Raras wrote:
>well, saya tidak akan memperpanjang permasalahan ini, karena bagi saya
>itu urusannya negara oz. 

Kenapa musti komentarnya ke OZ?  wong LW itu koresponden SMH di JKT koq.
Nothing to do with OZ.  Do you really know if LW is from OZ or not?  

>tapi yang saya consern di sini, masihkah kita
>ini berpikir hanya berdasarkan suku, golongan, agama, asal usul dll?
>kalau memang begitu, apakah masih penting kita ini menyatakan diri
>sebagai bangsa indonesia?

Bukan cuma berpikir Ras seperti yang Raras bilang, banyak dari kita yang
bertindak berdasarkan suku, golongan, agama, asal usul dll? 
Coba hitung aja pake jari, dari begitu banyak dosen di PT baik swasta/negeri
berapa banyak orang beragama kristen,budha,hindu yang 'bisa' jadi dosen ?
Ini hanya salah satu contoh.  
Jadi nggak perlu kaget Ras, semua kita memang dibesarkan dalam lingkungan
seperti itu, monopoli oleh suku tertentu, golongan tertentu, agama tertentu,
asal usul tertentu.
Mungkin kalo temen-temen kita di indoz-net lain...., semuanya anti aliran
tsb, yang mengutamakan S,G,A,AU.  Tapi yang sisa gimana (180 juta-an orang
dikurangi saudara-saudara kita yang telah menjadi korban di Ambon)?

>kalau berbicara masalah 'indegenous' mungkin suku asli jawa telah
>punah, atau prosentasinya sangat kecil sekali. sedang yang ada adalah
>suku campuran dari berbagai ras dan yang tinggal hanya budayanya saja.

What is wrong with indigeneous?  If you want to talk about the indigeneous
java, go ahead, there will be no problemo with us.  Nothing to worry.  I
just do not get the essential of your paragraph.

>>jadi mengapa saya lebih cenderung mengganggap permasalahan ambon
>adalah permasalahan kita bersama sebagai bangsa indonesia dengan tidak
>membawa bendera2 agama, suku dan golongan.

Ini idealnya, sesuai dengan pendapat saya juga.  Tetapi tidak berarti semua
orang harus setuju dengan pendapat saya dan pendapat Raras.  Pendapat setiap
orang berbeda-beda.

>namun demikian, saya sangat menghargai itikad baik dari mbak betty
>untuk mengangkat derajad suku asli ambon. 

Derajat apaan nih ? emangnya menurut anda selama ini derajat orang ambon ini
rendah ?  atau menurut anda derajat orang ambon itu sangat rendah karena
suka bunuh-bunuhan seperti yang diberitakan di mass media? yang bener aja. 

>semoga setelah selesai
>belajar mbak betty bisa mengembangkan ilmunya bagi masyarakat disana.

Ilmu saya sudah saya amalkan lama Raras.  Banyak sarjana yang sudah
dihasilkan. Murid sayapun sekarang sama-sama belajar lagi ngambil S3 bahkan
bosku juga sekarang lagi ngambil S3!  Kami berdiri sama tinggi duduk sama
rendah.  Ilmu saya bagikan.  Mereka serap.  Mereka kembangkan. Mereka telah
menjadi orang-orang yang berhasil. Mereka bisa cerita sama saya: 'ibu saya
sekarang sekolah di tempat ibu dulu sekolah, saya telah melihat semua yang
ibu ceritakan dulu.  Alhamdulillah saya selesai bulan ini, mohon rekomendasi
ibu untuk PhD program saya.'   Saya bilang no problemo.  Malah mereka bisa
bicara spanish lagi.  Saya ketinggalan, krn. nggak bisa bicara spanish. Bagi
saya nothing to loose if I'm in the right way.

> makanya saya enggan menyebar
>luaskan berita2 yang memojokkan suatu agama atau golongan tertentu.

Apakah anda bersedia juga berbicara/menolak/comment on forwarding dari
teman-teman such as KG,DL etc. yang sangat memojokkan dengan postingnya.  I
think I just saw you are not talking from the bottom of your heart.  We'll
wait and see you, then.

>jadi biarlah saya ini nato..daripada ber 'action' membuat/menyebarkan
>posting yang malah memperuncing permasalahan yang ada.

Khan pertanyaan saya sudah terjawab, indoz-net memang didisain untuk talk
only. Action menyusul (thanks to mas Jamil).  Jadi nggak usah diulang-ulang
to, lagian menurut Raras siapa sih yang memperuncing permasalahan yang ada? 

Salam manis untuk Raras.
Wish you were here....I'd loved to take you to dinner tonight.
Udah dulu yah, udah jam 11 pm di Ambon, barusan ada bom yang meledak lagi
nih.  Mudah-mudahan nggak ada korban lagi.
Cheers,
Betty Pentury

PS:mohon dibalas lewat japri saja.

Kirim email ke