---Yusuf Henuk <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> (1). Ambon Manise:
> ==========
> > ---Jacobus Mosse <[EMAIL PROTECTED]> ber-DANSA:
> >> Hallo T2S di Indoz-net yang budiman...
> >>
> >> Sejak awal saya sudah bilang jangan berlagak tahu soal
> >> Ambon dan ikutan nyambung beritanya plus ikut
> >> saran penyelesaian yang sifatnya BARBAR lagi. Mesti-
> >> nya kita2 ini bergandengan tangan dan kibarkan panji
> >> perdamaian( baca berita ikatan islam-kristen Maluku se-
> >> jawa barat). Saya puji jiwanya Gus Dur yang menolak
> >> orang2 yang hanya ikut ngomporin. Kalau rumah saya
> >> ikut terbakar/rusak di Ambon masa saya mau bilang
> >> semua aman dan terkendali. Tentu saya tahu, walau
> >> tidak ada ditempat saat itu ketimbang saudaraku
> >> sebangsa dan setanah air yang ada di net ini(maaf). Apa-
> >> lagi sudah banyak saling nyambung yang akhirnya
> >> menjurus penghinaan saudara2 yang lain secara global
> >> (Zus Dyah kita). Halo Bung Admin, apakah net ini
> >> boleh saling menghina (tentu tidak toh). Suz Dyah
> >> kayak Malaikat saja. Saya sangat menjunnjung tinggi
> >> saudaraku yang Muslim dan tetap mempertahankan
> >> persahabatan kami.
>
> (2). Ambon Pahite:
> ==========
> ---Dyah Wanti <[EMAIL PROTECTED]> ber-DANGDUT:
>
> > terima kasih atas kalimat di atas,
> > ini menunjukkan saya adalah manusia biasa, bukan
> > malaikat. Saya juga mempunyai banyak teman non
> > muslim seperti anda, dan saya sangat menghormatinya.
> > Dan maaf atas artikel yang saya forwardkan kemarin,
> > sudah mengundang kemarahan orang banyak. Ini juga
> > menunjukkan ke-manusia-an saya bahwa saya temasuk
> > orang yang terbawa emosi dengan berita-berita yang
> > saya terima. Sebenarnya saya terpancing dengan posting-
> > posting saudara Yusuf yang selalu menyiratkan kebencian
> > dan penyalahan terhadap umat Islam, tapi tidak ada yang
> > memprotes. Juga media massa yang selalu memojokkan
> > umat Islam dengan terus menerus tanpa ada penyeimbang.
> >
> > Seperti Emha dalam artikel yang ditulisnya (chosen people)
> > itulah sebenarnya yang mestinya saya ungkapkan.Memang
> > penggunaan bahasa adalah penting dan saya hanyalah se-
> > seorang yang harus belajar lebih banyak lagi.
> >
> > Dan disinilah salah satu tempat saya belajar untuk meng-
> > ungkapkan sesuatu dan belajar untuk selalu berfikir sebelum
> > bertindak. terima kasih rekan-rekan, dan maaf atas forward
> > saya yang menggelisahkan.
>
> (3). Ambon Sarane:
> ===========
> --Yusuf L. Henuk <[EMAIL PROTECTED]> ber-RONGGENG:
>
> Teman-teman Indoz-net YTH.,
>
> MARILAH KITA BELAJAR UNTUK TIDAK MENG-
> KAMBING-HITAMKAN SESAMA KITA KALAU
> KITA KETAHUAN TELAH BERBUAT SALAH.
>
> KESALAHAN SETIAP KITA TENTU AKAN DI-
> AMPUNI OLEH DIA YANG MAHA PENGAMPUN
> APABILA KITA BETUL-BETUL MENYADARI DAN
> MAU MENGAKUI SEMUANYA DIHADAPANNYA.
>
> JELASNYA, KALAU DYAH WANTI TELAH MENG-
> AKU BERBUAT SALAH, MAKA JANGANLAH DYAH
> WANTI MENG-KAMBING-PUTIHKAN LAGI YUSUF
> L. HENUK, KARENA BISA-BISA AKAN LAHIR JENIS
> KAMBING BARU, YAITU: KAMBING-BELANG-
> BELANG.
>
> SINGKATNYA, KALAU ORANG ASLI AMBON BER-
> BICARA BANYAK TENTANG TANAH AMBON,
> MAKA PASTI 'AMBON MANISE'. SEDANGKAN
> SEBALIKNYA, MAKA PASTI 'AMBON PAHITE'.
> TIDAK HANYA ITU, BISA-BISA PASTI TERUS
> 'AMBON SAKITE'.
>
> Salam 'Ambon Susahe',
>
> JM, DW & YLH
>
(4)ambon sayange:
kalau saya boleh berbicara dalam menanggapi posting2 tsb diatas, dalam
hal ini saya masih menganggap wajar posting saudara dyah wanti tsb
akan kepolosan dan kejujurannya mengungkapkan apa yang dia ketahui dan
rasakan. serta posting tanggapan dari saudara moses atas ketulusannya.
saya sendiri tadinya masih menutup2i perasaan saya terhadap tulisan2
saudara ylh yang nadanya (maaf) seperti orang 'mengejek' dan prejudice
dengan kata 'jihad' meskipun sudah ada keterangan panjang lebar
tentang apa itu jihad oleh saudara drajad.
namun demikian saya bisa memaklumi anda, karena saya juga merasa
pernah 'marah' ketika kata 'kasih' digunakan untuk menyebarkan berita
yang sangat memojokkan umat islam secara umum pada peristiwa mei tahun
lalu.
mudah2an ungkapan perasaan saya ini tidak menimbulkan 'kemarahan'
saudara ylh dll atau menimbulkan kesan seolah2 'agama saya manise'
sedang 'agama lain pahite' dan maaf jika kurang berkenan. yang jelas
memang saya sedang bermimpi untuk hidup dimasyarakat yang saling
menghormati agama para pemeluknya, cuman sayangnya mimpi saya ini
selalu diganggu kenyataan2 buruk tentang pertikaian umat beragama yang
sampai tega membunuh dan membakar tempat2 tinggal.
mudah2an kasus2 seperti ini bisa diselesaikan sampai keakar-akarnya
dan tidak hanya dengan penyelesaian yang hanya permukaannya saja.
salam damai dari si 'jawa ambune',
raras
(juga cuman si pemimpi doang)
_________________________________________________________
DO YOU YAHOO!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com