----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http: under construction
Xpos, No 28/III/16-23 September 2000
================================================

INSIDEN ATAMBUA INTELEJEN TERLIBAT

(POLITIK): Intelijen Australia dituding terlibat insiden Atambua.
Mengapa tak ada tuduhan intel Wiranto terlibat?

Tuduhan keterlibatan intel Australia dilontarkan Sekretaris Tim
Advokasi Perwira TNI, Yan Juanda Saputra. Ia  mengatakan seorang
warganegara Australia berinisial Mq, seorang anggota dinas intelijen
Australia, terlibat dalam insiden penyerangan Kantor UNHCR di Atambua.
Dalam insiden Atambua, massa menyerbu markas UNHCR dan terjadi
pembunuhan terhadap tiga staf lembaga PBB yang mengurus pengungsi
tersebut. Mq diduga terlibat karena terlihat berulang kali datang ke
Betun (pedalaman Belu dekat Atambua tempat para pengungsi Timtim).
Perwira Australia itu pernah mengikuti pendidikan Sesko TNI angkatan
ke-37 dan karena itu fasih berbahasa Indonesia.

Jika benar Mq berada di Timor Barat dan melakukan tugas intelijen
sendirian, ia adalah agen intelijen yang hebat, setara dengan agen
rahasia Inggris James Bond 007, yang hanya ada di film. Bayangkan,
seorang diri, bule lagi, mampu mengompori ribuan orang Timor Timur pro
integrasi yang setelah jajak pendapat Agustus tahun lalu, menjadi
sangat sensitif dan anti orang bule, menyerbu Kantor UNHCR.

Masalahnya, tuduhan ini dikemukakan oleh Yan Juanda, salah satu
pengacara para perwira TNI Angkatan Darat yang tengah menghadapai
tuduhan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan di Timtim. Tuduhan
itu jadi amat subyektif dan punya maksud terentu.

Pertanyaannya, apa motif Australia membuat kekacauan di Atambaua? Yan
Juanda pasti akan menjawab, Australia berkepentingan  mendiskreditkan
para kelompok milisi pro integrasi yang selama ini sering terlibat
baku tembak dengan pasukan PBB dari Australia dan New Zealand di
perbatasan. Dua pasukan PBB tewas dalam baku tembak itu, seorang dari
New Zealand. Belum ada anggota pasukan Australia yang tewas dalam misi
perdamaian di Timor Timur.

Motif itu kurang kuat. Lebih kuat motif lain oleh pelaku lain.
Misalnya, motif yang dimiliki kelompok Wiranto dan kelompok pro
integrasi sendiri. Kelompok Wiranto yang kini diajukan sebagai
tersangka dalam kasus Timor Timur, bagaimanapun tak bisa menerima,
bahwa "tugas negara" yang mereka emban untuk "mempertahankan" wilayah
Timor Timur, dibalas dengan menjebloskan mereka ke penjara. Mereka
juga punya dendam yang kuat pada PBB. Jadi, membuat kekacauan di
Atambua dengan skenario menyerbu kantor UNHCR, bisa saja dilakukan
kelompok ini. Apalagi, ada dugaan Wiranto merupakan salah satu
operator yang membuat kekacauan di Tanah Air.

Kelompok lain yang harus dicurigai adalah para politisi Timor Timur
pro integrasi yang kini berbasis di Kupang, ibukota Nusa Tenggara
Timur. Mereka antara lain, Abilio Jose Osorio Soares, mantan Gubernur
Timor Timur, Domingos das Dores Soares, mantan Bupati Dili, dan
sebagainya. Aksi-aksi anti PBB memang tengah dilancarkan kelompok ini.
Di Kupang, sejumlah orang pro integrasi melakukan aksi mogok makan di
Kantor UNTAET di Kupang. Tujuannya, PBB menutup kantor itu. Massa pro
integrasi belakangan juga mengepung kantor itu. Setelah itu, meledak
peristiwa Antambua. Kelompok ini, jelas memiliki motif yang amat kuat
sebagai aktor intelektual penyerbuan Kantor UNHCR. Motifnya: menarik
perhatian dunia, bahwa mereka masih ada. Selama ini, setelah mereka
terusir dari Timor Timur, kelompok ini seperti hilang ditelan bumi.

Namun, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Marsda TNI Graito Usodo
sendiri mengatakan pemberitaan soal dugaan intel Australia ini justru
akan memperkeruh suasana. Sementara itu Atase Pers (Counsellor Public
Affairs) Kedutaan Besar Australia di Jakarta Kirk Coningham,
menyatakan, Australia menganggap berita tersebut merupakan
disinformasi. "Berita itu sudah kami ketahui dari Kantor Berita
Antara, Jumat (8/9) pekan silam. Tapi apakah langsung dikutip begitu
saja oleh media massa Indonesia. Kami menganggap berita demikian
(dugaan keterlibatan dinas intelijen Australia berinisial Mq tersebut)
adalah upaya disinformasi atau keterangan yang tak benar yang sengaja
direkayasa,'' ujar Coningham.

Kasubdis Penum Polri, Pol Senior Superintendent Saleh Saaf seperti
dikutip Suara Pembaruan, di Jakarta mengatakan, hingga saat ini Polri
belum menemukan fakta keterlibatan intelijen asing dalam peristiwa
Atambua.

Pemerintah Indonesia, kepada PBB berjanji akan mengusut kasus ini dan
mengadili mereka yang bersalah melakukan pembunuhan staf UNHCR. Namun,
lucunya, yang kini dikejar-kejar polisi justru para pembunuh komandan
milisi pro integrasi Olivio Mendoza. Bukan siapa yang memerintahkan
penyerbuan UNHCR dan siapa yang menyerbu dan membunuh staf UNHCR.
Polri dengan bangga mengumumkan sudah menangkap enam dari sepuluh
pelaku pembunuhan Mendonza.

Sebaliknya, untuk kasus penyerangan UNHCR, polisi baru pada tahap
sedang melakukan pengejaran terhadap lima tersangka yang
teridentifikasi sebagai pelaku dalam peristiwa penyerbuan Kantor
UNHCR. (*)

=========================================================
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]

- -------------------------------------
SiaR WEBSITE:
http://www.minihub.org/mailinglists/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Sep 2000 jam 07:08:00 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke