---Betty Pentury <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> The Sydney Morning Herald, Saturday, March 6, 1999
> 
> AMBON VIOLENCE
> 
> 'Island the key to Indonesian peace'
> By LOUISE WILLIAMS
> Herald Correspondent in Jakarta
> 
> 

>    Mr Darusman warned:"Ambon is starting to become a national
problem.  The
> Government needs to work faster to maintain it as a local problem. 
The
> Government needs to work faster to maintain it as a local problem. 
The
> danger of religous violence in the future hinges on how the
situation in the
> Moluccas is resolved."
> 
>
--------------------------------------------------------------------------------
> 
> Thought this info will be useful for u guys.
> Wass.,
> Betty Pentury
>    
mbak betty yang baik,
saya sudah mebaca berita tsb dan bisa merasakan perasaan mbak betty
sebagai orang asli ambon (maaf nih cuman nato aje, but honestly, i
talk from the buttom of my heart).

tapi saya berusaha tidak bias membahas segala informasi yang masuk
dikepala saya, baik itu posting2 yang mengklaim 'islam pendatang' atau
'kristen ambon' yang menjadi korban paling menderita. saya
merasakannya hal tsb sebagai permasalahan umat secara umum dan sebagai
anak bangsa indon secara khusus.

terus terang, saya sering kurang sepaham dengan opini berita2 dari oz
tentang permasalahan kita. mereka sangat gencar sekali membahas
masalah 'indogenous' yang memang beraneka ragam di negri kita, tapi
mereka juga punya permasalahan yang sama dengan kaum 'indogenous oz'
(aborigin). apakah mereka sudah merasa mampu menyelesaikan
permasalahan tsb? karena terus terang saya melihat cukup banyak kaum
aborigin yang sangat tertinggal pendidikan, taraf hidup dan
kesehatannya. kalau saya tanyakan ke orang oz, selalu jawabannya
"karena mereka memang tidak mau diajak maju, sehingga mereka seperti
itu". 

well, saya tidak akan memperpanjang permasalahan ini, karena bagi saya
itu urusannya negara oz. tapi yang saya consern di sini, masihkah kita
ini berpikir hanya berdasarkan suku, golongan, agama, asal usul dll?
kalau memang begitu, apakah masih penting kita ini menyatakan diri
sebagai bangsa indonesia?

kalau berbicara masalah 'indegenous' mungkin suku asli jawa telah
punah, atau prosentasinya sangat kecil sekali. sedang yang ada adalah
suku campuran dari berbagai ras dan yang tinggal hanya budayanya saja.
jadi mengapa saya lebih cenderung mengganggap permasalahan ambon
adalah permasalahan kita bersama sebagai bangsa indonesia dengan tidak
membawa bendera2 agama, suku dan golongan.

namun demikian, saya sangat menghargai itikad baik dari mbak betty
untuk mengangkat derajad suku asli ambon. semoga setelah selesai
belajar mbak betty bisa mengembangkan ilmunya bagi masyarakat disana.

saya juga sangat menyayangkan sebagian dari kita ini lebih suka
menyelesaikan permasalahan tsb dengan membawa bendera agama, golongan
dan disertai emosi yang memancing sikap permusuhan. tapi bukan
menyelesaikan demi kebaikan bersama. makanya saya enggan menyebar
luaskan berita2 yang memojokkan suatu agama atau golongan tertentu.
jadi biarlah saya ini nato..daripada ber 'action' membuat/menyebarkan
posting yang malah memperuncing permasalahan yang ada.


salam sejahtera,
raras 
_________________________________________________________
DO YOU YAHOO!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com

Kirim email ke