----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http: under construction
Xpos, No 28/III/16-23 September 2000
================================================

WIRANTO-ZACKY KOBOI KEBAL HUKUM

(POLITIK): Dua arsitek kekacauan Timor Timur pasca jajak pendapat
lolos dari jeratan hukum. Intel TNI pun diduga mulai menghabisi para
saksi dari milisi.

Komandan Milisi Laksaur Merah Putih Mendoza Olivio Moruk terbunuh,
lalu sekitar lima ribu pengungsi mengarak jenasahnya dan menyerbu
kantor UNHCR (Komisi Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi) di Atambua,
kota wilayah Timor Barat di perbatasan dengan Timor Lorosae. Itu
terjadi Kamis, 7 September lalu. Tiga staf UNHCR tewas ditusuk dan
dibacok massa pro integrasi itu. Presiden Abdurahman Wahid yang tengah
mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi PBB di New York merasa
dipermalukan dan menuduh ada pihak yang ingin mempermalukan dirinya di
forum PBB itu. Gus Dur memang kemudian jadi pusat perhatian.

Tampaknya, ada rangkaian peristiwa yang tidak bisa dipisahkan, yakni
pengumuman tersangka kejahatan terhadap kemanusiaan di Timor Timur
yang melibatkan sejumlah jendral Angkatan Darat, terbunuhnya Mendoza
Olivio Moruk, salah satu dari 19 tersangka Kejaksaan Agung,
penyerangan Kantor UNHCR dan KTT PBB di New York.

Moruk seharusnya diperiksa di persidangan, bersaksi untuk kasus
pelanggaran HAM Timtim pekan-pekan mendatang. Ia merupakan salah satu
kunci karena merupakan salah satu pemimpin penyerbuan Gereja Nossa
Senhora de Fatima (Ave Maria), Suai pada 6 September 1999. Moruk juga
merupakan saksi kunci keterlibatan Kol. Inf Herman Sediono, anggota
Kopassus yang saat itu menjabat Bupati Kovalima dan keterlibatan
Komandan Koramil Suai Lettu Inf Sugito dalam pembantaian pengungsi di
komplek Gereja Suai itu.

Tak hanya itu, pada 5 September malam, Moruk juga menjadi saksi kunci
atas keterlibatan TNI dalam pembakaran rumah-rumah penduduk dan gedung
 gedung pemerintah di Kota Suai.

Penyerangan terhadap warga yang mengungsi di kompleks Gereja Suai oleh
milisi Laksaur Merah Putih, Mahidi, aparat TNI dan Polisi dipimpin
langsung oleh Kol. Inf Herman Sediono dan Danramil Suai Lettu Inf
Sugito. Setelah sebelumnya mereka mengancam akan membunuh semua
Pastor, dan para pengungsi laki-laki, maupun perempuan. Pada saat itu
lebih kurang 100 orang pengungsi yang berada di dalam gereja sedangkan
di luar tidak terhitung jumlahnya. Pastor Hilario ditembak di bagian
dada sebanyak satu kali dan jenasahnya diinjak oleh Igidio Manek salah
seorang anggota milisi Laksaur. Sedangkan Pastor Francisco mati
ditikam dan ditebas tubuhnya oleh Americo yang juga anggota milisi
Laksaur. Saksi lainnya, Domingas dos Santos, menyaksikan Pastor
Dewanto dibunuh di gereja lama. Pada saat penyerangan, Polisi, Brimob
Kontingen Loro Sae dan aparat TNI berada di luar pagar menembaki
pengungsi yang berupaya melarikan diri keluar dari kompleks gereja.
Diperkirakan paling sedikit 50 orang terbunuh dalam peristiwa
tersebut.

Dua puluh enam jenasah di antara korban tersebut diangkut truk dan dua
buah mobil, serta dikuburkan di Desa Alas Kec. Wemasa Kab. Belu.
Kegiatan penguburan jenasah tersebut dipimpin oleh Lettu Inf Sugito,
bersama 31 orang anggota TNI dan satu kompi milisi Laksaur.
Jenasah-jenasah tersebut dibawa oleh Lettu Inf Sugito dan kawan-kawan
dari Suai sekitar pukul 08.30 melewati pos Polisi Metamauk di wilayah
hukum Polsek Wemasa, NTT. Dari hasil penggalian kuburan massal korban
pembantaian di Gereja Suai tersebut teridentifikasi 16 laki-laki, 8
perempuan, 2 jenasah tidak dapat diidentifikasi jenis kelaminnya,
berusia 5 tahun sampai dengan dewasa berumur 40an tahun.

Jadi, peristiwa Suai merupakan peristiwa pembantaian di mana
bukti-bukti dan saksi-saksi mengarah pada keterlibatan TNI dan
sejumlah perwira TNI. Bukti-bukti yang kuat itu juga ditemukan KPP HAM
Timtim yang melakukan sejumlah pemeriksaan saksi dan penggalian
kuburan masaal yang sebelumnya disembunyikan TNI. Kejahatan ini
tampaknya juga merupakan yang terkejam dilakukan aparat TNI pasca
jajak pendapat di Timor Timur 31 Agustus 1999.

Jadi, Moruk merupakan saksi yang amat penting, yang kesaksiannya bisa
menyeret Kol. Inf Herman Sediono dan Lettu Soegito ke penjara seumur
hidup. Moruk juga bukan hanya saksi kunci keterlibatan dua perwira TNI
Angkatan Darat itu, namun juga bisa digiring menjadi saksi kunci
keterlibatan institusi TNI, yang mau tak mau akan menyeret Jendral TNI
Wiranto, Panglima TNI waktu itu. Wiranto sendiri tak termasuk dalam
daftar 19 tersangka yang diajukan Kejaksaan Agung ke pengadilan.

Nah, kalau ada dugaan Moruk dihabisi sendiri oleh "koleganya", yakni
TNI, maka dugaan itu masuk akal. Tanpa Moruk, tampaknya peristiwa
pembantaia di Gereja Suai sulit dikuak di pengadilan. Moruk mungkin
saja akan bungkam di pengadilan, namun keberadaannya di pengadilan
bisa menyulitkan TNI, maka lebih baik jika saksi kunci itu
dilenyapkan.

Moruk memang akhirnya tewas di sebuah tempat di Atambua, hanya
beberapa hari saja setelah Kejaksaan Agung mengumumkan ia jadi
tersangka kejahatan di Timor Timur, bersama-sama para perwira TNI,
Polri, mantan pejabat Propinsi Timor Timur dan para komandan milisi
lainnya.

Tewasnya Moruk, tampaknya membuat para anggota milisi yang jumlahnya
ribuan yang kini berbaur bersama sekitar 100 ribu pengungsi di seluruh
Timor Barat, marah. Kemarahan itu ditumpahkan atau tampaknya diarahkan
ke Kantor UNHCR di Atambua. Kebetulan memang pada saat yang bersamaan,
para pemimpin dunia tengah bersidang di Markas Besar PBB di New York,
termasuk Gus Dur.

Tewasnya Moruk mungkin satu hal yang terpisah dengan penyerbuan Kantor
UNHCR. Moruk kemungkinan besar tewas di tangan intel TNI, lalu
kematian Moruk dipakai oleh para pemimpin pro integrasi untuk
menyerang Kantor UNHCR sekadar untuk menarik perhatian KTT PBB di New
York.

Kini, tengah diselidiki siapa pembunuh Moruk dan siapa yang
menggerakkan massa pro integrasi untuk menyerang Kantor UNHCR. Menteri
Pertahanan RI, Mahfud MD menuduh intel asing menyusup ke Atambua untuk
membuat onar. Yang dimaksud intel asing tampaknya adalah intel-intel
CNRT. Tapi, tuduhan itu tampaknya tak berdasar karena tak disertai
bukti, apalagi, dalam sejarah perlawanan CNRT, mereka tak sekalipun
pernah menyerang kepentingan-kepentingan PBB. CNRT bahkan bersahabat
dengan PBB. Dugaan Gus Dur, yang secara implisit menuduh aktor-aktor
intelektual di dalam negeri bermain di Atambua, tampaknya lebih
realistis. Kepentingan aktor-aktor ini selalu berpola: menciptakan
destabilitas di manapun di seluruh Indonesia dengan cara dan tema
apapun.

