Tidak salahkah seorang seperti  "Abdat Abdul hamdi" 
bisa mengirimkan atau memforward atau menyampaikan tulisan tsb dibawah ?

>Banyak pendeta atau orang Kristen yang mengatakan bahwa ajaran Kristen
>adalah ajaran yang penuh kasih dan anti kekerasan. Saya sempat
>mempercayai hal ini. Namun melihat bagaimana banyaknya kejahatan yang
>dilakukan oleh orang-orang Kristen seperti tentara Kristen Serbia yang
ETC.. (deleted)

Tanpa bermaksud untuk bersikap apriori, terus terang nilai yang MENGAGUMKAN
dan KETOKOHAN, maupun image INTELEKTUAL yang ditampilkan oleh AAH selama
ini melalui tulisan-tulisannya ternyata LUNTUR tidak jauh berbeda dengan
tokoh tokoh lain disini yang lebih mementingkan EMOSIONALNYA  daripada
RASIONALNYA.

Assumsi dan penilaian saya terhadap saudara AAH selama ini pada awalnya
adalah pertimbangan NETRALITAS dan NILAI INTELEKTUALITAS, karena orang yang
berpendidikan baik seperti bung AAH tentunya selain menguasai ilmu
pengetahuan umum juga menguasai ilmu pengetahuan agama, tanpa diikuti oleh
EMOSI.

Kalau saya seorang KRISTEN, saya akan berpandangan bahwa bung AAH ternyata
emosional dan mencari kebenaran dengan ikut arus menjelekkan atau
mencari-cari kelemahan dari agama lain sebagai pembenaran diri sendiri.
Saya tidak tahu pembelaan dan bantahan apa yang akan disampaikan dari pihak
Kristen setelah membaca tulisan tersebut.

Tetapi: 

Kalau saya seorang MUSLIM, saya pun akan kecewa sekali akan KUALITAS anda.
Orang yang selama ini dianggap sebagai orang yang suka melantun kan ayat
suci dengan baik, bisa menyampaikan ajaran-ajaran kebenaran dengan baik
ternyata sebenarnya seorang emosional dan mau menang dengan mudah. Seorang
tokoh yang ingin menyampaikan kebenaran agamanya haruslah bersikap tertentu
dalam pikiran,perbuatan dan pernyataannya sedemikian rupa sehingga orang
yakin bahwa ajaran agama yang dianutnya pasti baik dan benar karena
terbukti dari sikap tindaknya. Bukan dengan mencari keburukkan atau
kekurangan agama lain yang belum tentu itu benar. Contohlah GUS DUR, semua
tokoh agama apapun mengagumi beliau. 

Tentunya bung AAH sependapat dengan saya kalau semua agama adalah agama
IMPORT. Agama asli bangsa Indonesia adalah ANIMISME dan DINAMISME. Sehingga
setiap agama yang dibawa ke Indonesia mempunyai kesamaan atau perbedaanya
masing-masing. Latar belakang agama itu diciptakan disesuaikan dengan
kondisi yang sesuai dengan zaman waktu itu. Saya percaya bahwa kitab suci
setiap agama mempunyai 2 nilai, disamping sebagai petunjuk tentang ajaran
agama, ia juga merupakan karya sastra tinggi yang dibuat manusia. Sehingga
kita tidak dapat mengerti dengan tepat 100% apa yang tersurat dan apa yang
tersirat. Dengan demikian apabila ada ayat atau tulisan dalam masa
pembuatannya yang menyebutkan pembunuhan, mata-ganti mata, nyawa ganti
nyawa tidak berarti ajaran tsb mengagungkan pembunuhan.
Kalau dalam perang membela kebenaran kita percaya adanya JIHAD dan MATI
SAHID tentunya kita juga berurusan dengan PEMBUNUHAN. Apakah anda punya
DALIL yang tepat mengatakan bahwa ajaran tersebut mengajarkan umatnya untuk
membunuh ? dengan alasan apapun.
 
Kalau ada orang yang saling membunuh atau membakar tempat ibadah dengan
membawa-bawa nama agama, sebenarnya merekalah mahluk yang terkutuk yang
tidak bisa belajar agama dengan baik dan salah menafsirkan. MANUSIA NYA
yang bersalah bukan ajaran agamanya. Kita tidak perlu mencari-cari apakah
agamanya mengajarkan pembunuhan atau tidak atau apakah something wrong with
their religion or not.

Seorang teman dari Timur tengah  mengatakan, bahwa dalam benderanya selain
tulisan juga ada gambar pedang, Maksudnya dahulu menurut sejarah adalah
semacam perintah bagi bangsanya untuk merdekakan negerinya dan mengajarkan
agamanya kepelosok dunia kalau perlu dengan pedang. Secara Naif apakah
sekarang kita bisa mengatakan bahwa teman saya itu adalah bangsa pembunuh?  

Salam

Kirim email ke