---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Kebijakan Daerah Mengacu NKRI Jayapura, Kompas Setiap kebijakan pembangunan di daerah harus tetap mengacu pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Otonomi daerah tidak berarti kebijakan-kebijakan di daerah bertentangan dengan rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam suasana seperti sekarang, rasa persatuan dan kesatuan bangsa dari setiap daerah harus ditunjukkan. Pemerintah pusat tetap mengamati berbagai kebijakan di daerah sehubungan dengan pelaksanaan otonomi daerah. Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, R Karyono, usai bertemu dengan para pejabat pemerintah daerah (Pemda) Irian Jaya di Jayapura, Sabtu (5/8) kepada pers mengatakan, pemerintah pusat selalu mengikuti setiap perkembangan di daerah-daerah seperti Irian Jaya. Pengamatan itu tetap mengacu pada Keketapan (Tap) MPR Nomor IV/MPR/1999 mengenai NKRI. "Kita mengamati perkembangan semua daerah secara regional, nasional dan internasional. Kemungkinan-kemungkinan apa yang terjadi, aspirasi masyarakat yang sedang bergulir, gejolak yang bakal terjadi dan rasa persatuan dan kesatuan dari setiap daerah yang ditunjukkan melalui upaya-upaya membangun hubungan kerja sama dengan setiap daerah termasuk membantu daerah-daerah yang sedang dalam kesulitan," kata Karyono. Kebijakan Presiden dalam menjawab semua tuntutan daerah dan rasa tidak puas dari daerah terhadap pusat, termasuk mengatasi konflik horizontal dan vertikal adalah dialog. Melalui dialog pemerintah pusat dapat menindaklanjuti masalah-masalah di daerah. Dalam era reformasi perbedaan pendapat bukan satu rintangan yang harus dijawab dengan tekanan seperti pada masa lalu. Pendapat yang berbeda juga mempunyai nilai positif untuk kita saling koreksi, saling mengisi dan melengkapi kekurangan yang ada di daerah itu. Melalui dialog pemerintah pusat tahu apa sesungguhnya yang paling dibutukan di daerah. Dialog menyangkut segala hal termasuk hubungan pemerintah pusat dengan daerah dalam rangka memperkuat NKRI. Semua warga negara dari Sabang sampai Merauke harus merasa sebagai satu bangsa yang utuh, bulat, berbangsa dan bernegara. "Di dalam PBB juga tidak ada diktum mengenai, misalnya, Papua atau Irja. Kita ini negara RI, dunia mengakui Irian Jaya sebagai bagian tak terpisahkan dari NKRI dan itu harus kita pupuk, kita jaga dan bangun sampai selamanya," tutur Karyono. Mengenai cara penanganan keamanan di perbatasan Papua Niugini (PNG) Karyono mengatakan, telah dibangun kerja sama dengan negara-negara perbatasan termasuk PNG melalui join boarder. Informasi 12.000 pucuk senjata masuk ke Irja atau senjata dari Filipina masuk ke Maluku dan sebagainya harus diteliti pihak Polri dan TNI. TNI dan Polri mempunyai data lengkap mengenai informasi tersebut. Menurut Karyono pemerintah secara serius menangani kasus Maluku. Buktinya pemerintah telah menerapkan darurat sipil di daerah itu, ribuan senjata dari berbagai jenis telah disita aparat keamanan. "Ini bukti kesungguhan pemerintah menangani kasus Ambon. Tetapi tidak tertutup kemungkinan ada oknum-oknum aparat keamanan yang turut bermain di dalam darurat sipil ini. Namun, kita tidak boleh membuat apriori," jelasnya. Mengenai kedatangan pengungsi Ambon di Irja yang kemudian ditolak masyarakat dan pemda setempat, Karyono menjelaskan, pengungsi di mana saja harus ditolong. Orang dalam keadaan lapar, sakit, depresi dan stres harus ditolong. (kor) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 8 Aug 2000 jam 05:12:54 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
