Dari milis sebelah ...................

**********************************************************


KEKASIHKU PENYIKSAKU

Mario Teguh Golden Ways 
Metro TV - 29 November 2009



Jika memedihkan, pasti itu bukan cinta.

Cinta adalah kekuatan yang membangun, sehingga jika ada rasa sakit dalam 
penyesuaian dua jiwa yang tadinya sendiri dan mandiri, itu adalah rasa yang 
menjanjikan kebersamaan yang lebih indah.

Sehingga jika kepedihan itu bukan untuk menjadikan kebersamaan Anda lebih 
bernilai, pasti itu bukan cinta.

Kasih sayang tidak pernah menyiksa.

Tetapi cara-cara yang salah dalam mengasihi, adalah sumber dari penyiksaan 
terbesar dalam keluarga.

Apakah yang akan dilakukan oleh anak Anda yang berusia 11 bulan, jika Anda 
berikan kepadanya anak ayam yang baru menetas?

Dia akan memegang anak ayam itu dengan sangat erat, karena kegembiraan dan 
ketakutan akan kehilangan mainan barunya.

Dan eratnya genggaman sang bayi akan menyiksa dan, akhirnya mematikan anak ayam 
yang disayanginya itu. 

Maka, 

Janganlah kekhawatiran Anda tentang yang Anda sayangi, menyiksa yang Anda 
sayangi.

Bagaimana dengan pasangan yang berkhianat?

Pasangan yang tidak setia, berkhianat, atau penuh tipuan – bukanlah penyiksa, 
dia adalah orang tidak baik yang kebetulan kita sayangi.

Sehingga sebetulnya kita telah salah memilih orang untuk disayangi.

Itu sebabnya, pilihlah calon pasangan Anda dengan sangat teliti, dan 
sandarkanlah semua penilaian Anda kepada kebaikan dan permohonan bagi kehidupan 
yang mulia dari Tuhan Yang Maha Pengasih.

Jika penyiksaan itu terjadi dalam kebersamaan Anda, bekerja-keraslah untuk 
menjadikan diri Anda kekasih yang tidak pantas diperlakukan dengan tidak hormat.

Ingatlah bahwa pada akhirnya setiap jiwa hanya bertanggung- jawab bagi dirinya 
sendiri, dan bahwa Anda memiliki hak yang sama dengan siapa pun – untuk 
berbahagia.

Orang yang bisa mengkhianati istrinya atau suaminya, memiliki kemampuan untuk 
mengkhianati siapa pun.

Maka berhati-hatilah dalam pergaulan dengan orang-orang yang tidak menghormati 
dan menyayangi pasangan hidupnya.

Jangan menyiksa pasangan Anda dengan tayangan ulang kesalahan masa lalunya.

Kita semua menjadi pribadi yang lebih baik hari ini, karena pelajaran yang kita 
unduh dari masa lalu kita.

Janganlah menjadikan diri kita hanya sesuai untuk hidup di masa lalu pasangan 
kita, dan membiarkan pribadi lain untuk menjadi pengganti (kita) yang lebih 
menarik, 
karena dia lebih tertarik kepada kebesaran masa depan yang bisa dicapai oleh 
pasangan kita.

Bangunlah ketertarikan dan kesungguhan untuk membangun kebesaran masa depan 
Anda berdua.

Dan jika Anda harus marah, ingatlah ini.

Anda tidak akan dirugikan terlalu banyak oleh kemarahan Anda, tetapi Anda akan 
pasti sangat dirugikan oleh dampak dari kemarahan yang tidak Anda kendalikan.

Kemarahan adalah reaksi wajar yang bisa terjadi kepada kita, tetapi reaksi 
mental seperti itu tidaklah berbahaya bagi siapa pun, sampai Anda 
menggunakannya untuk bereaksi dengan cara yang merendahkan diri sendiri dan 
melukai orang lain.

