Kalau melawan,
lakukan tindakan sepatutnya, bila perlu kapalnya
ditenggelamkan," kata KSAL.

Tentang keberadaan kapal perang AS di dekat Perairan Biak, Irian
Jaya, KSAL yakin bahwa kapal perang Armada VII AS tidak akan
masuk ke wilayah perairan Indonesia untuk ikut campur dalam
penanganan kasus di Maluku.

"Ndak mungkin, risikonya tinggi. Insiden di laut itu risikonya
besar. Masing-masing kapal memiliki kedaulatan. Saya kira tidak
ada satu negara pun yang menginginkan adanya insiden di laut.
Mereka akan berpikir, kita juga akan berpikir," katanya.

Menurut KSAL, selain mengamankan kapal dan penumpangnya, TNI-AL
juga menyita ribuan senjata. Mulai dari senjata otomatis
sampai yang rakitan dan ribuan amunisi dari para penumpang kapal
yang terbukti akan masuk ke Maluku.

Dia mengatakan kapal yang diperiksa, semuanya kapal lokal,
terdiri dari perahu dan speed boat.

Menurut KSAL, yang sekarang digandrungi orang Maluku adalah
amunisi. Senjata mereka bisa buat, tetapi amunisi, mereka belum
bisa. Sehingga mereka mencari amunisi.

Terhadap kemungkinan ada pemasok dari luar negeri, Achmad
Soetjipto enggan menjelaskan secara rinci, karena laut yang
terbuka demikian besar, kalau dianggap tidak ada berarti sangat
naif. Kemungkinan itu tetap ada, ujarnya.

Dia mengakui, operasi laut yang dilakukan TNI-AL membawa
konsekuensi banyak pihak tidak puas, dan keberatan. Karena,
terganggunya jalur pengiriman logistik, arus penumpang, dan
barang.

Namun, katanya, TNI-AL tidak menghiraukan, karena itu sebagai
konsekuensi yang harus diterima demi terciptanya kondisi aman di
wilayah Maluku.

Laksamana Achmad Soetjipto tidak setuju jika kekuatan asing
dilibatkan dalam mengamankan Maluku. "Presiden sudah memutuskan
bahwa ini masalah Indonesia sendiri dan akan diatasi dengan cara
Indonesia. Kalau bantuan kemanusiaan atau nasihat boleh saja,
tapi bantuan fisik berupa pengerahan kekuatan akan ditolak,"
tegasnya. (FL/Ant/X-5)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 21 Jul 2000 jam 07:51:38 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke