KOMPAS, Sabtu, 6 Maret 1999:
======================
(NB: Kontestan besar yang lain tidak
sempat dikutip oleh pengutip).
PARTAI PESERTA PEMILU 1999
PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN
(PDI PERJUANGAN)
Asas: Pancasila
Didirikan/dideklarasikan:
Jakarta, 10 Januari 1973
Alamat: Jl Lenteng Agung No
99 Jakarta Selatan Telepon:
(021) 7802824, 7806020 Ketua
Umum: Megawati Soekarnoputri
Sekretaris Jenderal:
Alexander Litaay
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
(PDI Perjuangan) lahir melalui pertikaian
panjang di tubuh PDI yang tak kunjung reda.
Puncaknya terjadi pada Kongres PDI 20-21 Juni
1996 di Medan, ketika beberapa anggota pimpinan
PDI secara terang-terangan mengabaikan
kepemimpinan PDI yang saat itu dipegang oleh
Megawati. Kondisi ini kemudian memaksa sebagian
pendukung PDI menyelenggarakan Kongres di Bali
(Oktober 1998) untuk meneguhkan keberadaan mereka
yang ingin berdiri sendiri terpisah dari PDI
pimpinan Budi Hardjono. PDI hasil Kongres Bali
yang kemudian diketuai oleh Megawati ini akhirnya
sepakat menambah kata "Perjuangan" di belakang
kata PDI untuk membedakan dengan PDI lainnya.
Seperti yang diamanatkan oleh Kongres V di
Bali, maka partai ini bertekad memenangkan
Pemilu 1999 serta menunjuk Megawati
Soekarnoputri sebagai calon presiden pada
sidang umum MPR 1999. Satu hal yang diserukan
oleh partai ini adalah terus mempertahankan
bentuk negara kesatuan seperti yang
dicita-citakan sebelumnya.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++
PARTAI GOLONGAN KARYA (Golkar)
Asas : Pancasila
Didirikan/Deklarasi:
Jakarta, 20 Oktober 1964
Alamat: Jl Anggrek Nelly
Murni, Slipi Jakarta Barat
Telepon: (021) 5302222
Ketua
Umum: Ir Akbar Tandjung
Sekretaris Jenderal:
Tuswandi
Partai Golongan Karya (Golkar) adalah
kelanjutan dari Golkar yang semenjak Orde baru
pernah menguasai kursi legislatif. Pada era
reformasi ini Golkar telah mereposisikan
dirinya. Melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa
bulan Juli 1997, Golkar telah menghasilkan
sebuah paradigma baru. Ini dibuktikan dengan
adanya proses pemilihan ketua umumnya yang
lebih demokratis, penghapusan Lembaga Dewan
Pembina, serta penghapusan mekanisme tiga jalur
ABG (ABRI, Beringin/Birokrat, dan Golkar).
Selain itu, Golkar juga telah meminta maaf dan
mengakui kesalahannya di masa lalu. Sebagai
partai yang terbuka, nondiskriminatif,
berwawasan kemajemukan, dan sadar penuh akan
kemajemukan bangsa, Golkar bertekad untuk
mewujudkan kesejahteraan rakyat dengan
meningkatkan taraf hidup dan kecerdasan rakyat
secara menyeluruh. Selanjutnya, Golkar
memandang perlunya pengembangan ekonomi rakyat
yang mempunyai potensi kuat untuk memperkukuh
fundamental ekonomi bangsa.