Just hear from ABC news: around 21% in favour and the rest against the
proposal of Indonesia (around 78%).  lemes deh saya, hilang sudah wilayah
tim-tim dari Indonesia.  to me, what a loose.....it's hard to let them go
mate!  what a wrong offer  we had made before our last election.   
Cheers,
Betty Pentury

At 12:28 AM 9/4/99 +1000, you wrote:
>Howdy,
>
>Jangan-jangan banyak kegombalan yang diulas di indoz@ ini hanya ulah
>wartawan UNKAMPRET ... eh unkampret (takut huruf besar semua jadi
>menyerupai pakar dalil:-), seperti wartawan di bawah ini.
>
>PS: Saya kagak tahu apakah wartawan dalam cerita ini berkulit putih
>    atau tidak, namun yang saya tahu penceritanya jelas berkulit putih
>    dan pemostingnya berkulit sawo matang:-)
>
>Enjoy!
>--                                        Djoko Luknanto-Jack la Motta
>
>       AYAH SI KORBAN
>
>       ... tetapi selalu ada risiko.
>
>       Kecelakaan mobil terjadi di sebuah kota kecil.  Banyak orang
>       mengerumuni korban sehingga wartawan surat kabar tidak dapat
>       menerobos untuk melihat korban dari dekat.
>
>       Ia  mendapatkan  ide.  "Saya ayah korban!" ia berseru. "Saya
>       minta jalan."
>
>       Kerumunan  itu  membiarkan  dia  lewat,  sehingga  ia  dapat
>       memotret  korban  kecelakaan itu dan menemukan, yang membuat
>       dia malu, bahwa korbannya adalah keledai.
>
>                          (DOA  SANG  KATAK 1, Anthony de Mello SJ,
>                               Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1996)
>

Kirim email ke