Okay, okay, Sudah..Saya menyerah. Saya minta maaf, kalau dari
apa yg sudah saya nulis, kelihatan saya pro-indepedence. Dan saya juga
minta maaf, kalau pengertian saya terhadap sejarah TimTim juga
terpengaruh bias. Saya bukan orang bangga yg tidak bisa dikritik.
Masalah ini mulai dengan tembakan terhadap orang kulit putih,
seolah-olah kami semua jahat. Harusnya saya tidak membalas dengan
tembakan terhadap pro-integrasi. Ya, Mas Siswo sudah minta maaf juga
atas tembakannya terhadap OKP, tapi dilanjutin lagi sama Mas
Yusuf.

Apa hasilnya membela nama orang kulit putih? Ya, aku bisa lihat
sekarang dari mailing2 yg telah disampaikan kepada Indoz-net, ada yg
nggak senang sama orang kulit putih. Terserah. 
Memang aku sudah tahu dari dulu bagaimana sifatnya SEBAGIAN orang
Indonesian yg sebenarnya terhadap orang kulit putih, soale, waktu
tinggal di Indon. aku sering dikritik sama orang2 karena warna kulit
saya, seolah-olah, saya sama orang kulit putih lain yg mereka lihat
di televisi/movie adalah sama, tidak ada perbedaan budaya/sifat. Tapi
untung ada teman , ORANG INDONESIA, yg bilang sama saya �Hati-hati, Mas
Dafid. Soalnya, banyak orang Indonesia suka mengkritik orang kulit
putih, tapi kalau mereka sendiri dikritik, aduh!!!
dikritik, nggak mau mereka!!!� Notice-lah di atas ini saya bilang
SEBAGIAN, soalnya, saya tidak mau generalise. 

Kalau mau mengkritik PM, Alexander Downer,( Saya sendiri tidak begitu
senang sama ke-dua orang ini) UNAMET, Portugal, Balanda, saya, OKP, ya
SILAHKAN..Saya sebetulnya juga malu sama sejarahnya  penjajahan. Aku
juga simpatik sama negara2 yg dulu/sekarang dijajah. Kalau anda merasa
aku juga bersifat penjajah karena warna kulit saya, ya.....terserah.. 
Apakah anda juga bisa menerima kritik??? Dan kalau ada yg begitu muak
sama OKP, ya
nggak usah datang ke Oz untuk kuliah. Cari pendidikan yg betul dan baik
di negara-mu sendiri, biar nggak harus belajar bahasa penjajah.
                                                                
Sekali lagi, saya minta maaf atas apa yg saya nulis mengenai TimTim,
dan kalau anda merasa saya memihak pro-independence, sebetulnya
tidak..Anda kayaknya kurang sanggup menangkap maksud saya, dan aku
kurang sanggup menyampaikan maksud saya yg sebetulnya. Seperti kang
Amat, saya tidak peduli kalau timtim jadi otonomi, atau merdeka, asal
ada damai lagi di Bumi Loro Sae dan masyarakatnya bisa tenang lagi.
Itulah maksud saya bilang biarkan masyarakat timtim pilih sendiri. It�s
their life. Cuman, aku mau mencari
pandangan yg balanced. Semoga anda juga bisa cari yg balanced.

Kepada semua teman saya dari Indonesia yg sudah ketemu sama saya di
darat, saya sampaikan salam hangat. Kepada yg belum kenal sama saya,
kalau kita ketemu, ya ...sayang sekali saya akan harus sambut dengan
curiga sebelum saya tahu dengan pasti apakah senyum-
mu betul-betul berasal dari hati-mu atau itu hanya basa-basi.
And you can say the same to me. Silahkan. Aku bukan orang yg sempurna.
Kalau anda mau
curigai saya, itu hak anda. Kalau mau mengritik saya, itu juga hak
anda. Kita semua sama,
darah warna merah, punya gigi, punya rambut, waktu kecil sering
ngompol, kalau sudah
pikun mulai ngompol lagi........


DavidG

We all need a bit of controversy, once in a while, does you good, keeps
you sane. (I f Bob
Dylan didn�t say that, I did)



                                                                






__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com

Kirim email ke