>Date: Tue, 31 Aug 1999 09:26:10 -0000
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [sanGkep] (Fwd) Ceplas-ceplos Hariman Siregar
>X-MDaemon-Deliver-To: [EMAIL PROTECTED]
>
>Horeeee.... lucccuuuuu....
>---
>
>Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
>PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
>E-mail: [EMAIL PROTECTED]
>Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
>Xpos, No 30/II/29 Agustus-4 September 99
>------------------------------
>
>TEROR HARIMAN SIREGAR
>
>(PERISTIWA): Sehari setelah Ketua DPP PDI-P Kwik Kian Gie menyatakan 15
>orang dekat Habibie terlibat dalam kasus Bank Bali, Panda Nababan wartawan
>senior dari majalah Forum, yang juga anggota legislatif dari PDI-P dikontak
>Hariman Siregar untuk sarapan pagi di sebuah Hotel Grand Melia, Kuningan,
>Jakarta Selatan. 
>
>Sekitar pukul 09.00 Wib, Panda Nababan yang memang dekat dengan Hariman
>sudah menunggu di restoran di lobby hotel tersebut. Hariman yang datang
>kemudian, langsung marah-marah. "Sialan Cina satu itu. Mau apa dia.
>Dikiranya bisa lolos dia maen tuduh saja. Bisa gua tembak dia," cerita Panda
>Nababan kepada beberapa temannya yang juga wartawan. 
>
>Sambil mendekati Panda, Hariman yang marah-marah langsung berdiri di depan
>meja makan Panda. Hariman kemudia mengambil pistol, yang kelihatannya Colt
>38. Pistol tersebut diletakan di meja, seraya berkata. "Bilang sama si Cina
>itu, ke manapun gue kejar. Gua bisa tembak," katanya lagi.
>
>Panda kemudian menceritakan pada Kwik yan ditemuinya di suatu tempat. Kwik,
>kata sumber Xpos itu, tenang-tenang saja. Malah tertawa.  Di depan
>rekan-rekan wartawan, yang diceritakan Panda, Panda akhirnya mengkonfirmasi
>Harimana lewat handphone-nya. Karena rekan-rekan wartawan itu tidak percaya
>kalau Hariman mengancam Kwik, Panda segera mengontak Hariman. Di depan
>wartawan, Panda bilang ada wartawan yang mau konfirmasi soal ancamannya
>kepada Kwik. 
>
>Hariman mencoba meralat. "Pan gue itu kan memang ceplas-ceplos saja. Bilang
>sama wartawan itu, gue mamang begitu. Tapi, gua nggak bakal melakukannya.
>Lue kan tahu gue," kata Hariman seperti ditirukan Panda. Hariman kemudian
>minta soal itu jangan diteruskan  lagi. Wartawan yang di depan Hariman
>mencatat semua perkataan dan  jawaban Hariman serta Panda. Esoknya, berita
>ancaman itu muncul di Kompas. Hariman sekali lagi meralat. "Saya ini memang
>orangnya ceplas ceplos. Cuma ngomong doang," katanya. 
>
>Sumber itu memang menyebutkan bahwa tipenya Hariman memang begitu. Suka
>gerta-gertak orang. Tapi, kalau digertak balik, dia mati kutu. "Tapi memang
>benar kalau dia itu punya pistol." (*)
>
>---------------------------------------------
>Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
>Kirimkan alamat e-mail Anda
>Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
>Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
>ke: [EMAIL PROTECTED]
>
>

Kirim email ke