----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Presiden: Lucuti Pengawal Soeharto

Medan - 17 Sep 00 15:58 WIB (Astaga.com)

Presiden KH Abdurrahman Wahid memerintahkan Kepala Bakin, Panglima TNI serta
Kapolri untuk melucuti pengawal-pengawal di kediamanan mantan Presiden
Soeharto yang bersenjata padahal mereka bukan anggota TNI/Polri. "Saya minta
Kepala Bakin dan nanti Panglima TNI serta Kapolri agar orang-orang yang
bukan TNI dan petugas keamanan yang menjaga rumah bekas Presiden Soeharto,
dilucuti senjatanya," kata Presiden dalam dialog dengan masyarakat dan
tokoh-tokoh agama se-Sumatera Utara di Medan, Minggu (17/9) siang.

Menurut Presiden, tidak ada jalan lain untuk tidak melucuti senjata-senjata
tersebut. "Sebab dengan bersenjata api, pura-pura membela diri, atau
pura-pura membela pemerintah. Tapi pada dasarnya merusak pemerintah," kata
Gus Dur. Kepala Negara mengemukakan, perintahnya tersebut merupakan reaksi
terhadap tindakan-tindakan kekerasan yang terjadi selama ini.

"Kita tidak setuju dengan cara itu," ujar Gus Dur. Presiden juga
mengemukakan serangkaian kejadian kekerasan yang terjadi di tanah air, pada
dasarnya bertujuan untuk menghancurkan pemerintahan. "Karena itu tidak bisa
lain, untuk mempertahankan kesatuan negara kita, mau tidak mau pemerintah
sekarang bersikap keras," kata Gus Dur.

Sikap keras pemerintah lanjutnya, semua senjata yang tidak legal harus
diserahkan kepada pemerintah dalam waktu seminggu. "Kalau tidak mau, kita
cari sampai dapat. Inilah satu-satunya jalan,"kata Presiden. Gus Dur juga
menceritakan, Minggu pagi sebelum dia bertolak ke Medan, Ketua Umum GP
Ansor, Syaifullah Yusuf, menemui Presiden guna menyampaikan khabar bahwa
Habib Ali Baagil, yang tinggal di Kwintang, menyatakan cinta kepada Gus Dur.

"Saya sampaikan kepada Syaiful, kalau memang ia cinta, serahkan senjata api
kepada aparat keamanan. Saya beri waktu seminggu. Kalau tidak, awas," kata
Kepala Negara. Presiden mengingatkan, Indonesia adalah negara hukum,
sehingga orang sipil tidak boleh memiliki senjata api di luar ketentutan
hukum.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 18 Sep 2000 jam 06:14:34 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke