----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Demonstran Tuntut Pengadilan Rakyat terhadap Soeharto
* Satu Mobil Polisi Dibakar

Jumat, 22 September 2000
Jakarta, Kompas

Ratusan mahasiswa Jakarta yang tergabung dalam Jaringan Kota (Jarkot), Kamis
(21/9) siang hingga malam, menggelar demonstrasi dengan turun ke jalan
mendatangi kediaman mantan Presiden Soeharto di Jalan Cendana. Mereka
menuntut pengadilan rakyat terhadap penguasa Orde Baru itu.

Sekitar pukul 15.00, muncul pula massa pro-Soeharto yang tergabung dalam
Front Anti Komunis dan Cinta Tanah Air (FAKCTA), yang menggelar aksi di
bundaran Teuku Umar. Orasi kedua massa menimbulkan suasana ejek-mengejek
cukup lama, dibatasi barikade polisi.

Sekitar pukul 17.00, bentrokan antara massa mahasiswa dengan polisi akhirnya
pecah di Jalan Sutan Syahrir. Bentrok terjadi ketika massa Jarkot maju
mendekati polisi yang berada di bundaran Teuku Umar. Seketika itu juga
aparat menahan mahasiswa dengan beberapa kali menembakkan gas air mata.
Sementara mahasiswa melempari aparat dengan batu, bambu, dan bom molotov.

Mario Pasaribu, salah seorang aktivis Jarkot, mengatakan, mereka mendesak
digelarnya pengadilan rakyat terhadap Soeharto. "Yang jelas, pengadilan itu
jauh dari keberadaan Soeharto sebagai ketua yayasan, yang sekarang ini
sedang digelar. Sebab Soeharto harus segera diadili sebagai presiden yang
telah bersalah karena menyalahgunakan kekuasaan," tandasnya.

Unjuk rasa anti Soeharto itu diwarnai pembakaran mobil dinas polisi bernomor
3819-02. Mobil sedan Mitsubishi Galant berwarna hijau yang sehari-hari
digunakan Inspektur Jenderal Pol S Simatupang itu, dikemudikan seorang
kerabatnya Lesman Simatupang. Lesman, semula hendak menjemput Mariska, anak
kedua pejabat polisi yang bertugas di Lemhannas itu, di kantornya di Bank
Artha Graha Kawasan Niaga Sudirman.

"Di sekitar Jalan Tirtayasa, mobil tiba-tiba dicegat serombongan anak muda
yang naik Kijang. Sekitar lima pemuda memaksa Lesman agar mengemudikan mobil
ke depan Bioskop Megaria. Ternyata sesampai di sana mobil dibakar," kata
Mariska, saat ditemui di Mapolsek Menteng, semalam. Lesman sendiri dilepas
massa dan naik bajaj menuju Mapolsek Menteng.

Sementara itu, akibat bentrokan fisik, Jarkot menyebutkan setidaknya 19
mahasiswa luka-luka, tujuh di antaranya diamankan petugas, setelah
sebelumnya dipukul di tengah bentrok. "Dari 19 yang luka itu, seorang di
antaranya menderita patah leher," kata Dodo, aktivis Jarkot lainnya.

Sementara dari aparat, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Menteng Asisten
Superintendent Paulus Waterpauw mengungkapkan, empat personel polisi
menderita luka-luka. Namun, luka itu tak serius.

Pukul 20.20, massa mahasiswa yang setelah bentrok mundur dan bertahan di
Jalan Diponegoro, bergerak menuju Jalan Pegangsaan Barat. Mereka hendak
menyerang kantor DPP Partai Golongan Karya, yang terletak di jalan itu.

Akan tetapi, polisi yang bersiaga memukul mundur mahasiswa dengan tembakan
gas air mata. Mahasiswa yang kembali bertahan di sekitar Bioskop Megaria,
melempari polisi dengan bom molotov.

Dua mahasiswa, Widyanto dari Apkindo dan Yanuar (Unas) dirawat di RS Polri
Kramatjati dalam kondisi kritis. Pengacara mahasiswa, Niko, yang mencoba
menjenguk dua mahasiswa itu tidak diizinkan oleh petugas reserse.

Hingga pukul 22.50, sekelompok mahasiswa duduk sambil beristirahat di kampus
UKI Jln Diponegoro. Mobil yang dibakar massa dipreteli sekelompok
anak-anak.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 22 Sep 2000 jam 11:40:31 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke