Teman-teman Indoz-net semua, Ternyata tanggapan Betty Pentury <[EMAIL PROTECTED]> di bawah ini menarik sekali untuk ditanggapi: > Ngomong-ngomong...kita-kita pada gontok-gontokan.......... > padahal yang kasih 'lampu merah' dan janji supaya Tim-tim > merdeka siapa sih? Bukankah karena janji tsb. akhirnya > masuklah unamet dan segala sesuatunya ke Tim-Tim?.... > kalau nggak ada janji-janji manis pasti kita masih bersatu > padu dengan saudara-saudara kekasih di Tim-Tim memasuki > era millenium, ........" Tanggapan saya demikian: -------------------------------- Memang benar bahwa: Indonesia yang menghidupkan "Lampu merah" berupa "janji-janji manis tersebut". Tetapi "lampu merah" yang telah dinyalakan oleh Indonesia menunjukkan 2 (dua) arah yang telah jelas bagi orang-orang Timor Timur ketika kampanye berlangsung sebelum jajak pendapat dimulai pada 30 Agustus 1999. Pada kenyataannya, TUGAS ANGGOTA UNAMET BUKAN SEBAGAI POLISI LALU LINTAS YANG KATANYA LEBIH NETRAL DALAM MENGATUR ARAH JALANNYA JAJAK PENDAPAT, TETAPI MALAH BERTINDAK SEOLAH-OLAH MASIH BERADA DALAM MASA KAMPANYE. JELASNYA, KETIDAK-NETRALAN UNAMET-LAH YANG MENYEBABKAN TERJADINYA GONTOK-GONTOK-KAN TIDAK HANYA DI BUMI LORO SAE TETAPI JUGA DI INDOZ-NET..................GANTI! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! !. (I might be wrong anyway TOO..) Salam 'bae-bae', Yusuf L. Henuk
