----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

DR ANDI MALLARANGENG: SYUKURI KALAU POROS TENGAH JADI OPOSISI

Jum'at, 18 Agustus 2000
Bangkit Online

STAF ahli Kementerian Negara Otonomi Daerah, Dr Andi Mallarangeng,
menilai, negara ini butuh oposisi agar tersedia alternatif kebijakan.
Pengamat politik ini diwawancarai di Jakarta, Kamis (17/8).

[TAMPAKNYA Poros Tengah akan disingkirkan dari kabinet. Menurut Anda?]
Mungkin tidak semua. Pak Yusril Ihza Mahendra (PBB) mungkin masih dapat
dalam kabinet. Tapi bahwa nanti ada yang jadi oposisi, barangkali perlu
juga. Itulah demokrasi.

[Tapi kan semua partai ingin memasukan anggotanya menjadi menteri?]
Itulah susahnya. Kalau mau oposisi, ya, oposisi saja. Kalau menjadi partai
pemerintah, ya, tugasnya mempertahankan kebijakan pemerintah. Itu saja
mestinya. Kalau mendua begitu susah.

[Dalam penyusunan kabinet sekarang, apakah ada kecenderungan memisahkan
secara tegas antara partai pemerintah dan partai oposisi?]
Kita belum tahu pasti, karena itu urusan Gus Dur. Saya cuma mengatakan
bahwa kalau itu terjadi, itu sehat. Dan jangan dipermasalahkan. Buat saya,
ada yang memerintah, ada oposisi, itu kan wajar dalam demokrasi. Kalau
sebagian, mungkin tidak semuanya kebagian dari partai Poros Tengah, tidak
dapat bagian dari pemerintahan, justru harus disyukuri bahwa dia sekarang
menjadi oposisi dan kemudian mempersiapkan alternatif kebijakan. Sehingga
pada pemilu 2004, orang bisa lihat bahwa kebijakan itu lebih baik atau
tidak.

[Mengapa oposisi menyehatkan demokrasi?]
Karena, sebagai pemilih, kita (rakyat) perlu mendapatkan
alternatif-alternatif. Kalau tidak ada yang jadi oposisi, tidak ada
alternatif kebijakan. Tidak ada alternatif kepemimpinan dan sebagainya.
Padahal dalam demokrasi harus ada pilihan-pilihan.

[Soalnya, massa masih apriori terhadap tokoh atau oposan yang selalu
mengeritik pemerintah?]
Kalau kritiknya asal bunyi, memang orang akan apriori. Kalau kritiknya
terbaik dan ternyata kebijakan-kebijakan pemerintah itu tidak menghasilkan
apa-apa, orang akan apresiasi terhadap kritik-kritik itu.

[Kalau kita membayangkan bahwa Gus Dur mendapat dukungan dari PKB, PDIP dan
Golkar, sementara Poros Tengah beroposisi, itu kan cukup kuat Gus buat Gus
Dur?]
Cukup kuat, di atas 50 persen. Kabinet pelangi itu lupakan saja. Ternyata
kita gagal dengan kabinet pelangi.

[Walau Poros Tengah semakin keras di DPR, apakah tidak membahayakan posisi
Gus Dur?]
Nggak apa-apa, asal dukungan terhadap Poros Tengah tidak sampai 50 persen
lebih. Keras boleh keras, di Amerika juga begitu, keras-keras. Di Roma
juga begitu keras-keras. Tapi kalau oposisi siap minoritas yah tetap tidak
akan mampu untuk bersikap apa-apa.
Dia memberikan alternatif kebijakan, orang yang menilai. Kalau ternyata
alternatif kebijakan masuk akal, orang akan memilih partai oposisi. Kalau
ternyata alternatif kebijakan itu asal kritik saja yah orang tidak akan
mengapresiasi. Makanya kalau menjadi oposisi, jadilah oposisi yang
bertangungjawab. Artinya mereka harus memberikan alternatif kebijakan yang
masuk akal.

[Poros Tengah kan masih punya senjata, seperti hak angket skandal Bulog dan
Bruneigate?]
Bisa saja. Tapi kemudian kalau tidak dapat dukungan banyak di parlemen,
tidak akan jadi apa-apa.

[Susahnya, Golkar itu oportunis. Bukan tidak mungkin ia nanti bergabung
dengan Poros Tengah?]
Bisa saja. Namanya politik, tidak ada lawan permanen, tidak ada kawan
parlemen. Jadi ini permainan. Masing-masing melakukan move (gerakan) yang
mengutungkan dirinya dan merugikan lawannya. Rakyatlah yang akan menilai,
mana sebetulnya yang betul-betuk reformis.

[Setelah penyusunan kabinet, apakah ada jaminan tidak akan ada
goncang-ganjing?]
Tidak ada jaminan. Tapi kalau kinerja pemerintahan ini lebih baik, maka
akan muncul kepercayaan baru dari rakyat.

[Sekiranya Sidang Tahunan MPR itu pertandingan antara Gus Dur, Akbar,
Amien, dan Mega, siapa yang keluar sebagai pemenang?]
Saya nggak mau bilang siapa yang menang, siapa yang kalah. Ibu Mega tentu
senang, dia mendapat tugas baru dengan kewenangan yang saya pikir cukup
besar. Dan Gus Dur juga boleh di kata menang, karena dia selamat, terbaik.
Amien Rais juga lumayan, karena MPR ternyata bisa berhasil, berlangsung
boleh dikata aman. Dan Akbar Tandjung juga dapat bagian dari itu,
dapat--boleh di kata menang juga. Dan juga di DPR cukup aktif dan tidak
hanya diam saja.

[Kan banyak agenda Poros Tengah yang tidak lolos?]
Yah, tapi kan tidak semua orang dapat menang, Poros Tengah juga dapat
bagian bahwa agenda-agendanya untuk mengkritik Gus Dur juga, akhirnya ikut
yang lain.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 21 Aug 2000 jam 12:17:44 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke