----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Soeharto stres!
satunet.com -

Bekas presiden Soeharto stres saat mengetahui dirinya menjadi terdakwa.

Kepastian statusnya itu diketahuinya saat pengalihan pemberkasan kasus KKN
Soeharto dari Kejagung ke Kejati DKI Jakarta, di kediamannya, Jl Cendana,
Jakpus, Kamis.

Dokter keluarga yang sudah 13 tahun merawat Soeharto, dr Hari Sabardi,
mengatakan, proses pengalihan pemberkasan itu membuat Soeharto stres. Hal
itu tampak secara fisik, bahwa orang yang mengalami stres tekanan darahnya
labil dan cenderung meninggi.

Saat ini, tensi darah Soeharto mencapai 160-180, padahal dalam kondisi
normal seharusnya tensi darah Soeharto 130. Sebetulnya pihak dokter keluarga
ingin Soeharto menjalani terapi guna meredam stres. Misalnya, dengan
melakukan rekreasi atau bercengkerama dengan keluarga dan kerabat dekat.
Sayangnya, terapi semacam itu tidak dimungkinkan, mengingat status Soeharto
sebagai tahanan rumah. "Dan selama Soeharto menjalani tahanan rumah,
Soeharto tidak pernah rekreasi," ujar dr Hari Sabardi.

Hari menambahkan, secara umum, kondisi Soeharto memang cukup baik. Dan
secara fisik Soeharto bisa hadir di pengadilan. Hanya saja, menyangkut
fungsi syaraf psikis, terdapat gangguan yang mengakibatkan Soeharto tidak
bisa menangkap maksud pembicaraan.

Demikian pula dalam mengungkapkan perkataan. Misalnya, dalam pengadilan
nanti Soeharto ditanya untuk mendapatkan jawaban 'ya' atau 'tidak', Soeharto
bisa menjawabnya, namun belum tentu sesuai dengan yang dimaksud. Karena,
Soeharto tidak tahu maksud pertanyaan hakim dan jawabannya tidak bisa
dipertanggungjawabkan.

Sementara kuasa hukum Soeharto, Moh Assegaf menolak kehadiran Soeharto di
pengadilan. "Soeharto tidak mungkin dibawa ke pengadilan untuk disidangkan,
karena secara legal, Soeharto mengalami sakit otak yang permanen. Dengan
demikian, segala jawabannya tidak bisa dipertanggung jawabkan," kata
Assegaf.

Ditambahkan, untuk menyampaikan argumen yang sederhana pun Soeharto tidak
mampu, apalagi menyampaikan pikiran-pikirannya. "Secara hukum, ini prematur
atau cacat hukum," tegas Assegaf.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 4 Aug 2000 jam 08:57:40 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke