menurut info yang saya dapat seh...jam besar tersebut bukan untuk menggantikan 
acuan waktu yang sudah ada yaitu GMT. tapi hanya untuk menjadi acuan waktu 
sholat bagi umat muslim di dunia. ya kita tinggal mencocokan dengan waktu 
setempat dimana kita berada. sama halnya seperti tahun baru Islam yang jatuh 
pada tanggal 1 Muharram, bukan 1 Januari pada umumnya.
semoga ini menjadi kebanggaan besar untuk kaum muslim khususnya dan warga dunia 
umumnya.
kita ambil hikmahnya saja dari keberadaan jam besar ini.
 
wassalam,
rano's


--- Pada Jum, 13/8/10, Eka Aquarista <[email protected]> menulis:


Dari: Eka Aquarista <[email protected]>
Judul: [rw14-2495] Menara Lonceng Raksasa di Makkah
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 13 Agustus, 2010, 3:02 PM








--- Pada Jum, 13/8/10, Yayat Suryatna <[email protected]> menulis:






 
Astronom: Tak Mudah Pindahkan GMT ke Makkah
Nograhany Widhi K - detikNews Jumat, 13/08/2010 12:46 WIB


Foto: Reuters 
Mekah Jadi Pusat Waktu Dunia 

Jakarta - Tidak mudah memindahkan acuan waktu dari Greenwich Mean Time (GMT) ke 
Makkah. Butuh kesepakatan internasional untuk itu, karena bisa menggeser garis 
bujur nol derajat, waktu serta mengubah hari dan penanggalan.
"Proyek jam raksasa Makkah Giant Clock lebih cenderung pada proyek yang 
bersifat seperti proyek mercusuar. Jadi unsur wah-nya yang ditonjolkan menjadi 
jam terbesar di dunia, termasuk gedung tertinggi kedua di dunia,"  ujar 
profesor riset astronomi dan astrofisika dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa 
Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin.
Hal itu dikatakan Thomas saat berbincang denngan detikcom, Jumat (13/8/2010).
Tapi, imbuh Thomas, dalam proyek itu tidak ada penawaran konsep soal Arab yang 
hendak menjadi pusat waktu dunia. Makkah yang berbeda 3 jam dari GMT (GMT+3) 
tetap dipakai.
"Pada jam giant clock itu sekadar menggunakan jam itu tapi tidak ada konsep apa 
pun. Itu keinginan sebagian ulama yang ingin menjadikan Makkah sebagai rujukan 
waktu global. Konsep tidak ada bedanya dengan jam konvensional yang ada," kata 
dia.
Untuk menggeser GMT ke Makkah, Thomas menjelaskan, bukan perkara yang mudah. 
Karena menggeser garis bujur nol derajat di Greenwich butuh konvensi atau 
kesepakatan internasional.
"Terkait dengan waktu biasanya International Astronomi Union membuat konvensi 
karena mereka yang jaga waktu berdasarkan pengamatan astronomi," jelasnya.
Maka, Thomas menilai sementara ini keinginan Arab Saudi yang ingin menggeser 
GMT cenderung hanya utopia (mimpi) karena belum ada konsep waktu yang 
diusulkan. 
"Itu proyek mercusuar, membangun jam raksasa yang dapat dilihat dari jarak 
sekian kilometer, dan pada saat azan di Masjidil Haram ada sinyal lampu yang 
dinyalakan hingga seluruh wilayah di sekitarnya melihat jam itu," tuturnya.
Jam raksasa di kompleks Masjidil Haram itu berdiameter 45 meter atau setara 
lapangan sepakbola. Jam ini mulai berdetak Kamis 12 Agustus.
(nwk/nrl) 


Tetap update dgn berita DETIK ikuti sms berlangganannya, ktk REG DETIK kirim ke 
3845 (Telkomsel, Indosat, Three) 







