Sambil nunggu hasil jajak pendapat, kayaknya berikut layak untuk disimak. regards, yanto >Date: Tue, 31 Aug 1999 09:28:53 -0000 >To: [EMAIL PROTECTED] > >Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka >PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom >E-mail: [EMAIL PROTECTED] >Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp >Xpos, No 30/II/29 Agustus-4 September 99 >------------------------------ > >"SI NAPOLEON" BIKIN SKENARIO BARU > >(PERISTIWA): Adnan Buyung diangkat jadi Jaksa Agung, Soeharto pura-pura >"tahanan rumah" > >Belakangan ini, kerja keras terus dilakukan Tim Siluman Habibie untuk >mengalihkan kasus Bank Bali (BB), yang membuat Calon presiden BJ Habibie >nyaris terjerambab ke dasar jurang. Sejumlah strategi dan skenario disusun, >antara lain demonstrasi menuntut para pengungkap skandal, teror sampai >rencana mengangkat Adnan Buyung Nasution menjadi Jaksa Agung. > >Menurut sumber Xpos, Senin lalu (23/8) ia mendapat telepon dari kalangan >inner circle di Tim Sukses Habibie, mengungkapkan bahwa para pendukung >Habibie sudah mulai ciut nyalinya lantaran citranya yang hancur lebur di >mata rakyat maupun dunia internasional. > >Bahkan, lembaga pemberi hutang, Bank Dunia dan IMF telah memberi peringatan >untuk membatalkan sejumlah rencana pinjamannya ke Indonesia, jika skandal BB >tidak terselesaikan. "Mereka memilih bantuan itu disalurkan ke Kosovo saja >daripada ke Indonesia. Di sana lebih jelas siapa yang membutuhkan. Kalau di >sini kan kacau. Bagaimana Habibie bisa mengamankan uang dari bantuan luar >negeri kalau mengamankan uang rakyatnya sendiri saja tidak mampu. Kan >terbukti uang rakyatnya sendiri dipakai untuk membayar orang di MPR nanti," >ungkap sumber tersebut. > >Akhirnya, untuk mengalihkan perhatian massa, diciptakanlah skenario baru >dengan seolah-olah pemerintahan Habibie serius menangani kasus Soeharto. >"Jadi, rencananya untuk membelokkan kasus BB, pekan depan ini, Adnan Buyung >akan dilantik menjadi Jaksa Agung menggantikan Ismudjoko. Kalau Adnan Buyung >sudah jadi Jaksa Agung, 'terobosan'-nya pertama adalah akan mengumumkan >bahwa status hukum Soeharto diubah menjadi tersangka dalam kasus KKN. Dari >situ, Soeharto akan dikenakan tahanan rumah seperti Bung Karno," ujarnya. > >Namun, sumber tersebut buru-buru menambahkan, status tahanan rumah itu tidak >akan sepenuhnya seperti yang dialami Soekarno dulu, ketika didongkel >Soeharto. "Tahanan rumah boong-boongan. Seolah-olah saja tahanan rumah, >nggak boleh ke luar dari rumahnya di Cendana, tapi sebetulnya diam-diam dia >bisa berobat dan menghirup udara segar ke mana dia mau," tambahnya. > >Ibaratnya, katanya, seperti sandiwara pengadilan tersangka penembakan >mahasiswa Trisakti, tahun lalu. "Seolah-olah abang kita itu kan menjadi >pembela, tapi sebenarnya sudah diatur sama hakim dan jaksa. Toh, nyatanya, >siapa pelaku sebenarnya tidak terungkap. Prabowo masih bebas berkeliaran. >Rakyat yang tidak kritis kan sudah senang, kayaknya Habibie itu serius >menangani soal hukum. Padahal kan sandiwara doang." > >Skenario ini akan analog dengan kasus penembakan mahasiswa Trisakti. >Wartawan dan media massa Indonesia akan