----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Antara, 15 September 2000

DK-PBB BAHAS PENANGANAN KASUS ATAMBUA DENGAN MENKO POLKAM

Markas PBB, 15/9 (ANTARA) - Presiden Dewan Keamanan PBB untuk
bulan September, Dubes Moctar Ouane, mengumumkan rencana
pembahasan penanganan kasus Atambua dengan Menko Polsoskam
Susilo Bambang Yudhoyono, utusan khusus yang dikirim pemerintah
Indonesia ke New York.

Dubes Ouane yang asal Mali kepada wartawan di Markas PBB New
York, Kamis, mengatakan DK-PBB akan bertemu dengan Yudhoyono
menyusul kedatangannya ke New York hari Minggu (17/9).

"Kami menantikan pertemuan dengan Tuan Yudhoyono mengenai
langkah-langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia
untuk melaksanakan resolusi 1319," katanya.

Namun Ouane belum menjelaskan apakah pertemuan itu dilaksanakan
hari Minggu itu juga atau keesokan harinya, yaitu Senin (18/9).
Minggu adalah libur resmi PBB, namun jika ada hal-hal genting
yang mendesak, Dewan Keamanan bisa saja bersidang. Sebelumnya,
Menlu Alwi Shihab menyatakan kemungkinan pertemuan itu hari
Senin.

Menurut Ouane, DK-PBB juga menarik kembali rencananya Jumat lalu
untuk mengirim misi ke Indonesia dan Timor Timur untuk
menindaklanjuti resolusi 1319/2000.

Resolusi yang dikeluarkan 8 September itu mendesak pemerintah
Indonesia untuk melucuti dan membubarkan milisia di Timor Barat,
memulihkan kembali keamanan dan ketertiban, menjamin pemulangan
dengan selamat para pengungsi dan pekerja kemanusiaan, dan
mencegah penyusupan milisia ke Timor Timur.

Desakan dan resolusi itu muncul setelah terbunuhnya tiga staf
Badan Urusan Pengungsi PBB (UNHCR) oleh milisia di kamp
pengungsi Atambua, Timor Barat, 6 September lalu.

Sementara itu, Jurubicara PBB Fred Eckhard mengatakan bahwa
jenazah tiga staf PBB yang terbunuh sudah diidentifikasi secara
medis dan akan diterbangkan ke negaranya masing-masing akhir
pekan ini.

Mereka adalah Carlos Carceres asal Puerto Rico, Amerika Serikat,
Samson Aregahegn dari Ethiopia dan Pero Simundza dari Kroasia.
(LNY01/c/nd06/15/09/:0 10:37
1509001041 NNNN

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 19 Sep 2000 jam 09:27:25 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke