Kang Amat wrote:
> kalau begitu di manakah tuhan? di pesawat terbang? di gereja? di mesjid? 
> di gunung-gunung yang sepi? atau di dalam sepinya hati tetangga kita yang 
> kesepian, ketakutan dan menderita?

In our imaginations, of course, where else ...
Men created God according to their imaginations ...

Cheers,

jusak

Kirim email ke