---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Gus Dur "Cuek", Bisa Gawat Delegitimasi Konstitusional Berlanjut Proses delegitimasi secara konstitusional terhadap Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), akan berlanjut. Selasa (8/8), 11 fraksi di MPR, memberikan pemandangan umum, dengan perkiraan mayoritas tidak puas. "Bila hasil pemandangan umum tidak puas, berarti MPR merekomendasikan DPR, agar melakukan memorandum terhadap Presiden Gus Dur," ujar sumber koridor.com, Selasa (8/8) siang. Tetapi persoalannya, kalau Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), tidak peduli atau cuek atas rekomendasi MPR kepada Dewan Perwakilan Rakyat, maka pemerintahan bisa gawat dan krisis kepercayaan akan berlanjut, dengan hasil instabilitas. Melihat peta kekuatan di MPR, Gus Dur hanya mendapat kekuatan riil dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (F-KB) dengan jumlah 57 kursi, atau sekitar 11 persen. Sedangkan Fraksi PDI Perjuangan mempunyai kekuatan 185 kursi, Fraksi Partai Golkar 183 kursi dan Fraksi PP, sebanyak 69 kursi. Tiga kekuatan ini menjadi penentu keputusan yang akan dihasilkan di Majelis Permusyawaratan Rakyat. Fraksi Reformasi 48 kursi dan Bulang Bintang 14. Dua kekuatan ini, terus digarap Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dengan membangkitkan sentimen kepentingan agama. Artinya 62 kursi ini, akan menentukan dalam menggolkan kepentingan menjadi keputusan majelis. Utusan Golongan 73 kursi, terus digarap Partai Golkar. TNI/Polri 38 kursi dan Fraksi Kesatuan Kebangsaan Indonesia, 14 kursi mencoba memposisikan diri di luar pusaran permainan. "Tetapi, kelompok ini, digarap oleh Partai Kebangkitan Bangsa, untuk mendukung Gus Dur," tandas sumber koridor.com. Sedangkan Fraksi Daulatul Ummah (DU) 9 kursi dan Fraksi Demokrasi Kasih Bangsa 5 kursi, akan menjadi bola liar, yang bisa 50 persen dari tota 14 kursi, bisa menambah kekuatan dukungan Gus Dur dan 50 persen lainnya, bisa digarap PPP, paling tidak dari 9 kursi DU. Target penggerogotan legitimasi Gus Dur, pada ujung-ujungnya untuk menggantikan posisinya, dari kursi kepresidenan. Proses delegitimasi secara konstitusional, terhadap kepemimpinan Gus Dur, tentu sudah dimulai dengan penggunaan hak interpelasi dan angket. Dan dikuatkan melalui Ssidang Tahunan (ST) MPR. "Memang bukan langsung melalui sidang istimewa, di dalam sidang tahunan. Tetapi, paska sidang tahunan, penggerogotan semakin menkristal dan pada titik puncak melakukan sidang istimewa, menjatuhkan Gus Dur, secara konstitusional," tambah sumber koridor.com, yang tidak mau disebut namanya. Persoalannya, apakah penggerogotan legitimasi Gus Dur, menjadi solusi mengatasi krisis multi dimensi, tentu masih tanda tanya. Jadi bagi MPR, ada dua pilihan untuk mengefektikan pemerintahan dengan mengganti Gus Dur, atau memposisikannya di tempat terhormat, sebagai kepala negara, yang merupakan bentuk kompromi kepentingan.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 8 Aug 2000 jam 13:23:25 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
