----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Ketua Umum DPP PKB, Matori Abdul Djalil
Akan Gagal, Upaya Membujuk Mega Gantikan Presiden

Jakarta, Buana

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Matori Abdul Djalil
menegaskan, semua pihak yang berupaya membujuk Megawati Soekarnoputri untuk
menggantikan Presiden melalui proses interpelasi dan segala macam hak DPR
akan gagal. Alasannya, selama ini Mega tahu, pihak yang berupaya mengganjal
Mega saat Sidang Umum lalu adalah pihak-pihak yang kini membujuknya itu.

Hal itu ditegaskan Matori menjawab pertanyaan wartawan di Gedung DPR RI,
Jakarta, Kamis (20/7). "Orang akan gagal deh, kalau mencoba membujuk Mega.
Selama ini Mega tahu, bahwa yang selama ini mengganjal Mega itu adalah
mereka-mereka itu sendiri. Yang membela Mega pada saat-saat terakhir dan
setia bersama PDI Perjuangan itu hanyalah PKB," tegasnya. Matori kemudian
jelas-jelas menuding bahwa Golkar, ada di balik semua kejadian politik ini.
Berkaitan dengan masalah ketidak-puasan para anggota dewan atas jawaban
Presiden dalam pengajuan hak interpelasi, Matori mengatakan, tidak ada
alasan bagi DPR untuk melakukan hak pernyataan pendapat. "Pernyataan
pendapat boleh saja, tapi kalau pernyataan pendapat itu tidak ada dasarnya,
lha alasannya apa," katanya. Ketika ditanya, bukankah itu hak DPR juga,
Matori malah mengatakan, demokrasi itu bukan sekedar suara terbanyak saja.

Mengenai diajukannya ide agar Presiden meminta maaf, Matori mengatakan, jika
pada awal proses politik ini, pihak-pihak yang menggerakkan interpelasi itu
telah melalui satu proses formal, maka janganlah dulu ditempuh jalur-jalur
informal. "Yang namanya interpelasi ini dibikin begitu gegap gempitanya.
Yang tanda-tangan saja ratusan orang. Nah, setelah mereka terantuk, baru
minta pendekatan kekeluargaan," katanya. Saat wartawan meminta ketegasan,
apakah itu artinya PKB memandang permintaan maaf itu tidak perlu dilakukan
Presiden, Matori mengatakan, yang harus minta maaf adalah pihak-pihak yang
membocorkan pembicaraan dalam Rapat Konsultasi Pimpinan Dewan dengan
Presiden yang dinyatakan tertutup itu. "Yang harus minta maaf itu Ekky yang
membocorkan materi rapat. Ngerti tidak rapat tertutup. Materinya itu tidak
boleh dibocorkan," tegas Matori dengan nada tinggi.

PDI-P Independen

Menanggapi pernyataan-pernyataan Matori itu, Wasekjen DPP PDI-P Pramono
Anung menegaskan, dalam pengajuan hak interpelasi ini, PDI-P bersikap
independen. "Kita tidak akan tergiring oleh alur siapapun. Pernyataan sikap
kita diutamakan untuk kepentingan masyarakat. Kalau pernyataan sikap itu
baik bagi masyarakat kita akan gunakan, tetapi kalau itu memperkeruh
suasana, itu akan kita pikirkan lagi. Jangan sampai, apa yang dibicarakan di
sini, tidak nyambung dengan masyarakat," katanya.

Ketika dimintai komentar mengenai pernyataan Matori bahwa pada detik-detik
terakhir yang membela Mega adalah PKB, Pramono mengatakan, itu di luar
konteks masalah. "Apa yang menjadi tujuan sidang ini adalah bagaimana
persoalan diselesaikan dengan baik kemudian apa yang menjadi polemik bisa
terselesaikan. Wacana tentang legal formalmalah nantinya akan menimbulkan
gugat menggugat," jelasnya. Ketika ditanya mengenai hubungan antara PDI-P
dan PKB saat ini, mengingat sikap kritis PDI-P terhadap Presiden belakangan
ini, Pramono menyatakan, hubungan antara dua partai itu baik-baik saja.
"Kita berupaya menjaga beberapa hal yang tatarannya strategis dengan
siapapun. Tetapi persoalan di bangsa inikan senantiasa berkembang," kata
Pramono.

Hal senada dikemukakan motor interpelasi dari PDI-P, Zulvan Lindan. Menurut
salah seorang pengagas pertemuan Mega-Akbar itu, tidak ada permainan
siapapun dalam pengajuan interpelasi itu. "Saya kritik Pak Matori. Di sini
tidak ada permainan atau strategi siapapun. Ini murni dan jujur keinginan
dari seluruh anggota DPR yang menanda-tangani itu," kata mantan aktifis HMI
ini. Zulvan juga mengkritik pernyataan Matori yang menyalahkan Golkar.
"Tidak bisa itu. Dia harus arif dong. Tidak ada pihak yang salah di dalam
konteks ini. Kalau kita katakan salah, wah kan bisa bahaya ini," katanya.
Mengenai pembelaan PKB pada Mega saat SU lalu, Zulvan mengatakan, sebaiknya
jangan lagi bicara masa lalu. "Kalau bicara jasa-jasaan itu berat. Jasa
PDI-P terhadap PKB paling besar. Kalau PDI-P mempersoalkan kesehatan Gus
Dur, kan dia tidak jadi," tegasnya.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 24 Jul 2000 jam 04:36:46 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke