> Date:          Fri, 5 Mar 1999 20:46:23 +1100 (EST)
> Reply-to:      [EMAIL PROTECTED]
> From:          dyah wanti <[EMAIL PROTECTED]>
> To:            Multiple recipients of list <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject:       Re: Ambon <> Bosnia

(1). Ambon Manise:
       ==========
> ---Jacobus Mosse <[EMAIL PROTECTED]> ber-DANSA:
>> Hallo T2S di Indoz-net yang budiman...
>> 
>> Sejak awal saya sudah bilang  jangan berlagak  tahu soal 
>> Ambon   dan  ikutan  nyambung   beritanya   plus   ikut 
>> saran penyelesaian yang sifatnya BARBAR lagi. Mesti-
>> nya kita2   ini   bergandengan tangan dan kibarkan panji
>> perdamaian( baca  berita ikatan islam-kristen Maluku se-
>> jawa barat). Saya puji jiwanya Gus Dur  yang   menolak
>> orang2   yang  hanya ikut ngomporin. Kalau rumah saya 
>> ikut   terbakar/rusak   di   Ambon  masa saya mau bilang 
>> semua  aman dan terkendali.  Tentu   saya   tahu,  walau 
>> tidak   ada    ditempat   saat   itu   ketimbang   saudaraku
>> sebangsa dan setanah air yang ada di net ini(maaf). Apa-
>> lagi   sudah   banyak   saling  nyambung  yang   akhirnya 
>> menjurus penghinaan  saudara2  yang lain secara  global 
>> (Zus   Dyah    kita). Halo Bung   Admin, apakah net ini
>> boleh saling  menghina  (tentu   tidak   toh).   Suz Dyah 
>> kayak Malaikat   saja. Saya   sangat  menjunnjung tinggi 
>> saudaraku  yang  Muslim  dan  tetap   mempertahankan
>> persahabatan kami. 

(2). Ambon Pahite:
       ==========
---Dyah Wanti <[EMAIL PROTECTED]> ber-DANGDUT:
 
> terima kasih atas kalimat di atas, 
> ini menunjukkan    saya    adalah   manusia  biasa, bukan 
> malaikat. Saya   juga mempunyai   banyak    teman   non 
> muslim seperti   anda, dan saya  sangat menghormatinya.
> Dan   maaf atas    artikel yang saya  forwardkan kemarin, 
> sudah mengundang    kemarahan  orang   banyak. Ini juga 
> menunjukkan  ke-manusia-an saya bahwa  saya temasuk
> orang  yang  terbawa    emosi   dengan  berita-berita yang 
> saya terima. Sebenarnya  saya terpancing dengan posting-
> posting saudara Yusuf yang selalu menyiratkan kebencian
> dan penyalahan terhadap umat Islam, tapi tidak ada yang
> memprotes. Juga   media   massa yang selalu memojokkan 
> umat Islam dengan terus menerus tanpa ada penyeimbang.
> 
> Seperti Emha dalam artikel yang ditulisnya (chosen people)
> itulah sebenarnya yang mestinya saya ungkapkan.Memang 
> penggunaan   bahasa   adalah  penting dan saya hanyalah se-
> seorang yang harus belajar lebih banyak lagi.
> 
> Dan   disinilah   salah  satu tempat saya belajar untuk meng-
> ungkapkan sesuatu dan belajar untuk selalu berfikir sebelum 
> bertindak. terima kasih rekan-rekan, dan maaf  atas  forward
> saya yang menggelisahkan. 

(3). Ambon Sarane:
       ===========
--Yusuf L. Henuk <[EMAIL PROTECTED]> ber-RONGGENG:
     
   Teman-teman Indoz-net YTH.,

   MARILAH   KITA  BELAJAR UNTUK TIDAK MENG-
   KAMBING-HITAMKAN   SESAMA     KITA  KALAU
   KITA     KETAHUAN   TELAH     BERBUAT   SALAH.

   KESALAHAN   SETIAP   KITA   TENTU     AKAN   DI-
   AMPUNI OLEH DIA   YANG   MAHA  PENGAMPUN 
   APABILA  KITA  BETUL-BETUL MENYADARI DAN 
   MAU  MENGAKUI   SEMUANYA DIHADAPANNYA.

   JELASNYA,   KALAU  DYAH   WANTI  TELAH  MENG-
   AKU BERBUAT SALAH, MAKA  JANGANLAH DYAH
   WANTI  MENG-KAMBING-PUTIHKAN LAGI   YUSUF 
   L. HENUK, KARENA BISA-BISA    AKAN LAHIR JENIS
   KAMBING      BARU,   YAITU:     KAMBING-BELANG-
   BELANG.
      
   SINGKATNYA, KALAU ORANG ASLI AMBON BER-
   BICARA   BANYAK   TENTANG   TANAH AMBON, 
   MAKA    PASTI 'AMBON  MANISE'.  SEDANGKAN 
   SEBALIKNYA,   MAKA   PASTI   'AMBON PAHITE'.
   TIDAK   HANYA   ITU,   BISA-BISA  PASTI   TERUS 
   'AMBON SAKITE'.

Salam 'Ambon Susahe',

JM, DW & YLH

Kirim email ke