Jawa Post  Jum'at 13Agustus 2010 
Menara Lonceng Raksasa di Makkah 
MAKKAH - Umat Islam di seluruh dunia bisa menyetel jam tangan mereka saat 
berada di Makkah. Sebab, lonceng terbesar di dunia yang berada di dekat 
Masjidilharam
 mulai berfungsi dan beroperasi. Pemerintah Arab Saudi mulai mengujicobakan 
lonceng tersebut bersamaan dengan bulan puasa atau awal Ramadan kemarin (11/8).
"Selama bulan suci Ramadan, lonceng tersebut akan diuji coba secara penuh," 
kata seorang pejabat Arab Saudi seperti dikutip kantor berita Saudi Press 
Agency (SPA) Selasa lalu (10/8).
 Bahkan,uji coba direncanakan berlangsung tiga bulan.
Pemerintah Saudi berharap lonceng baru empat sisi tersebut menahbiskan Makkah 
sebagai salah satu alternatif patokan waktu di luar garis bujur Greenwich.
 Menara lonceng itu bakal berada di puncak gedung pencakar langit setinggi 
1.983 kaki (601 meter) dalam kompleks tujuh tower Abraj Al Bait. 
Ketika pembangunannya tuntas, menara tersebut akan menjadi gedung tertinggi 
kedua di dunia atau hanya kalah oleh menara Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat 
Arab (UEA), 
yang setinggi 2.717 kaki (828 meter). Tetapi, bangunan itu nanti mengungguli 
menara Taipei 101 di Taiwan yang setinggi 1.670 kaki (509 meter).
 Sedangkan lonceng di menara tersebut mengungguli Big Ben di London, Inggris, 
sebagai lonceng terbesar di dunia.
"Pembangunan dan pemasangan lonceng itu merupakan pekerjaan besar," kata 
Mohammed Al Arkubi, manajer Royal Mecca Clock Tower Hotel, gedung di bawah 
lonceng. 
Kehadiran lonceng tersebut merefleksikan keinginan umat Islam untuk mewujudkan 
waktu Makkah (Mecca Mean Time). Itu bisa menjadi alternatif atau menggantikan 
standar waktu universal, 
Greenwich Mean Time (GMT), yang digunakan selama 126 tahun terakhir.
Dalam konferensi di Doha, Qatar, pada 2008, para ulama dan cendekiawan muslim 
mempresentasikan argumentasi ilmiah bahwa waktu Makkah merupakan garis bujur 
global yang sebenarnya.
 Mereka beralasan Makkah merupakan pusat dunia. Sedangkan patokan waktu GMT 
diterapkan oleh negara-negara Barat pada 1884.
"Setiap orang tertarik dan sangat penasaran untuk melihatnya. Tetapi, kami 
sulit mendapatkan informasi tentang lonceng tersebut," kata Hani Al Wajeeh, 
penduduk Makkah. 
"Kami berharap lonceng tersebut menunjukkan Makkah sebagai zona waktu utama di 
dunia," lanjutnya.
Sejauh ini, Bin Ladin Company, perusahaan Arab Saudi yang menjadi 
pengembangnya, merahasiakan detail lonceng raksasa tersebut.
Tetapi, lonceng itu berdiri dan terlihat indah dengan dihiasi dua pedang dalam 
posisi menyilang dan pohon kurma sebagai simbol kenegaraan Arab Saudi. 
Di bagian atas empat sisi lonceng terdapat huruf Arab besar yang berbunyi 
Allahu Akbar (Allah Mahabesar). Ribuan lampu berwarna melengkapi. 
Alhasil, lonceng tersebut bisa dilihat hingga jarak 16 mil atau 25 kilometer. 
Bagian puncak lonceng berbentuk bulan sabit berukuran raksasa dengan diameter 
23 meter.
Rencananya, sebuah dek atau tempat observasi dibangun di bagian bawah lonceng. 
Tinggi total lonceng tersebut hingga bagian berbentuk bulan sabit 251 meter.
Para insinyur dari Jerman dan Swiss sengaja mendesainnya atas permintaan 
Kementerian Agama Arab Saudi. Proyek itu menelan dana USD 800 juta. 
(AFP/AP/c11/dwi)



-----------------------------------------------------------------
Milis Info dan Diskusi Warga RW 14, Kelurahan Sukahati, Cibinong.
Official Website: http://www.rw14.web.id atau http://www.rw14.org

Arsip Milis RW 14: http://www.mail-archive.com/[email protected]/

Kirim email ke