----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

24 Agustus, Kabinet Baru Gus Dur Diumumkan

Jakarta (Bali Post) -

Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kali ini tampaknya lebih berhati-hati
dalam menyusun kabinet hasil reshuffle pasca-ST MPR. Pengumuman kabinet baru
yang sedianya Senin (21/8), mundur menjadi Kamis (24/8) mendatang. Presiden
Gus Dur akan mengumumkan nama-nama menteri kabinet yang baru pada 24 Agustus
mendatang, usai mengumumkan keppres soal pembagian tugas antara presiden dan
wapres.

Menkumdang Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra yang ditugasi menyusun keppres
pembagian tugas antara presiden dan wapres itu mengaku sampai saat ini belum
bisa merumuskan secara detail soal pembagian tugas tersebut. ''Pasalnya, Tap
MPR soal pembagian tugas itu belum diterima presiden,'' kata Yusril di
Jakarta, Kamis (17/8) kemarin. Soal susunan kabinet, Ketua Umum Partai Bulan
Bintang ini mengatakan, presiden telah memastikan mengumumkannya pada 24
Agustus mendatang. Yusril menjumpai Gus Dur dalam kapasitas sebagai menteri
yang ditugasi presiden membuat keppres tentang tugas-tugas yang diberikan
kepada wapres.

Ia mengkonsultasikan masalah itu kepada Gus Dur. Konsultasi itu dilakukan
mengingat keppres akan diumumkan bersamaan dengan pengumuman susunan
kabinet.

Yang jelas, katanya, keppres itu sendiri belum selesai karena masih harus
menunggu Ketetapan MPR yang diperkirakan akan selesai Jumat (18/8) ini.
Sebelum keppres itu muncul, Yusril juga akan berkonsultasi dengan Megawati
untuk kemudian berkonsultasi lagi dengan presiden sampai akhirnya final.

Meski belum bisa memberikan gambaran rinci mengenai tugas wapres sesuai
keppres itu, ia mencontohkan masalah teknis pemerintahan yang akan dilakukan
wapres di antaranya menandatangani keputusan-keputusan dari presiden dengan
isi mengenai hal apa pun.

Berkaitan dengan posisi dirinya dan departemennya, Yusril mengaku tak tahu
apakah akan dilikuidasi atau tidak. Tetapi, ia yakin Depkumdang tetap ada,
apakah nanti akan dimarger, belum dapat dipastikan. Secara pribadi ia
berpendapat, nama Depkumdang dikembalikan jadi Depkeh untuk alasan
koordinasi penegakan hukum seperti dengan kejaksaan agung dan kepolisian.
Sebab, kalau Depkumdang, departemen ini hanyalah pembuat proses penyiapan
UU.

Dilarang Terpengaruh

Sementara itu, Presiden Gus Dur minta tim tiga penyusun restrukturisasi
kabinet -- Ryaas Rasyid, Erna Witoelar dan Susilo Bambang Yudhoyono -- untuk
bekerja secara murni dan berpikir logis dalam menyusun struktur kabinet.
''Nanti jika ada penyesuaian-penyesuaian akan menjadi tanggung jawab saya,''
kata Presiden seperti ditirukan Ryaas Rasyid, Kamis kemarin. Dia bersama
Susilo Bambang Yudhoyono dan Erna Witoelar telah bertemu dengan Gus Dur
untuk menerima arahan umum.

Penyesuaian yang dimaksud Gus Dur, menurut Ryaas, menyangkut misalnya adanya
usulan dari pihak lain yang disampaikan kepada tim atau lainnya. ''Kita tak
dibenarkan berhubungan dengan pihak lain dan menampung usulan mereka. Kita
berkerja secara logika pemerintahan,'' kata Ryaas. Memang diakui selama ini
banyak usulan kepada tim, khususnya berasal dari parpol-parpol. Usulan itu
antara lain tentang komposisi kabinet dengan versi berbeda-beda. Namun di
antara parpol itu tak menitipkan nama-nama yang berkompeten untuk duduk pada
jabatan tertentu.

Dihilangkan

Dari restrukturisasi yang dilakukan, dipastikan ada departemen yang akan
dihilangkan, tetapi pemerintah sudah menyiapkan struktur kepegawaian. Kabar
yang mungkin sedikit melegakan sebagian besar kalangan pegawai negeri sipil
(PNS), walaupun dikabarkan kemungkinan akan ada penghilangan atau merger
antardepartemen, Menteri Otonomi Daerah Ryaas Rasyid meyakinkan bahwa tidak
akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK). ''Kalaupun ada departemen yang
dihilangkan atau dimerger, pemerintah sudah menyiapkan struktur
kepegawaiannya, tidak akan ada PHK. Yang ada hanya pergeseran jabatan,
''tegas Ryaas usai bertemu Gus Dur di Istana Merdeka, Kamis kemarin.

PAN tak Terkejut

Rumor partai mana yang diakomodasi dan partai mana yang disingkirkan makin
kencang menjelang pengumuman susunan kabinet baru. Salah satu rumor
menyebutkan kader-kader PAN akan dipinggirkan. Ketua DPP PAN AM Fatwa
mengaku tidak terkejut menanggapi rumor tersebut. Bahkan, katanya, DPP PAN
sudah lama mendengar kabar itu. ''Enggak dipakai, enggak apa-apa. Kami tidak
terkejut jika nanti kabar tersebut benar,'' ujar Fatwa.

PAN, kata Fatwa, akan meningkatkan pengawasan kepada pemerintah. Namun, ia
kurang sependapat jika sikap itu diartikan sebagai tindakan oposisi.
''Pokoknya kami akan lebih keras dan lebih cermat mengawasi pemerintah,''
tegasnya. Ia menambahkan, sikap tersebut tidak terkait dengan dipakai-atau
tidaknya kader PAN di kabinet. ''Pengawasan kepada presiden itu soal lain,
sementara kalau kader PAN tidak dipakai, itu juga soal lain. Kami
biasa-biasa saja, tidak ada hubungannya sikap keras kami dengan tidak
terpakainya kader kami di kabinet,'' papar Fatwa.

Menyinggung kecurigaan sejumlah kalangan mengenai melunaknya kubu Poros
Tengah di Komisi C, Fatwa mengatakan, kelunakan itu terjadi karena ada
pertemuan politik tingkat tinggi. Namun yang pasti, katanya, hal tersebut
berseberangan dengan beredarnya rumor ''politik dagang sapi'' di Komisi C.
''Tawar-menawar yang berbau dagang sapi tidak terjadi. Yang ada adalah
politik tinggi, di mana kami dan fraksi-fraksi lain ketemu di
tengah-tengah,'' ujar Fatwa. Dijelaskan, pertemuan tersebut menghasilkan
sikap kompromi pada klausul rekomendasi. Poros Tengah menghendaki kata
rekomendasi di dalam Tap tentang lembaga-lembaga tinggi negara diganti
dengan menugaskan. Permintaan ini disetujui fraksi-fraksi pendukung satu
Tap.

Kata penugasan, menurut Fatwa, bersifat keras karena merupakan instruksi MPR
kepada presiden. Dengan demikian, kalau tidak dilaksanakan ada konsekuensi
yang harus ditanggung presiden.

Menyinggung sikap kritis Amien Rais dan kubu Poros Tengah secera keseluruhan
kepada Gus Dur, Fatwa mengatakan, hal itu tidak mencerminkan penyesalan.
Poros Tengah tidak menyesal dulu telah mencalonkan Gus Dur. ''Pencalonan
dulu itu merupakan iktikad politik. Itu pendapat awal kami, jika kami
sekarang terlihat kritis anggap saja sebagai sikap akhir,'' ujar Fatwa.

Pascasidang tahunan, katanya, Poros Tengah akan melanjutkan agenda kritis
yang sempat tertunda yakni agenda Buloggate dan Bruneigate.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 18 Aug 2000 jam 11:37:00 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke