---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- PPP Gempur Gus Dur Laporan Dinilai Sebagai Khotbah Dalam pemandangan umum fraksi-frakasi MPR, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), akan menggempur Gus Dur. Rekomendasinya, mengenai visi dan skala prioritas pemerintahan Gus Dur, dalam progress report, dinilai tidak jelas. Dijadwalkan, F-PP akan menyampaikan pemandangan umum fraksinya pada sesi kedua setelah FPDIP, FPG. Menurut sekretaris fraksi F-PP Ali Hardi Kya Demak kepada koridor.com, di Jakarta Selasa (8/8), kekurangan Gus Dur, terletak pada manajemen pemerintah dan menteri-menterinya. Dia menyebutkan, progres report pemerintahan Gus Dur, yang disampaikan pada sidang paripurna I MPR, Senin (7/8), hanya 10 persen yang riil, sedangkan 90 persen lainnya, hanya sebagai khotbah. Sedangkan menurut Wakil Sekjen DPP PPP, yang juga anggota MPR Chozin Chumaidy mengatakan, hal-hal yang akan menjadi perhatian atau tanggapan F-PP terhadap lembaga kepresiden atau presiden, menyangkut kelemahan pemerintah menangani ekonomi, KKN, penegakkan supremasi hukum dan gejala desintegrasi bangsa. Soal reshuffle yang akan ditempuh Gus Dur, tidak akan dikomentari karena merupakan wewenang presdien. Tepai, akan diminta perbaikan kinerja pemerintah. Pemisahan kekuasaan anatara kepala negara dan kepala pemerintahan, sepanjang tidak melanggar konstitusi, maka F-PP dapat menerimanya. "Karena perlu diingat sistem pemerintahan kita adalah sistem presidensil yang tidak mengenal adanya perdana menteri atau menteri pertama," ujar Chozin, Selasa (8/8). Sekretaris F-PP Ali Hardi, kepada koridor.com mengatakan, fraksinya dan beberapa fraksi lain memiliki pandangan yang sama, dimana presiden sebaiknya diganti. "Hanya masih menunggu dan melihat siapa yang lebih dulu akan mengusulkan hal tersebut," tambah Ali Hardi.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 8 Aug 2000 jam 13:25:10 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