berbalik mengngkat kasus penahanan >rumah Soeharto. "Pers pasti akan menjadikan headline lagi. Seperti kasus >Bung Karno, pers pasti akan menghubung-hubungkan ke sana. dan itu bakal jadi >liputan yang menarik buat pers," tutur sumber. > >Meski sudah terbongkar skenarionya, si Abang yang sejak kembali ke Indonesia >menjadi lawyer-nya Habibie di IPTN (versus The Jakarta Post), masih >pura-pura membantah. > >Ulah si Abang kita ini memang halus, tapi juga tetap kasar. Misalnya, >meskipun kliennya Rudy Ramly, bos Bank Bali sudah menunjuk Amin Arjoso SH >sebagai pengacara lainnya dalam kasus BB. Toh, Rudy Ramly akhirnya dipaksa >untuk melepaskan Amin Arjoso. "Terus terang saja, bagaimana mungkin Abang >bisa kerja kalau ada si Amin. Amin kan jelas orang PDI Perjuangan," ujar >mantan pendiri dan Direktur YLBHI itu, tanpa tedeng aling-aling. > >Tapi yang jelas, seperti yang terungkap dalam pernyataan-pernyataan Buyung, >bahwa Rudy Ramli akan diposisikan sebagai korban yang akan dijadikan >pesakitan dalam kasus Bank Bali. Dan kabar terakhir yang diperoleh, bahwa >Rudy Ramli telah diteror habis-habisan oleh Tim Sukses Habibie untuk >mengingkari kronologi yang pernah ia ceritakan kepada PDI Perjuangan. Dan >hasil pengingkaran di atas segel itu diedarkan oleh Abdul Gafur dan Muladi. > >Bahkan secara kasar, para pendukung Habibie (dan juga kemakan oleh Amien >Rais) menyebarkan fitnah menerima 400 milyar dari sejumlah pengusaha. Dalam >selebaran itu disebut Tutut Hardiyanti Indra Rukmana dan Ari Sigit ikut >menyumbang. "Isu itu sudah tidak logis. Masak, keluarga Cendana ikut >membantu PDI P. Apakah itu namanya menyumbangkan tali gantungan untuk >dirinya sendiri?" kata orang-orang PDI P. > >Selain itu, di sayap penggalangan massa, Tim Sukses juga sudah melakukan >manuver-manuver. Sejak Minggu (22/8) lalu, sejumlah pendukung Habibie mulai >unjuk gigi di Jakarta. Sepanjang jalan protokol di Jakarta, hari Minggu lalu >(22/8) ribuan massa Fron Pembela Islam, yang berpakaian serba putih itu dan >sekelompok (yang seolah-olah) gerakan mahasiswa mengarak bendera dan >panji-panji Pendukung Habibie. Mereka adalah massa dari kawasan Tanah Abang >dan sekitarnya yang selama ini selalu dimobilisir. "Kelompok ini akan turun >ke jalan untuk mendukung penetapan status hukum Soeharto nanti. Merekalah >bertugas mendramatisasi suasana dan suhu politik Jakarta serta >pawai-pawainya," ujar sumber Xpos. > >Bahkan sekelompok massa yang datang menggunakan bis dari Garut dan >dikomandoi oleh Santoso -kaki tangan Hariman- mendemo Kantor Marzuki di >Kartika Chandra dan setelah itu berdemonstrasi di depan Gedung MPR/DPR. >Mereka menuntut Pradjoto dan Marzuki Darusman. > >Minggu-minggu terakhir bulan Agustus ini tampaknya kasus Bank Bali semakin >mengecil saja. Setelah Akbar Tanjung dan Marzuki akur lagi dengan Tim >Siluman Habibie, kini saatnya uang Habibie sudah mulai menggerakkan >orang-orang yang mudah dibeli. (*) > >--------------------------------------------- > > >------------------------------------------------------------------------ > >eGroups.com home: http://www.egroups.com/group/sangkep >http://www.egroups.com - Simplifying group communications > > >