Berhati-hatilah, karena: 

bisa saja perlakuan kepada kita itu dirasakan benar oleh orang lain, karena 
kita memberikan cukup alasan bagi perlakuan seperti itu kepada diri kita; 

atau bisa saja pengertian kita yang tidak tepat, sehingga apa pun reaksi kita – 
akan menjadi reaksi yang salah; 

atau bukankah kita diharapkan bereaksi dengan cara-cara yang digunakan oleh 
pribadi anggun yang mapan pendapatnya mengenai dirinya sendiri?

Maka berhati-hatilah dalam bersikap, berbicara, dan bertindak dalam perasaan 
marah.

Anda tetap bisa merasa marah, dan berlaku sebagai pribadi yang anggun.

Bangunlah sebuah keluarga yang cantik, yang damai, yang penuh kegembiraan, dan 
yang penuh kesyukuran kepada Tuhan Yang Maha Memuliakan.

Ingatlah, bahwa

Tujuan dari semua keberhasilan, adalah pulang ke rumah dengan perasaan damai.

Apakah yang sebetulnya kita harap, untuk dicapai, dengan upaya berkelanjutan 
dan tanpa letih, untuk menemukan kesalahan satu sama lain, dan menggunakan 
semua muslihat untuk membuktikan, bahwa pasangan kita salah?

Apakah kita membutuhkan kemarahan, dan kebencian sebagai jalan untuk, mencapai 
kehidupan yang baik dan berbahagia?

Mengapakah kita tidak memilih, suasana yang damai, pengertian yang menerima dan 
memaafkan, ketulusan yang memesrakan, dan kepolosan yang menggembirakan satu 
sama lain?

Mengapakah demikian penting bagi kita, untuk merasa benar, di atas kesalahan 
kekasih hati kita?

Jika kita saling mengasihi, mengapakah kita mengupayakan, kepuasan dari 
penyiksaan hatinya?

Mengapakah kita tidak saling mengupayakan kegembiraan bagi satu sama lain?

Mengapakah kita tidak melihat bahwa kesedihan hati kekasih kita, adalah 
pencacatan kehidupan kita sendiri?

Mengapakah penting bagi kita untuk merasa menang dalam keluarga yang 
pasangannya terkalahkan dan terkecilkan?

Marilah kita lebih berkasih sayang. Bahagiakanlah kekasih Anda, karena itu 
adalah cara terdekat untuk membahagiakan diri Anda sendiri.

Indahkanlah kecintaan Anda kepada keluarga, karena cara terdekat untuk 
memperbaiki rezeki, adalah meningkatkan kualitas kasih sayang dalam keluarga.

Berlakulah lebih damai, lalu perhatikan apa yang terjadi.

...........

Sahabat saya yang berbakat menyayangi, 
Bangunlah persahabatan dengan setiap jiwa di keluarga Anda.

Sebuah kebersamaan yang tidak dibangun di atas sebuah persahabatan, akan 
menjadi sebuah istana pasir yang menunggu air pasang naik.

Ingatlah bahwa, 

Bukan tidak cukupnya kasih sayang, yang membuat sebuah kebersamaan itu tidak 
membahagiakan, tetapi tidak cukupnya persahabatan.

………..

Sahabat saya yang dikasihi Tuhan,

Begitu dulu ya?

Mudah-mudahan Anda dan keluarga tercinta hidup dalam kegembiraan dalam 
kedamaian yang penuh kesyukuran.

Mudah-mudahan Tuhan selalu meletakkan Anda dan keluarga tercinta dalam 
pemeliharaan dan lindungan kasih sayang-Nya.

Mohon disampaikan salam sayang untuk keluarga Anda tercinta, dari Ibu Linna dan 
saya.

Sampai kita bertemu dan berjabat-tangan nanti.

Terima kasih atas ijin untuk melayani bagi kebahagiaan Anda dan keluarga 
terkasih.

Salam super,

Mario Teguh
Founder | MTSuperClub | 081-211-56900 | For The Happiness Of Others | Jakarta


Kirim email ke