.......lanjutan...........

Saya tetap berpendapat bahwa dalam hal-hal yang formil seseorang 
tidak harus enggan mencantumkan marganya, apalagi kalau alasannya 
hanya untuk kebersamaan.
 Mencantumkan marga tsb kiranya harus jelas tanpa modifikasi. 
Kalau "Barus" jangan ditulis" Ba'rus", karena akan mengaburkan.
Saya salut sama seorang teman yang pernah bertemu di Meulaboh,dia 
disana tinggal sudah turun temurun,katanya kakeknya datang kesana 
merantau kira-kira tahun 1930 yll, adat istiadat dan bahasa Aceh
sudah sangat melekat pada dirinya dan anak-anaknya,   tapi marganya 
tetap dipakai, namanya  H.Hasjim Hutabarat dan satu lagi bernama 
H.Anwar Siagian.
Demikian sebagai tambahan.
Mejuah-juah.


 In [email protected], Penta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> "..Ia berjiwa Nasionalis dibuktikan dengan tidak dicantumkannya 
Marga Sembiring Pelawi pada Dirinya dan Anak Cucu Keturunannya..."
> 
> mbaca kalimat bage rupana tergoda aku untuk komentar sitik:
> Adi menurut penggejapenku, adi lanai make merga labo mis berarti 
ia berjiwa Nasionalis, mungkin lit marenda alasen sideban. Enda adi 
menurut pemikiren bas zaman sigundari ya.. 
> 
> Tah lit nai adi kalak karo (ras pe batak sideban) adi pake merga 
berarti tanda la nasionalis, e langa pernah kubegi.
> 
> 
> Sibarem, adi lit kata kurang cocok, mindo maaf aku..
> Bujur,
> P. Tarigan
>    
>   
> 
> Alexander Firdaust <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:                                    
> Sejarah Singkat Perjalanan Guru  Pa Timpus
>    
>   Guru Pa Timpus dilahirkan di Aji Jahe salah satu kampung di 
Taneh Karo Simalem yang sejuk, dingin, nyaman dengan angin 
pegunungannya. Ia menikah di Batu Karang dengan beru Bangun, 
mendirikan kampung di Perbaji dan memiliki seorang anak laki-laki 
bernama Bagelit. Guru Pa Timpus bertubuh kekar, tinggi, gagah, dan 
berjiwa patriotik seperti seorang panglima. Ia juga seorang Guru, 
yang dalam bahasa Karo berarti seorang ahli dalam berbagai ilmu 
pengetahuan, ilmu obat-obatan, ilmu gaib, dan memiliki kesaktian, 
namun Ia-nya berjiwa penuh kemanusiaan lemah lembut dalam bertutur 
kata, mempunyai karakteristik yang simpatik, berwibawa, berjiwa 
besar dan pemberani. 
>    
>   Dengan menuruni lembah-lembah yang penuh mistis, hutan semak 
belukar dan binatang buas, ia mendaki lembah-lembah yang terjal dan 
curam, dengan menelusuri aliran Lau Petani menuju ke satu bandar di 
hilir sungai Deli untuk suatu tujuan yaitu mencoba ilmu kesaktiannya 
dan belajar pada Datuk Kota Bangun seorang Guru dan Ulama besar yang 
terkenal pada masa itu.
>    
>   Setelah beberapa lama bermukim ia kawin dengan seorang putri 
dari pulau Brayan keturunan anak panglima Deli, bermarga Tarigan dan 
sekitar tahun 1590 M, ia membuka dan mendirikan kampung dipertemuan 
dua buah sungai Deli dan Babura yang dinamainya dengan `Medan', dari 
perkawinannya ini lahirlah salah seorang putra yang diberinya nama 
Hafis Muda, dari sinilah silsilah keturunan Datuk Wajir Urung 12 
Kuta  (Datuk Hamparan Perak), keturunan terakhir dari Generasi ke-XV 
adalah Datuk Adil Freddy Haberham, SE sebagai salah seorang Datuk 4 
suku dikesultanan Deli.
>    
>   Guru Pa Timpus telah menjadi milik Masyarakat Kota Medan. Ia 
berjiwa Nasionalis dibuktikan dengan tidak dicantumkannya Marga 
Sembiring Pelawi pada Dirinya dan Anak Cucu Keturunannya.
>    
>   Pemko Medan telah memberikan penghargaan terhadap Guru Pa 
Timpus, yaitu dengan ditetapkannya Hari Jadi Kota Medan pada tanggal 
1 Juli 1590 dan kemudian memberikan nama kepada salah satu jalan di 
petisah dengan nama jalan Guru Pa Timpus. 
>    
>   Apa  yang telah dilakukan Guru Pa Timpus adalah merupakan salah 
satu sejarah bangsa Indonesia yang tak ternilai harganya, corak dan 
peninggalan sejarahnya telah memberikan warna khas kepada kebudayaan 
bangsa, serta hasil pembangunan yang mengandung nilai perjuangan, 
kepeloporan yang merupakan kebanggaan nasional ini, perlu terus 
digali dan dilestarikan, dipelihara, serta dibina untuk memupuk 
semangat perjuangan dan cinta tanah air. Perencanaan Pembangunan 
disemua tingkatan haruslah diperhatikan pelestariannya, apalagi 
pelestarian bangunan benda yang mengandung nilai sejarah bertitik 
tolak dari keagungan Jiwa Guru Pa Timpus.
>   Kutipan dari: Proposal Pembangunan Monumen Guru Patimpus
> 
> 
> Best Regarts
>    
> 
> ---------------------------------
> No need to miss a message. Get email on-the-go 
> with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.
>      
>                        
> 
>  
> ---------------------------------
> It's here! Your new message!
> Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
>


Kirim email ke