----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Gus Dur terus digoyang setahun kedepan

Senin, 21 Agustus 2000
Bangkit Online

UJIAN Sidang Tahunan (ST) MPR tahun 2000 dilewati Gus Dur dengan mulus.
Namun, hal itu bukan jaminan bahwa setahun ke depan langkah-langkah Gus Dur
akan mulus-mulus saja.

BAGAIMANA mungkin langkah-langkah Gus Dur akan mulus kalau sejumlah anggota
DPR sudah menyiapkan berbagai peluru untuk menggoyang sang presiden? Di
antaranya, peluru berupa hak angket kasus Bulloggate dan Brunaigate.

Selain itu, jangan lupa kelanjutan hak interpelasi menyangkut alasan
pemecatan Yusuf Kalla dan Laksmana Sukardi. Yakni, rencana Dewan
menyampaikan pernyataan pendapat.

Dengar saja, misalnya, 'tembakan' Ade Komaruddin, vokalis Partai Golkar di
DPR. "Berdasar informasi yang saya dapat, dalam angket soal Buloggate dan
Brunaigate, tampaknya ada indikasi dia melanggar haluan negara. Itu yang
saya pikir agak menyesakkan kita semua," tegas Ade kepada Bangkit.

Jika memang nanti terbukti melanggar haluan negara, menurut Ade, sulit bagi
Gus Dur untuk menghindari akibatnya. Dalam istilah Ade, Gus Dur sendirilah
yang memasang ranjau Buloggate (dugaan penyalahgunaan dana Bulog sebesar Rp
35 miliar) dan Brunaigate (dugaan menerima sumbangan dana 2,5 miliar dolar
AS dari Sultan Brunai).

Pengamat politik CSIS, Kusnanto Anggoro, juga memperkirakan parlemen akan
memakai Buloggate dan Brunaigate untuk menekan Gus Dur. Pengamat politik
lain, Andi Alifian Malarangeng, pun mengamini. Namun, katanya, jika tak
memperoleh dukungan banyak di DPR, tak akan berdampak besar. (baca wawancara
Alifian).

Ade Komaruddin sendiri bukannya tak melihat kemungkinan Gus Dur lolos dari
ujian dua kasus yang akan diselidiki dengan hak angket tersebut. "Dia
tergantung dalam hal angket dan pernyataan pendapat. Kalau dia di sana
lolos, tidak terbukti melanggar haluan negara, berarti dia bisa menjalankan
pemerintahan ini secara efektif di masa yang akan datang," papar Ade.

Sedangkan sosiolog yang juga pengamat politik UI, Kastorius Sinaga,
memperkirakan, pertarungan pemerintahan Gus Dur yang lebih pendek ke depan
adalah pembongkaran kasus-kasus KKN Orde Baru. Hal ini, katanya, nanti akan
dihadapkan perlawanan-perlawanan di berbagai bidang, semisal pemboikotan
perekonomian dari dalam ataupun instabilitas baru.

***

BAGI para pendukung Gus Dur, kemungkinan digoyangnya Gus Dur setahun ke
depan bukanlah hal mengagetkan. Sebab, mereka memang sudah memperkirakannya.
Hal ini tercermin, antara lain, dari pernyataan Koordinator Humas PKB yang
juga anggota DPR RI, Effendy Chorie. (baca wawancara Effendy).

Tak beda dengan Sekretaris F-PKB DPR RI, Abdul Khaliq Ahmad. "Kita sudah
memprediksi, gangguan-gangguan itu tidak selesai meskipun di Sidang Tahunan
ini dianggap tidak ada sesuatu yang berarti," tegas Khalik Ahmad.

Tujuan akhir menggoyang Gus Dur, menurut para pendukung Gus Dur, apalagi
kalau bukan untuk menggeser Gus Dur dari kursi kepresidenan. Sedangkan
tujuan jangka pendeknya adalah minta pembagian kue kekuasaan.

Namun, jika tuduhan miring seperti itu disampaikan kepada figur-figur yang
selama ini kencang menyerang Gus Dur, tentu akan dibantah. Orang-orang
partai di DPR, yang selama ini vokal terhadap Gus Dur, misalnya, bakal
menyahut bahwa sikap kritis mereka demi kebaikan pemerintah juga -sikap
korektif.

Biasanya, mereka akan langsung balik menuding bahwa PKB bersikap over
reaktif. Artinya, PKB dianggap terlalu gampang curiga terhadap pihak yang
bersikap kritis terhadap Gus Dur. Bahkan, PKB selalu menilai bahwa sikap
kritis identik dengan menginginkan kekuasaan. Namun, bagi Abdul Khalik,
harus dibedakan antara sikap kritis dengan upaya mengganggu. Ada batas,
katanya, antara kritisme dengan gangguan yang lebih pada menendiskreditkan
pemerintah. Tingkat kekritisan jangan kemudian menjadikan pemerintahan ini
tidak jalan, tegas Abdul Khalik.

"Sepanjang presiden tidak melakukan penyimpangan terhadap haluan negara dan
UUD 45, tidak ada alasan untuk menurunkan presiden di tengah jalan,"
tandasnya. Debat soal itu, barangkali, tak akan pernah selesai. Karena,
semua pihak punya argumen masing-masing. Apapun, demi berlangsungnya
pemerintahan Gus Dur agar bisa sesuai konsitusi -lima tahun sejak dipilih-
orang-orang PKB seperti Khalik Ahmad punya harapan sendiri kepada
partai-partai politik yang memiliki wakil di kabinet supaya bisa menahan
diri. Sebab, katanya, pemerintahan ini merupakan pemerintahan
bersama -representasi wakil berbagai partai di kabinet.

Jadi, tegas Khalik Ahmad, "Secara moral, mestinya partai-partai ini
mempunyai kewajiban yang sama dengan seluruh partai yang ada di kabinet.
Sama-sama memperjuangkan agar pemerintahan ini jalan," harapnya.

Namun, memutar kembali ingatan kita terhadap apa yang sudah terjadi selama
10 bulan pemerintahan Gus Dur, agaknya harapan Abdul Khalik bukan harapan
ringan. Karena, ada kesan bahwa partai-partai yang punya wakil di kabinet
selama ini juga ramai-ramai merecoki presiden. Meski, hal itu juga tak bisa
dilepaskan dari berbagai ucapan dan tindakan kontroversial presiden
sendiri.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 21 Aug 2000 jam 12:17:32 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke