----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Diskusi Sebulan Penculikan Jafar Siddiq

BANDA ACEH (Waspada): 5 September 2000, tepat sebulan kasus penculikan Jafar
Siddiq Hamzah, aktivis pembela HAM yang bermarkas di New York, AS. Namun,
selama itu pula belum ada pihak yang menyatakan bertanggungjawab atas
penculikan yang terjadi di Medan 5 Agustus silam.
Begitu pula dengan pihak kepolisian, hingga saat ini belum mampu mengungkap
dan membuktikan siapa pelakunya atau pun menemukan aktivis malang tersebut.
Untuk membahas masalah itu, pengurus Farmidia Aceh menggelar satu diskusi di
Banda Aceh, Selasa (5/9), dengan menghadirkan Direktur Eksekutif FP-HAM
Saifuddin Bantasyam, Ketua Presidium SIRA Muhamamd Nazar dan Koodinator
Kontras Aceh Aguswandi BR.
Hasil diskusi itu mengung-kapkan masih sangat lemahnya fungsi perlindungan
yang diberikan terhadap keamanan warga sipil oleh negara. "Jafar Siddiq
adalah bukti lemahnya fungsi perlindungan oleh negara. Jafar saja sebagai
orang yang punya advokasi media dan jaringan kuat bisa diculik, apalagi yang
lain," sesal Aguswandi BR.
Sedangkan Sekjen Farmidia Radhi Darmansyah menyatakan kekecewaan pihaknya,
karena belum ada titik terang menyangkut kasus hilangnya Jafar Siddiq
setelah berlangsung selama sebulan.
Sekjen Front Aksi Reformasi Mahasiswa Islam Daerah Istimewa Aceh, ini
mensinyalir Jafar Siddiq diculik oleh satu kelompok kuat yang terorganisir
rapi dan punya jaringan luas yang selama ini tidak menyukai aktivitasnya.
Ini ditunjukkan dengan cara pengambilan Jafar secara misterius, sistematis
dan terencana, lanjutnya. (b08)

Puluhan Mahasiswa Unjuk
Rasa Tuntut Bebaskan Rekan Di Tahanan

BANDA ACEH (Waspada): Puluhan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di
Banda Aceh, Rabu (6/9), menggelar unjuk rasa di depan pintu masuk Mapolda
Aceh, menuntut pembebasan rekan yang ditahan aparat kepolisian di Mapolsek
Meukek, Aceh Selatan, Selasa (5/9) malam.
Sekjen Wakampas, Erwanto, yang Waspada temui ketika berlangsungnya aksi
damai itu, menceritakan, Amri Saldin, anggota relawan kemanusiaan SEFA
ditahan aparat keamanan yang melakukan razia kenderaan di depan Mapolsek
Meukek, sekitar pk. 20.30 Wib.

Waktu itu, kata dia, relawan SEFA bersama seorang temannya sedang dalam
perjalanan pulang ke Banda Aceh, menumpang bus antar kota dalam provinsi,
seusai membantu para pengungsi di Kecamatan Bakongan dan Trumon. Namun,
setiba di depan Mapolsek tersebut, bus yang mereka tumpangi terkena
"sweeping" aparat.

Ketika itulah aparat menahan pekerja kemanusiaan tersebut, yang masih
tercatat sebagai Mahasiswa IAIN Ar-Raniry Banda Aceh. Sedangkan temannya
yang tidak diketahui namanya, dibolehkan melanjutkan perjalanan menggunakan
angkutan yang sama.

Setelah menyampaikan "aspirasi" yang diterima oleh Kadit Bim-mas Polda Aceh,
SR Supt. Drs. Suryadi Andi sekitar pk. 12.00 Wib, para pengunjuk rasa
membubarkan diri dan "kembali" kemarkasnya.

Wakapolda Aceh, SR. Supt. T Ashikin Husen, kepada wartawan di Mapolda Aceh
membenarkan penahanan tersebut. "Relawan SEFA itu ditahan karena dicurigai
membawa obat terlarang." tegasnya.

Namun, kata wakapolda, setelah dilakukan pemeriksaan di laboratorium di Aceh
Selatan, ternyata bukan ada obat-obatan terlarang yang dicurigai aparat.
"Setelah diperiksa, kerena tidak terbukti bersalah yang bersangkutan
dibebaskan kembali," ujarnya. (cik/cir)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 11 Sep 2000 jam 05:28:26 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke