>
>>Ujungpandang Sempat Memanas
>>Sekolah Katolik Libur, Aparat Siaga 
>>Reporter: Nurul Hidayati dan Budiono Darsono 
>>
>>detikcom, Jakarta - Ujungpandang memanas. 
>>Selasa (20/04/1999) hampir semua sekolah Katolik diliburkan. Aparat
>>keamanan bersiaga sejak pukul 01.00 WITA dini hari, setelah terjadinya
>>pembakaran Wisma Kare di Keuskupan Ujungpandang dan kantor PGI. 
>>
>>Peliburan sekolah-sekolah Katolik tersebut tentu saja dilakukan secara
>>mendadak. Meski banyak siswa-siswa yang tetap mencoba masuk, namun
>>sebagian besar siswa sudah terlebih dahulu memilih absen. Yang
>>terlanjur masuk langsung dipulangkan. Aparat keamanan pun nampaknya
>>tak mau ambil risiko. Di beberapa sudut kota maupun di pusat-pusat
>>kegiatan keagamaan non-Muslim mendapat penjagaan. 
>>
>>Suasana tegang tersebut merebak setelah pada Senin (19/04/1999) pukul
>>21.00 WITA terjadi aksi pembakaran oleh segerombolan massa yang tak
>>dikenal jati dirinya. Massa yang dipenuhi dengan rasa marah itu,
>>sebagian adalah mahasiswa. Mereka berbaur dengan warga di sekitar
>>kampus Universitas Hasanudin (Unhas), Tamalanrea, Ujungpandang. 
>>
>>Massa dengan spontan membakar Wisma Kaderisasi dan Retret (Kare)
>>Keuskupan Agung Ujungpandang. Wisma Kare ini letaknya berdampingan
>>dengan Gereja Kare yang beberapa bulan lalu juga sempat dibakar massa.
>>Satu mobil kijang yang berada di dalam Wisma Kare ikut habis dilahap
>>di jago merah. 
>>
>>Wisma Kare ini berlokasi di Jl.Perintis Kemerdekaan, Pintu satu Unhas.
>>Pembakaran berikut berlanjut pada Selasa (20/04/1999) pukul 01.00 WIB
>>dini hari. Korbannya adalah Gedung Persatuan Gereja Indonesia (PGI) di
>>Jl.Racing Center, Ujungpandang. 
>>
>>Gedung PGI ini merupakan bangunan yang belum selesai. Namun di lantai
>>satunya sudah mulai dipakai. Yang membakar gedung PGI ini adalah massa
>>yang menggunakan sepeda motor. Hingga pukul 02.00 WIT api masih
>>menyala. Hampir seluruh perabot di lantai satu tersebut habis dimakan
>>api. 
>>
>>Massa kemudian bergerak ke arah pintu II kampus Unhas di mana di situ
>>juga berdiri sebuah gereja yang dulunya dikenal sebagai Gedung
>>Masyarakat Toraja. Untungya, aparat keamanan keburu melakukan blokade
>>sehingga massa tidak bisa bergerak mendekati gereja. 
>>
>>Rentetan aksi pembakaran tersebut, menurut beberapa kalangan di
>>Ujungpandang yang dihubungi detikcom Selasa (20/04/1999) pukul 09.15
>>WIB, berkaitan dengan tersebarnya berita peledakan bom di kompleks
>>perkantoran yang ada di masjid Istiqlal, Jakarta. 
>>
>>Memanasnya situasi tersebut sebenarnya sudah diantisipasi oleh banyak
>>tokoh termasuk Presiden BJ Habibie. Semua tokoh termasuk Habibie,
>>sudah mengingatkan, agar umat Islam jangan terpancing untuk melakukan
>>aksi yang bersifat anarkhis ataupun dendam atas kejadian peledakan
>>yang menimpa perkantoran di kompleks Masjid Istiqlal. 
>>
>>Para tokoh juga mengingatkan, siapa pun pelaku peledakan itu, tujuanya
>>tak lain adalah untuk menghancurkan sendi-sendi kerukunan umat
>>beragama di Indonesia. "Umat Islam jangan mau diadu domba,"begitu
>>amanat Presiden Bj Habibie. 
>>
>>Berbagai seruan untuk menciptakan suasana tenang dan jangan emosional
>>pun terus dikumandangkan oleh tokoh-tokoh Islam, termasuk Menteri
>>Agama, Malik Fajar. Toh Ujungpandang lolos juga. Tapi tak seorang pun
>>ingin, kita semua terbakar! Duh Gusti! 
>>
>>
>>Peace,
>>Rara
>>[God bless u all !]
>>

Kirim email ke