Bang Nasrul,

Aku lihat sejumlah nama-nama diemail ini yang nggak asing ditelinga. Kalau
ada yang tersembunyi, yang namanya Hendra Gunawan, sampaikan salam hangat
dari aku, soalnya teman sekelas di Gardu Jati, didepan Saritem.

Anor

----------
> From: Nasrullah Idris <[EMAIL PROTECTED]>
> To: Multiple recipients of list <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Fw: Pangkat 1, Pangkat 2, dan seterusnya
> Date: Thursday, 24 December 1998 06:57
> 
> 
> 
> ----------
> From: Nasrullah Idris <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Pangkat 1, Pangkat 2, dan seterusnya
> Date: Thursday, December 24, 1998 12:49 AM
> 
> From: K. Rezak <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [ITB] Pangkat
> Date: Wednesday, December 23, 1998 6:09 PM
> 
> *****Untuk dapat mengerti, jangan gunakan domain matematika saja.
> #####Apakah saya ini sedang terjebak oleh urutan : pangkat 1, pangkat
> 2, dan pangkat 3, dalam domain fisika, untuk kemudian dilanjutkan
> dengan mempersoalkan pangkat 4 untuk domain yang sama? 
> 
> *****Menterjemahkan pangkat 1 sebagai garis, pangkat dua sebagai
> bidang, pangkat tiga sebagai ruang... sudah bergeser ke domain
> fisika.
> #####Nah ... dengan jawaban ini saja, sudah merasakan sedikit titik
> pengertian, meskipun belum tuntas, detail, dan integratif. Namun
> timbul lagi pertanyaan :
> 
> * Apakah pangkat 4, pangkat 5, dst,  sebagai kelanjutan pangkat 1,
> pangkat 2, dan pangkat 3 dalam domain fisika itu tidak bisa lagi
> dipandang sebagai fisika? 
> 
> * Apakah hubungan "pangkat 1, pangkat 2, pangkat 3" dengan "pangkat
> 4, pangkat 5, dst" itu ibarat hubungan 
> "akar pangkat 2, akar pangkat 1" dengan "akar pangkat min 1, akar
> pangkat min 2" ?
> 
> *****64 itu memang bisa menggambarkan nilai ruang yang sisi sisinya
> 4, tapi juga bisa garis, bisa juga bidang.
> #####Memang bisa saja demikian. Tetapi kan wujud fisiknya juga sudah
> lain. Misalkan 64 untuk luas, jelas bentuknya adalah bidang, bukan
> kubus lagi. Coba anda terangkan lebih lanjut ya? 
> 
> *****Jadi sebenarnya 64 itu apa?
> #####Ya itu dia. Apa ya?
> 
> *****Dalam hal ini tidak ada yang salah. 64 adalah nilai dalam satuan
> yang dimengerti oleh manusia. Adalah benar, bahwa matematika atau
> persamaan matematika dapat merepresentasikan alam atau hukum alam,
> tapi kita harus selalu mengetahui terlebih dahulu batasannya.
> 
> #####Maksudnya bagaimana ya? Apakah batasan yang anda maksud itu
> berkaitan dengan indera manusia yang memang lebih terintegrasi pada
> tiga dimensi saja. Buktinya waktu sebagai dimensi ke empat belum
> menjadi tradisi pemikiran manusia, dalam artian, hanya segelintir
> manusia saja yang memahaminya. Karena itulah (mungkin), pangkat 4
> sebagai domain fisika masih terasa asing, terlebih bukan merupakan
> objek pengamatan mata yang akrab. 
> 
> *****Pada dasarnya pengertian pangkat 1,2,3 disini, tidak persis
> sama dengan pengertian pangkatnya matematika. Proses matematika nya
> memang persis sama. Apalagi dihubungkan dengan nilai (angka), atau
> penggunaan sumbu sumbu x,y,z yang menggambarkan ruang. Waktu entah
> dimana posisinya.
> $$$$$Apalagi satuan waktu itu berbeda dengan satuan panjang, luas,
> dan volume di mana tiga yang terakhir ini mempunyai satuan yang sama,
> yang masing-masing L pangkat 1, L pangkat 2, L pangkat 3. 
> 
> *****Waktu itu tidak direpresentasikan demikian. Waktu... bukanlah
> perluasan seperti titik, kegaris, ke bidang, ke ruang.
> #####Ini rasanya perlu diterangkan secara lebih terperinci. Siapa
> tahu bisa memberikan efek pengertian untuk masalah lain. 
> 
> *****Dengan demikian kita harus menghentikan diri untuk mencari
> korelasi dari titik, garis, bidang, dan ruang terhadap waktu, dengan
> cara perluasan seperti ini.
> #####Untuk menghentikan itu harus diimbangi dengan jawaban untuk
> berbagai pertanyaan yang berawalan kata : "Kenapa ....?". Agar kalau
> betul, orang tidak lagi latah untuk mengkorelasikannya. 
> 
> *****Saya sudah lama... terpaksa meninggalakan dunia 'teoritik' ini.
> Tapi ternyata benih benih keriduan akan dunia itu masih ada. Kalau
> anda tertarik, anda bisa belajar banyak kepada Bpk Tjia May On,
> Pantur
> Silaban, The How Liong. Seharusnya udah jadi proffesor tuh... semua.
> Tidak cukup ilmunya euy....
> #####Sebaiknya teruskan saja kita mengkaji masalah ini. Masalah
> berhasil tidaknya, itu lain persoalan. Siapa tahu latihan pembahasan
> seperti akan memperkuat perspektif kita untuk bidang lain. Asal saja
> kita bisa mengasosiasikannya. 
> 
> Teruskan ya ...
> Tetapu mohon .... komentar saya di atas itu nggak usah dipercaya
> dulu,
> 
> Salam,
> 
> Nasrullah Idris

Kirim email ke