---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Pengungsi Maluku Latihan Perang di Sorong Kompas, Kamis, 27 Juli 2000 Jayapura, Kompas Ribuan pengungsi asal Maluku yang masuk ke berbagai daerah di Papua sejak pecah kerusuhan, tidak ditangani secara layak. Tidak ada tim khusus yang menangani mereka. Satu hal yang cukup mengkhawatirkan-khususnya bagi warga setempat-sejumlah pengungsi ada yang melakukan latihan perang di Sorong. Advisor Lembaga Studi dan Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (Elsham) Papua, John Rumbiak kepada pers di Kantor Elsham di Jayapura, Rabu (26/7), mengatakan, pengungsi asal Maluku tiba di Papua sejak meningkatnya kekerasan di Maluku tahun 1999. Jumlah mereka makin hari terus bertambah. Para pengungsi masuk melalui Sorong, Fakfak, Manokwari, Biak, dan Jayapura. Kedatangan mereka selain menggunakan kapal penumpang Pelni juga menggunakan perahu layar dan kapal milik swasta. Kapal swasta dan perahu layar menurunkan pengungsi di sembarang tempat, tidak semuanya melalui dermaga resmi. Tidak ada data akurat yang dibuat pihak Elsham karena ada pengungsi langsung ke anggota keluarga di Papua, sebagian masih ditampung di tempat penampungan dan sebagian lain membangun barak-barak sendiri di beberapa daerah. Namun, perkiraan sementara, sekitar 5.000 orang, mengingat pada Oktober 1999-Juli 2000 jumlah pengungsi terus bertambah. "Mereka ditangani pihak lembaga swadaya masyarakat, kemudian dialihkan ke keluarga-keluarga. Walau keluarga-keluarga di Papua juga sudah sangat sulit perekonomiannya, mereka tetap diterima karena alasan kemanusiaan. Satu kepala keluarga (KK) di Sorong bisa menampung satu sampai 12 kepala keluarga pengungsi. Ini menjadi beban berat bagi mereka," tutur Rumbiak. Yang disayangkan, lanjutnya, pemerintah daerah, baik tingkat dua maupun tingkat propinsi, tidak pernah berbicara atau bertemu membahas mengenai pengungsi ini. Di Sorong, kata Rumbiak lagi, Satuan Tugas (Satgas) Papua juga menemukan sekitar 100 orang pengungsi asal Seram (Maluku) melakukan latihan perang pada tengah malam, menggunakan puluhan senjata rakitan, dan bom molotov. Sementara di Fakfak ada kelompok Satgas merah putih dengan jumlah ribuan orang. Beberapa anggota Satgas merah putih ini adalah pengungsi asal Seram. Pekan lalu mereka mengadakan konvoi keliling Kota Fakfak dengan menggunakan tujuh truk, menjelang apel pelurusan sejarah Papua yang dipimpin Presidium Dewan Papua. Namun, tidak terjadi bentrok karena satgas Papua mengurungkan niat mengadakan kegiatan pelurusan sejarah tersebut. Memprihatinkan Sehari sebelumnya, dr Hartono SpA saat ditemui di upacara pembubaran Tim 1 Gabungan Departemen Kesehatan, TNI, dan Polri yang baru saja tiba dari Maluku di Jakarta menjelaskan, kondisi para pengungsi-khususnya anak-anak-di Maluku masih memprihatinkan. Kebanyakan dari mereka tidak memiliki kelayakan gizi yang cukup. Banyak dari mereka yang menderita penyakit infeksi saluran pernapasan. Ada juga yang terkena penyakit batuk-pilek, bronchitis, pnemonia dan tuberculosis (TBC). Penyakit lain yang banyak diderita oleh anak-anak adalah malaria. Penyakit-penyakit tersebut, paparnya, muncul akibat cuaca yang kurang bersahabat dan tempat penampungan yang kurang memenuhi syarat kesehatan. Udara pada malam hari sangat dingin dan lembab, sedangkan pada siang hari sangat panas dan kering. Selain pengaruh cuaca yang buruk, lanjut Hartono, kondisi ini juga disebabkan karena obat-obatan yang tersedia masih belum dapat mencukupi kebutuhan. (kor/p25) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 27 Jul 2000 jam 04:30:18 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