********************
USULAN DAFTAR TERSANGKA KPP HAM TIMTIM
********************
1. Panglima TNI Jenderal TNI Wiranto
2. Gubernur Timor Timur Abilio Soares
3. Bupati KDH II Dili Dominggos Soares
4. Bupati KDH II Covalima Kol. Inf Herman Sediono
5. Bupati KDH II Liquica Leoneto Martins
6. Bupati KDH Il Bobonaro Guilherme dos Santos
7. Bupati KDH II Lospalos Edmundo Conceicao E.Silva
8. Danrem 164 Wira Dharma Dili Brigjen TNI FX Tono Suratman
9. Danrem164 Wira Dharma Dili Kol. Inf M. Nur Muis
10. Kapolda Timor Timur Brigjen Pol. Timbul Silaen
11. Danramil Suai (Covalima) Lettu Inf Sugito
12. Kasi Intel Kodim Bobonaro (Maliana) Lettu Inf Sutrisno
13. Dandim Bobonaro Letkol Inf Burhanuddin Siagian
14. Dandim Los Palos Letkol Inf Sudrajat
15. Komandan Batalyon 744-Dili Mayor Inf Yakraman Yagus
16. Komandan Batalyon 745-Los Palos Mayor Inf. Jacob Sarosa
17. Anggota Batalyon 744-Dili Pratu Luis
18. Komandan Kompi B-Batalyon 744 Kapten Tatang
19. Perwira Kopassus/SGI BKO Korem Dili Letkol Yayat Sudrajat
20. Staf Kodim Liquisa Lettu Inf Yacob
21. Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Adam Damiri
22. Penasehat Keamanan P3TT Mayjen TNI Zacky Makarim
23. Komandan Milisi Aitarak Eurico Gutterres
24. Komandan Milisi Laksaur Merah Putih Olivio Moruk
25. Komandan Kompi Laksaur Merah Putih Martinus
26. Anggota Milisi Laksaur Merah Putih Manek
27. Komandan Milisi Tim Alfa Joni Marquez
28. Anggota Milisi Tim Alfa Joao da Costa
29. Anggota Milisi Tim Alfa Manuel da Costa
30. Anggota Milisi Tim Alfa Amillo da Costa
31. Komandan Milisi Besi Merah Putih Manuel Sousa
32. Komandan Milisi Halilintar Joao Tavares
********************

Kejaksaan Agung memang sudah memutuskan ada 19 tersangka kasus
kejahatan terhadap kemanusiaan di Timtim, kendati Jendral Wiranto
lolos dari tuduhan itu. Panglima Kodam IX/Udayana Mayjen Adam Damiri
dan mantan Gubernur Timtim Abilio Jose Osorio Soares menjadi
tersangka. Selain Abilio dan Adam Damiri, juga terdapat 17 tersangka
lainnya, termasuk milisi dan bupati. Pengumunan ke-19 tersangka
tersebut disampaikan Ketua Tim Penyidik Gabungan Pelanggaran HAM di
Timtim, Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Umum (JAM Pidum) MA
Rachman kepada pers di Jakarta, Jumat, 1 September. Menurut Kejaksaan
Agung, salam tahap penyidikan ini, tak tertutup kemungkinan adanya
tersangka baru.

Dari 19 tersangka, lima perwira tinggi dijadikan tersangka. Selain
Wiranto, Mayjen TNI Zacky Makarim juga lolos dari tuduhan, padahal
tokoh intel ini diyakini terlibat dalam perencanaan maupun pelaksanaan
pembantaian dan bumi hangus di Timtim.

Tiga tersangka dalam kasus pelanggaran berat HAM Timtim tersebut
adalah anggota milisi. Mereka bersama 10 tersangka lainnya adalah para
pelaku lapangan terhadap lima kasus besar, yaitu kasus tertembaknya
wartawan Sander Thoenes, kasus Diosis Dili dan kediaman Uskup Bello,
kasus di rumah Manuel Carrascalao, kasus di Gereja Liquica, dan kasus
di Gereja Ave Maria Suai. (*)

=========================================================
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]

- -------------------------------------
SiaR WEBSITE:
http://www.minihub.org/mailinglists/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Sep 2000 jam 07:26:23 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke