Terima kasih atas responnya. Tetapi sampai batasan mana penambahan itu bisa ditolelir? Karena kita kan jual jasa bukannya jual barang. Biasanya banyak hal yang belum terpikirkan oleh customer pada saat kita membuat Requirement Specification, setelah pada tahap "Testing" customer baru akan mengatakan : bagaimana kalo ditambahkan ini dtambahkan laporan itu dan lain sebagainya. Sejauh mana efektif nya dari adanya Requirement Specification dan bagaimana sebaiknya penyusunannya ? Best Regards, David Gunawan Sugianto -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Iwan Cahyadi Sugeng Sent: 23 Januari 2007 10:27 To: [email protected] Subject: RE: [indoprog-vb] OOT : Customer Satisfaction Menurutku memang kita harus lebih ketat, artinya kita harus bisa menahan semua fitur tambahan tersebut hingga berita acara untuk aplikasi yang sesuai dengan perjanjian awal bisa dikeluarkan atau selesai. Kita tampung semua fitur yang diminta dan dikumpulkan untuk kontrak selanjutnya.
Kita harus bisa menerapkan metode wawancara pengguna yang efektif, dimana pengguna di paksa untuk mengeluarkan semua uneg - unegnya agar bisa diketahui apa saja harapannya di aplikasi tersebut, sehingga mengurangi permintaan tambahan pada saat pengembangannya. Kita juga sebaiknya memiliki pengalaman dan pengetahuan yang cukup mengenai project yang dibuat sehingga kita bisa memberikan solusi dan tidak hanya mengikuti apa yang menjadi kehendak user, karena terkadang kehendak user tidak bisa di terapkan di sistem yang sudah terintegrasi Lakukan analisa disain aplikasi dengan sebaik - baiknya untuk menghindari kesalahan saat disain aplikasinya. Coba dengan membuat dokumen Software Requirement Specification yang di sertai dengan contoh tampilan aplikasi sehingga mereka bisa mempelajari hasil akhir aplikasi yang akan di bangun. Problem dari permintaan user yang menyusul yang terkadang harus menambah cukup banyak dan bisa jadi merombak aplikasi kita, adalah karena user tidak tahu hasil akhir aplikasi yang akan mereka pergunakan, terkadang mereka tidak tahu apa yang harus di bangun, tidak bisa terlepas dari cara manual yang telah lama mereka pergunakan. Iwan Cahyadi Sugeng Freelance Programmer Interaktif Cipta Lestari Jakarta - Indonesia Yahoo ID: gig_boy2001 MSN ID : iwancs > -----Original Message----- > From: David Gunawan Sugianto, S.Kom > [mailto:[EMAIL PROTECTED] <mailto:dave-g%40sby.centrin.net.id> net.id] > Sent: Tuesday, January 23, 2007 9:48 AM > To: indoprog-vb@ <mailto:indoprog-vb%40yahoogroups.com> yahoogroups.com > Subject: [indoprog-vb] OOT : Customer Satisfaction > > Hai Frens, > > Ada yang ingin saya bertukar pikiran ke teman-teman sekalian. > Ini terkait dengan mengatasi "Customer Satisfaction" bagi > para freelance programmer. > Sebagaimana dalam pembuatan program, kendala yang terbesar > (kalo buat saya :-)) adalah susahnya mengatasi / membatasi > dalam fitur-fitur yang harus dibuat berdasarkan permintaan > customer. Customer sering kali minta ini minta itu untuk > ditambahkan dalam programnya, padahal dalam awal > permintaannya tidak meminta fitur tersebut. Dan pada akhirnya > program itu tidak akan bakal selesai-selesai untuk > dikerjakan, maka membengkaklah biaya operasional dalam > pembuatan program. Hal ini bukannya menguntungkan buat > Developer tapi merugikan, memang pada awalnya dapat uang > tetapi pada akhirnya harus merugi. > > Jadi apa teman-teman bisa men-sharing-kan bagaimana untuk > mengatasi hal ini? Langkah-langkah apa saja untuk mengatasi, > yang diinginkan untung bukannya buntung? Thanks Before and After. > > Best Regards, > David Gunawan Sugianto [Non-text portions of this message have been removed]
